Artikel

Kangina: Tradisi Pengawetan Anggur yang Ramah Lingkungan dari Afrika

Anggur telah menjadi buah yang tidak hanya dinikmati karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena potensi manfaat kesehatannya. Dari zaman kuno hingga masa kini, manusia telah mencari cara untuk menjaga buah anggur tetap segar dan berkualitas. Salah satu tradisi kuno yang masih bertahan hingga saat ini adalah Kangina, sebuah praktik pengawetan anggur yang berasal dari benua Afrika. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih jauh tentang Kangina, tradisi ini, cara kerjanya, dan dampaknya terhadap lingkungan. Apa Itu Kangina? Kangina adalah tradisi pengawetan anggur yang telah ada sejak zaman kuno di Afrika, terutama di negara-negara di wilayah Afrika Utara seperti Maroko, Aljazair, dan Tunisia. Secara tradisional, anggur dipanen pada musim panen dan kemudian disimpan untuk dikonsumsi sepanjang tahun. Kangina adalah salah satu metode yang digunakan untuk menjaga anggur tetap segar, bahkan setelah musim panen berakhir. Cara Kerja Kangina Proses Kangina dimulai dengan memilih anggur yang sudah matang sepenuhnya tetapi belum terlalu matang. Anggur kemudian dipanen secara hati-hati dan disimpan dalam bejana tradisional yang terbuat dari tanah liat atau beton. Bejana tersebut kemudian ditutup rapat dan disimpan di tempat yang sejuk dan gelap, seperti gua atau ruang bawah tanah. Dalam bejana tersebut, anggur akan mengalami fermentasi alami yang dikendalikan, di mana gula dalam buah akan berubah menjadi alkohol. Proses fermentasi ini membantu menjaga anggur tetap segar dan memberikan citarasa yang unik. Setelah beberapa minggu atau bulan, anggur siap untuk dikonsumsi dan dapat bertahan selama beberapa tahun dalam kondisi yang baik. Keunggulan Kangina Ramah Lingkungan: Kangina menggunakan metode pengawetan alami tanpa bahan kimia tambahan, sehingga lebih ramah lingkungan daripada beberapa metode pengawetan modern. Penghormatan Tradisi: Kangina merupakan bagian dari warisan budaya Afrika yang telah ada selama berabad-abad, dan praktik ini memungkinkan penghormatan terhadap tradisi lokal serta mendorong keberlanjutan budaya. Kualitas dan Kelezatan: Proses fermentasi Kangina memberikan rasa dan aroma yang khas pada anggur, menjadikannya tidak hanya segar tetapi juga lezat. Dampak Terhadap Lingkungan Salah satu aspek yang menarik dari Kangina adalah dampaknya terhadap lingkungan. Dibandingkan dengan metode pengawetan modern yang menggunakan energi dan bahan kimia tambahan, Kangina menggunakan sumber daya alami yang tersedia secara lokal dan tidak menyebabkan polusi atau limbah berbahaya.

Kangina: Tradisi Pengawetan Anggur yang Ramah Lingkungan dari Afrika Read More »

Superfood Lokal: Menggali Kekayaan Nutrisi dari Tanah Air

Superfood sering kali diasosiasikan dengan makanan eksotis dari luar negeri, namun, Indonesia memiliki beragam bahan makanan lokal yang kaya akan nutrisi dan memiliki potensi sebagai superfood. Makanan super atau superfood merupakan pilihan buah-buahan, biji-bijian dan tumbuhan (atau bagian dari tumbuhan) yang kaya akan kandungan nutrisi secara alami. Dari berbagai jenis buah, sayuran, hingga rempah-rempah, superfood lokal tidak hanya menyediakan nutrisi yang penting untuk kesehatan tubuh, tetapi juga memainkan peran penting dalam keberlanjutan lingkungan dan perekonomian lokal. Artikel ini akan mengulas beberapa superfood lokal Indonesia, manfaat kesehatannya, dan bagaimana kita dapat mengintegrasikannya ke dalam pola makan sehari-hari. Potensi Superfood Lokal Daun kelor : Kaya akan vitamin A, C, E, dan K, serta mineral seperti kalsium, magnesium, dan zat besi. Manfaat dari daun kelor yaitu meningkatkan kekebalan tubuh, mendukung kesehatan tulang, dan membantu mengatur kadar gula darah. Tempe : sebagai sumber protein nabati lengkap, serat, vitamin B, dan mineral seperti tembaga dan mangan. Mengkonsusmsi tempe dapat menyokong pertumbuhan otot, menjaga kesehatan pencernaan, dan menurunkan risiko penyakit kronis. Ikan gabus : Dengan kandungan protein tinggi, rendah lemak, dan asam lemak omega-3, ikan ini memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk mendukung kesehatan jantung, meningkatkan fungsi otak, dan menjaga kesehatan tulang. Selain itu kadar albumin, glisin, dan seng (Zn) mempercepat proses penyembuhan luka pasca- operasi. Beras Merah: Mengandung serat, protein, vitamin B, mineral, dan antioksidan. Dengan mengkonsumsi beras merah dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan pencernaan, dan menjaga kesehatan kulit. Sagu: Kaya akan karbohidrat kompleks, serat, dan protein. Memberikan energi yang tahan lama, menjaga kesehatan pencernaan, dan membantu menurunkan berat badan. Dengan memanfaatkan potensi superfood lokal ini dan mengintegrasikannya ke dalam pola makan sehari-hari, kita tidak hanya memperkuat kesehatan tubuh kita, tetapi juga memberikan dukungan yang berarti bagi lingkungan dan masyarakat lokal.   Referensi: Laily Nur Affini et al . (2021). IbM Daun Kelor Sebagai Super Food Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. Seminar Nasional Hasil Pengabdian Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pgri Semarang Robert Tungadi. (2019). Potensi Ikan Gabus (Ophiocephalus Striatus) Dalam Mempercepat Penyembuhan Luka. Jambura Fish Processing Journal. 1(1):46-57

Superfood Lokal: Menggali Kekayaan Nutrisi dari Tanah Air Read More »

Glukomanan: Serat Alami dengan Beragam Manfaat Kesehatan

Glukomanan adalah jenis serat larut yang diekstrak dari akar tanaman konjak (Amorphophallus konjac), yang tumbuh di Asia. Dalam beberapa tahun terakhir, glukomanan telah menarik perhatian besar sebagai suplemen kesehatan karena beragam manfaatnya. Selain digunakan dalam industri makanan sebagai bahan pengental dan penggelling, glukomanan juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk penurunan berat badan, pengendalian kadar gula darah, dan peningkatan kesehatan pencernaan. Apa Itu Glukomanan? Glukomanan adalah polisakarida yang terdiri dari unit-unit glukosa dan manosa. Serat ini memiliki kemampuan menyerap air yang sangat tinggi, dapat mengembang hingga 50 kali lipat dari beratnya saat dalam kondisi kering. Karena kemampuannya ini, glukomanan dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama, yang sangat bermanfaat dalam program penurunan berat badan. Manfaat Kesehatan Glukomanan Penurunan Berat Badan: Glukomanan mengembang dalam perut dan usus, menciptakan rasa kenyang yang membantu mengurangi asupan kalori. Pengendalian Gula Darah: Serat larut ini memperlambat penyerapan karbohidrat di usus, yang dapat membantu mengendalikan kadar gula darah setelah makan. Menurunkan Kolesterol: Glukomanan mengikat kolesterol dalam usus, mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Kesehatan Pencernaan: Sebagai serat larut, glukomanan membantu meningkatkan volume tinja dan mencegah sembelit. Kesehatan Jantung: Dengan menurunkan kadar kolesterol dan membantu mengendalikan berat badan, glukomanan berkontribusi pada kesehatan jantung yang lebih baik.   Kekurangan dan Efek Samping Meskipun glukomanan memiliki banyak manfaat, ada beberapa kekurangan dan potensi efek samping yang perlu diperhatikan: Efek Samping Pencernaan: Penggunaan glukomanan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, dan diare, terutama pada dosis tinggi. Interaksi Obat: Glukomanan dapat mengganggu penyerapan obat-obatan tertentu. Disarankan untuk mengambil glukomanan setidaknya satu jam sebelum atau empat jam setelah mengonsumsi obat. Risiko Tersedak: Karena glukomanan mengembang saat terkena air, ada risiko tersedak jika tidak dikonsumsi dengan cukup cairan. Suplemen glukomanan harus selalu diminum dengan banyak air. Referensi : Setyono R.N, Wasi’ A, Rahmawati Y, dan Taufany F. (2021). Pra-Desain Pabrik Konnyaku dari Tepung Glukomanan Umbi Porang (Amorphophallus Oncophyllus). Jurnal Teknik ITS. 10(2):171-176

Glukomanan: Serat Alami dengan Beragam Manfaat Kesehatan Read More »

KULIAH TAMU : NUTRIFIKASI DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU BUBUK

Kuliah tamu merupakan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi yang menghadirkan narasumber dari luar kampus. Narasumber biasanya seorang ahli atau praktisi yang memiliki keahlian dibidang tertentu. Tujuan diadakanya kuliah tamu yaitu untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa. Dengan dihadirkanya narasumber dari luar kampus, mahasiswa diharapkan bisa mendapatkan perspektif yang lebih luas dan terkini di bidang yang sedang dipelajari, dan menjadi wadah untuk mahasiswa berinteraksi dengan para ahli. Pada hari Senin 22 April 2024, prodi Teknologi Pangan ITTP mengadakan kuliah tamu dengan narasumber dari luar kampus, Bpk. Cahyo Budiantoro S.TP., M.P., seorang pakar di bidang pengembangan produk UHT & GUM, menjadi bukti komitmen Prodi Teknologi Pangan ITTP dalam menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi. Dengan mengangkat tema “Nutrifikasi dan Teknologi Pengolahan Susu Bubuk”, kuliah tamu ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam bagi mahasiswa tentang berbagai aspek penting terkait susu bubuk. Lebih dari sekadar menambah wawasan, kuliah tamu ini bertujuan untuk: Memberikan perspektif yang lebih luas dan terkini: Bpk. Cahyo Budiantoro, dengan keahlian dan pengalamannya di industri pengolahan susu, dapat menghadirkan informasi dan sudut pandang yang up-to-date terkait susu bubuk. Hal ini membantu mahasiswa untuk memahami perkembangan terbaru dalam bidang ini dan memperluas wawasan mereka. Meningkatkan pengetahuan dan keahlian: Kuliah tamu ini membahas secara mendalam tentang definisi susu bubuk, regulasi yang mengaturnya, bahan baku yang digunakan, hingga proses pengolahannya. Dengan memahami hal-hal ini, mahasiswa Teknologi Pangan ITTP diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan keahlian yang lebih mumpuni di bidang ini. Mempersiapkan mahasiswa untuk dunia kerja: Industri pengolahan susu merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Dengan memahami proses produksi dan regulasi terkait susu bubuk, mahasiswa akan lebih siap untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi dalam industri ini. Dengan demikian, kuliah tamu bukan sekadar sebuah kegiatan tambahan di perguruan tinggi, namun merupakan suatu langkah penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Melalui interaksi dengan narasumber yang ahli dan praktisi di bidangnya, mahasiswa dapat menggali pengetahuan lebih dalam, memperluas pandangan, dan mengasah keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Dengan mengambil inspirasi dari kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi profesional yang siap menghadapi tantangan di industri masa depan.

KULIAH TAMU : NUTRIFIKASI DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU BUBUK Read More »

BANGGA!!! 7 MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN DENGAN 3 PROPOSAL PKM LOLOS DIDANAI BELMAWA KEMENDIKBUDRISTEK 2024

PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DIKTI) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). PKM bertujuan untuk meningkatkan keratifitas dan sebagai wadah bagi inovasi mahasiswa agar memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. Berdasarkan nomor surat: 2546/E2/DT.01.00/2024 perihal Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 yang dikeluarkan pada tanggal 19 April 2024 oleh kemendikbudristek mengumumkan bahwa Institut Teknologi Telkom Purwokerto berhasil memperoleh pendanaan sebanyak 18 proposal. Program Studi Teknologi Pangan memperoleh pendanaan 3 proposal dengan bidang Riset Eksakta (RE), Kewirausahan (K), dan Karya Cipta (KC). Berikut 7 mahasiswa Teknologi Pangan dengan 3 judul proposal yang lolos didanai: Nama Mahasiswa Bidang PKM Judul Proposal Carantia Raharditya PKM RE Fabrikasi Resisten Starch Tipe 3 Berbasis Pati Umbi Gembili dan Kacang Tunggak Sebagai Ingredient Pangan Fungsional Bagi Penderita Diabetes Melitus Fitranaya Arlian Salsabila Nanda Lestari Giovanni Raharja Rizky Kurniawan PKM KC Sensational Glasses: Alat Bantu Penyandang Tunanetra Menggunakan Machine Learning Terintegerasi Internet of Things Alliza Nabila Walhuda PKM K SiDiA: Sirup Alami dari Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) Sebagai Upaya Meminimalisir Risiko Terkena Penyakit Diabetes Melitus Akmel Lu’lu Nabilah   Ketua Program Studi dan para dosen Teknologi Pangan mengucapkan selamat kepada 7 mahasiswa atas perolehan pendanaan PKM tersebut. Para dosen berharap mahasiswa-mahasiswa yang telah lolos pendanaan dapat melaksanakan seluruh rangkaian program PKM dengan maksimal dan semoga dapat melaju ke PIMNAS. Selain itu, pencapaian yang membanggakan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Teknologi Pangan yang lain untuk terus berprestasi dan berinovasi..

BANGGA!!! 7 MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN DENGAN 3 PROPOSAL PKM LOLOS DIDANAI BELMAWA KEMENDIKBUDRISTEK 2024 Read More »

TEMPOYAK : HASIL FERMENTASI SPONTAN

Apa itu fermentasi spontan? Fermentasi spontan adalah proses fermentasi yang terjadi secara alami tanpa ditambahkan mikroorganisme starter atau ragi. Mikroorganisme yang berperan dalam fermentasi spontan berasal dari lingkungan atau bahan baku itu sendiri. Mikroorganisme yang berperan dalam fermentasi spontan bisa beragam, tergantung pada jenis bahan baku dan lingkungan fermentasi. Karena tidak menggunakan starter khusus, fermentasi spontan sifatnya kurang terkendali dibandingkan fermentasi dengan starter. Tempoyak Tempoyak merupakan salah satu olahan tradisional yang berasal dari Sumatera dan Kalimantan. Tempoyak berbahan dasar durian yang telah melalui proses fermentasi, merupakan salah satu cara yang digunakan oleh masyarakat untuk memperpanjang umur simpan durian, sehingga dapat dinikmati diluar musim panen.  Proses fermentasi tempoyak umumnya berlangsung selama 7 hari, diikuti dengan terjadinya perubahan tekstur durian dari padat menjadi semisolid dan menghasilkan aroma asam yang kuat. Pada prosesnya, fermentasi tempoyak disebabkan oleh aktivitas bakteri asam laktat (BAL). Proses fermentasi yang terjadi pada pembuatan tempoyak adalah fermentasi asam laktat. Karbohidrat dirombak menjadi glukosa kemudian BAL akan memfermentasikan glukosa sehingga menghasilkan asam laktat (produk utama), etanol, dan CO2 (produk sampingan). Proses fermentasi pada tempoyak merupakan proses fermentasi yang terjadi secara anaerob. Fermentasi secara anaerob tidak memungkinkan terjadinya keluar masuk uap air selama fermentasi sehingga kadar air tempoyak tetap terjaga. Tempoyak Aceh Tempoyak Aceh Selatan dibuat dengan memisahkan daging durian dari kulit dan bijinya. Daging durian tersebut kemudian dilumatkan dan dicampur dengan kunyit sebanyak 2% dan garam sebanyak 3%. Setelah dicampur, daging durian yang telah diproses tersebut kemudian ditimbang sebanyak 1 kilogram per wadah dan dimasukkan ke dalam stoples dengan ruang kepala sekitar 30%. Stoples kemudian ditutup rapat dan dibiarkan difermentasi pada suhu ruangan selama 7 hari. Selama proses fermentasi, tempoyak mengalami perubahan baik dari segi kimia maupun mikrobiologis. Kadar air dan asam laktat dalam tempoyak, yang disebut sebagai jruek drien mengalami peningkatan, sedangkan pH dan total gula tempoyak mengalami penurunan. Jumlah bakteri asam laktat mencapai puncak tertinggi pada hari ke 3 fermentasi, sementara khamir tidak ditemukan pada tahap akhir fermentasi. Tempoyak Kalimantan Tempoyak Kalimantan memiliki rasa yang terlalu asam, sehingga ditambahkan gula dalam proses pembuatannya. Penambahan gula ini tidak hanya memberikan rasa manis dan warna cerah, tetapi juga berperan sebagai substrat bagi pertumbuhan bakteri asam laktat. Bakteri ini mengubah gula menjadi alkohol dan CO2, sehingga mempercepat proses fermentasi. Penambahan gula dapat menurunkan kadar air tempoyak, tetapi tidak signifikan secara statistik karena gula memiliki sifat humektan yang mengikat air. Semakin banyak gula, semakin rendah aktivitas air (Aw) tempoyak. Konsentrasi gula yang tinggi menyebabkan air keluar dari bahan pangan melalui osmosis, membuat sebagian air tidak tersedia bagi mikroba dan mengurangi Aw bahan pangan Referensi : Erfisa W, Arpi N & Asmawati. 2022. Literature Review of Tempoyak Processed Product Manufacturing (Durian Fermentatiotn). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. Vol (7), No(1). Pp.420-428

TEMPOYAK : HASIL FERMENTASI SPONTAN Read More »

BIR PLETOK “WINE”ASAL BETAWI

Bir pletok asal Betawi memiliki filosofi pada namanya, dimana bir berasal dari kata bi’run yang berarti abyar dan beberapa versi arti nama pletok salah satunya karena terbuat dari bambu dan saat dituangkan akan berbunyi pletok. Deskripsi lain mengenai bir pletok yaitu ‘pletok’ diambil dari bunyi kapulaga (Amomumcompactum), salah satu rempah dalam ramuan Bir Pletok, yang ‘pecah’ saat direbus sehingga menimbulkan bunyi mirip ‘pletok’. Bir pletok telah terdaftar dalam Warisan Budaya Tak Benda dari Jakarta dan erat kaitannya dengan budaya Betawi. Bir pletok dibuat pada masa penajajahan Belanda akibat adanya kebiasaan para penjajah Belanda meminum wine saat menyelenggarakan pesta. Keingintahuan masyarakat Betawi akan rasa wine membuat mereka mencari alternatif minuman yang dirasa mirip dengan wine namun masih halal untuk dikonsumsi karena mayoritas masyarakat Betawi merupakan penganut agama islam. Oleh karena itu, terciptalah Bir Pletok yang terbuat dari gula merah, kayu manis, secang, jahe, serai, dan daun pandan sehingga Bir Pletok memiliki rasa manis, berwarna merah, dan sensasinya hangat. Minuman khas Betawi tersebut diyakini dapat menambah daya tahan tubuh dan termasuk dalam minuman fungsional. Hal tersebut disebabkan adanya efek kesehatan yang dihasilkan dari rempah yang digunakan pada Bir Pletok. Jahe dapat memberikan efek anti inflamasi, kemudian serai memiliki sifat antifungi, antibakteri, antidiare, antioksidan, antiinflamasi dan berkhasiat sebagai peluruh keringat, pengencer dahak, obat kumur, dan penghangat badan karena kendungan sitronela, geraniol, dan sitronelol di dalamnya yang bersifat antiseptik. Kayu manis dalam Bir Pletok mengandung kolin yang dapat membantu otak mensintesa asetilkolin. Senyawa ini berguna dalam komunikasi antar sel saraf, metabolisme lemak, menjaga kondisi membran sel yang baik dan untuk berlangsungnya beberapa reaksi kimia di dalam sel. Pandan mengandung senyawa antidiabetes dan dapat dijadian sebagai salah satu obat herbal untuk penyakit diabetes. Kayu secang memiliki kandungan asam galat dan tanat yang dapat mengobati penyakit seperti gangguan pencernaaan seperti diare dan disentri. Keunggulan lain dari Bir Pletok adalah dapat mencegah terjadinya oksidasi akibat radikal bebas karena mengandung antioksidan. Rempah-rempah dalam Bir Pletok mampu menghambat radikal bebas karena adanya senyawa fenolik. Meskipun banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari Bir Pletok, namun saat ini Bir Pletok kurang diminati oleh masyarakat karena tidak dapat mengikuti perkembangan minat konsumen. Referensi: Putra, A. Y. T., Defri, I., Saputro, E. A. & Widyastuti, R., 2023. Potensi Bir Pletok Sebagai Minuman Fungsional Komersial. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, VII(1), pp. 82-91.

BIR PLETOK “WINE”ASAL BETAWI Read More »

FORTIFIKASI

Fortifikasi merupakan sebuah kata yang mungkin masih asing bagi sebagian orang namun memiliki peran penting dalam meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat. Fortifikasi didefinisikan sebagai penambahan satu atau lebih zat gizi ke dalam bahan pangan, dengan tujuan untuk: Mencegah defisiensi mikronutrien: Kekurangan mikronutrien, seperti vitamin dan mineral, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti anemia, gondok, dan rabun senja. Fortifikasi membantu mengatasi masalah ini dengan menambahkan zat gizi yang dibutuhkan tubuh ke dalam makanan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat luas. Meningkatkan kualitas gizi masyarakat: Fortifikasi bukan hanya tentang mencegah defisiensi, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas gizi secara keseluruhan. Dengan menambahkan zat gizi penting ke dalam bahan pangan, fortifikasi membantu masyarakat mendapatkan asupan gizi yang lebih seimbang dan optimal. Memperkuat ketahanan pangan: Fortifikasi dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dengan menyediakan akses ke makanan bergizi bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan orang tua. Hal ini dapat membantu mengurangi angka stunting dan gizi buruk. Contoh fortifikasi di Indonesia: Beberapa contoh bahan pangan yang difortifikasi di Indonesia antara lain: Garam beryodium: Mencegah defisiensi yodium yang dapat menyebabkan gondok dan kretinisme. Tepung terigu berzat besi: Mencegah anemia gizi besi yang dapat menyebabkan kelelahan, pusing, dan penurunan daya tahan tubuh. Minyak goreng bervitamin A: Membantu menjaga kesehatan mata dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Manfaat fortifikasi: Efektif: Fortifikasi merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan asupan mikronutrien pada populasi besar. Berkelanjutan: Fortifikasi dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak memerlukan perubahan besar dalam kebiasaan makan masyarakat. Terjangkau: Fortifikasi merupakan cara yang relatif murah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Tantangan fortifikasi: Pemantauan: Diperlukan sistem pemantauan yang efektif untuk memastikan bahwa fortifikasi dilakukan dengan benar dan aman. Edukasi: Masyarakat perlu diedukasi tentang manfaat fortifikasi dan cara memilih produk fortifikasi yang berkualitas. Referensi : Setyaningrum C.H.,  Fernandez I.E., dan Nugrahedi R.P.Y., 2017. FORTIFIKASI GUAVA (Psidium guajava L.) JELLY DRINK DENGAN ZAT BESI ORGANIK DARI KEDELAI (Glycine max L.) DAN KACANG HIJAU (Vigna radiate L.). Jurnal Argoteknologi. 11(1):10-16

FORTIFIKASI Read More »

MENGAPA HARUS GLUTEN FREE?

Gluten adalah protein berserat dan elastis yang ditemukan dalam beberapa jenis serealia. Sifat elastis pada gluten dapat membuat adonan roti menjadi kenyal dan mudah dibentuk. Gluten juga membantu makanan untuk mempertahankan bentuknya saat dipanggang. Beberapa contoh makanan yang mengandung gluten adalah: pasta, kue, biskuit, dan muffin, pizza, dan masih banyak lainya. Meskipun gluten merupakan protein yang umum ditemukan dalam gandum, ternyata gluten dapat memberi dampak negatif pada kesehatan. Salah satu contohnya adalah penyakit celiac diaeces. Penyakit yang harus menghindari Gluten Celiac Diaeces: Celiac diaeces adalah penyakit autoimun yang menyerang usus kecil ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap gluten. Reaksi ini menyebabkan peradangan dan kerusakan pada usus kecil, sehingga tubuh tidak dapat menyerap nutrisi penting. Kurangnya penyerapan nutrisi dapat mengakibatkan tertundanya pertumbuhan pada anak-anak, kekurangan zat gizi seperti anemia dan osteoporosis, serta risiko lebih tinggi terkena diabetes, penyakit tiroid autoimun, dan kanker usus. Penanganan utama untuk celiac diaeces adalah dengan menerapkan diet ketat bebas gluten Sensitivitas gluten non-celiac, kondisi di mana orang mengalami gejala seperti kembung, sakit perut, dan kelelahan setelah mengonsumsi gluten. Gejalanya tidak separah penyakit celiac, dan tes celiac negatif. Menghindari gluten dapat membantu meredakan gejala. Alergi gluten, reaksi alergi yang parah terhadap gluten. Gejalanya termasuk gatal-gatal, ruam, dan kesulitan bernapas. Orang dengan alergi gluten harus menghindari gluten sepenuhnya Pentingnya Memilih Makanan Bebas Gluten: Bagi orang dengan penyakit celiac, sensitivitas gluten non-celiac, atau alergi gluten, memilih makanan bebas gluten sangatlah penting. Berikut beberapa tips: Baca label makanan dengan cermat: Pastikan tidak ada bahan yang mengandung gluten. Cari simbol bebas gluten: Banyak produk makanan yang memiliki simbol bebas gluten. Masak di rumah: Ini adalah cara terbaik untuk mengontrol bahan-bahan dalam makanan. Pelajari tentang sumber gluten tersembunyi: Gluten dapat ditemukan dalam berbagai produk, seperti saus, sup, dan kosmetik.   Referensi: Salsabila, Ansori M, dan Paramita O,. 2019. Eksperimen Pembuatan Cupcake Free Gluten Berbahan Dasar Tepung Biji Kluwih dengan Campuran Tepung Beras Khonsa. Jurnal TEKNOBUGA. 7(1): 31-38

MENGAPA HARUS GLUTEN FREE? Read More »

PEYEBAB BROWNING ENZIMATIS PADA BUAH

Pernahkah kamu mengamati perubahan warna pada buah yang menjadi coklat setelah dipotong? Atau bintik hitam pada buah yang muncul seiring waktu? Kedua fenomena ini memiliki penyebab yang sama, yaitu pencoklatan enzimatik. Pencoklatan ini dipicu oleh enzim polifenol oksidase (PPO). Buah apel merupakan salah satu buah yang mudah mengalami perubahan warna menjadi coklat setelah dipotong. Hal ini disebabkan oleh proses oksidasi yang terjadi pada permukaan buah. Browning atau pencoklatan ini menjadi salah satu kelemahan karena memiliki dampak signifikan terhadap nilai jual sehingga mengurangi estetika dan mempengaruhi rasa serta tekstur, hal ini menyebabkan penurunan nilai jual karena konsumen lebih memilih buah yang segar dan menarik. Oksidasi adalah reaksi kimia yang melibatkan pelepasan elektron dari suatu atom atau molekul. Pada buah apel, enzim polifenol oksidase (PPO) bereaksi dengan senyawa fenolik di dalam buah ketika terpapar oksigen. Reaksi ini menghasilkan melanin, pigmen berwarna coklat yang menyebabkan perubahan warna pada permukaan buah. Selain PPO, enzim yang menyebabkan reaksi pencoklatan enzimatis adalah oksidase yang disebut fenolase, fenoloksidase, tirosinase, polifenolase, atau katekolase. Faktor yang mempercepat browning:  Kecepatan browning pada buah apel potong dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: Suhu: Suhu yang hangat mempercepat proses oksidasi. Kadar oksigen: Semakin tinggi kadar oksigen, semakin cepat browning terjadi. Varietas apel: Beberapa varietas apel lebih mudah mengalami browning dibandingkan varietas lainnya. Solusi untuk mencegah browning: Cara untuk mengurangi perubahan warna menjadi coklat dapat dilakukan dengan merendam buah atau sayuran dalam larutan yang mengandung sulfit, asam askorbat, asam sitrat, dan garam. Rendaman ini bertujuan untuk menghambat interaksi antara enzim polifenolase, oksigen, dan senyawa polifenol yang bertanggung jawab atas perubahan warna coklat pada buah dan sayuran. Penggunaan antioksidan melalui perendaman setelah pengupasan dan pemotongan merupakan cara yang umum dalam mengendalikan perubahan warna coklat pada buah dan sayuran. Asam askorbat merupakan salah satu bahan antioksidan yang sering digunakan untuk mencegah perubahan warna coklat. Selain penggunaan antioksidan penyimpanan dalam wadah kedap udara, penggunaan gas inert, dan modifikasi atmosfer dapat dilakukan untuk memperlambat atau pencegah terjadinya proses browning. Referensi: Purwanto, et al. 2016. Penggunaan Asam Askorbat dan Lidah Buaya untuk Menghambat Pencoklatan pada Buah Potong Apel Malang. Jurnal Keteknikan Pertanian. 4(2):203-210

PEYEBAB BROWNING ENZIMATIS PADA BUAH Read More »

Bridging Technology for Humanity
Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Telkom University Purwokerto, Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah, Indonesia

Telp : 0281-641629

Email : bft-pwt@telkomuniversity.ac.id

Telp : 0281-641629

WA  : 0812-2831-9222

Email : info@ittelkom-pwt.ac.id

D3 Teknik Telekomunikasi

S1 Teknik Telekomunikasi

S1 Teknik Elektro

S1 Teknik Biomedis

S1 Desain Komunikasi Visual

S1 Teknik Industri

S1 Teknik Logistik

S1 Bisnis Digital

S1 Desain Produk

S1 Teknik Informatika

S1 Rekayasa Perangkat Lunak

S1 Sistem Informasi

S1 Sains Data

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University Purwokerto

Scroll to Top
Secret Link