Artikel

Sensasi Kedokteran di Teknologi Pangan

Sudah tahu belum foodies, kalau mahasiswa teknologi pangan hampir sama seperti mahasiswa kedokteran? Kira-kira apa yang membuat sensasinya terkesan sama? Yuk Simak penjelasannya Pembelajaran yang dipelajarai oleh mahasiswa teknologi pangan termasuk dalam rumpun ilmu terapan. Materi kuliah mahasiswa teknologi pangan erat sekali membahas tentang beragam ilmu yang dipelajari oleh prodi kimia, biologi, industri, gizi, farmasi, dan juga kedokteran. Dari mata kuliahnya saja sudah menggambarkan kalau teknologi pangan terkesan seperti “kuliah kedokteran”. Semakin meningkatnya semester, mata kuliah yang dipelajari akan semakin kompleks dan akan bersinggungan dengan ilmu klinis. Para mahasiswa teknologi pangan juga akan mendapatkan materi terkait penelitian in vitro dan in vivo yang menggunakan hewan coba, jadi sensasi kedokterannya semakin kerasa nih foodies. Para mahasiswa teknologi pangan bisa membuat skripsi terkait klinis juga foodies. Misalnya, membuat cookies dari tepung pisang kepok dan bagaimana pengaruhnya terhadap penderita diabetes. Metode yang digunakan seringnya pengujian kandungan gizi, analisis indeks glikemik, daya terima pada panelis yang biasanya menggunakan hewan coba seperti mencit. Serta masih banyak lagi mahasiswa teknologi pangan yang sangat inovatif dengan parameter pra klinis lainnya. Dari penjelasan tersebut, tidak heran kalau teknologi pangan sering dijadikan pilihan kedua atau ketiga setelah kedokteran. Referensi: Afifah, D. N. et al., 2020. Analisis Kandungan Zat Gizi, Pati Resisten, Indeks Glikemik, Beban Glikemik dan Daya Terima Cookies Tepung Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Termodifikasi Enzimatis dan Tepung Kacang Hijau (Vigna radiate). Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, IX(3), pp. 101-107.

Sensasi Kedokteran di Teknologi Pangan Read More »

Stunning, Metode Penyembelihan Pada Hewan Ternak

Penyembelihan hewan di Indonesia memiliki 2 metode, yaitu dengan pemingsanan (stunning) dan tanpa pemingsanan (penyembelihan cara Islam). Metode tanpa pemingsanan merupakan metode yang sudah lama digunakan. Namun, metode tersebut memerlukan kemampuan teknis yang lebih tinggi, seperti kemampuan untuk mengetahui posisi hewan yang akan disembelih dan mengawasi proses penyembelihan secara langsung, sehingga beberapa rumah potong hewan lebih memilih menggunakan metode stunning. Stunning merupakan suatu teknik penyembelihan hewan ternak dengan perlakuan hewan tersebut dipingsankan sebelum disembelih. Stunning dilakukan untuk menghindari hewan dari rasa takut, stress, dan tidak menderita sakit. Awal mula stunning diberlakukan pada rumah potong hewan yang sering menyembelih dalam jumlah besar, stunning diterapkan untuk mobilisasi penyembelihan agar lebih mudah, cepat dan efisien. Selain itu, stunning juga dapat meningkatkan mutu daging akibat berkurangnya stress pada hewan yang disembelih. Daging yang dihasilkan lebih lembut, warnanya lebih terang, dan berkualitas.erdapat beberapa metode stunning yang digunakan sesuai dengan jenis hewan yang akan disembelih, antara lain: 1. The Captive Bolt Pistol (CBP) Metode ini dilakukan pada bagian tengkorak hewan. Hewan akan mengalami shok pada otak, membuat hewan tidak sadarkan diri, dan dapat langsung disembelih – Electric Head Only Stunning Dilakukan dengan cara menjepitkan aliran listrik dikepala hewan. Kemudian listrik dialirkan ke alat tersebut dengan tujuan membantu hewan pingsan. Biasanya dilakukan pada hewan berkaki 4, seperti, sapi, kambing, dan domba. – Waterbath Stunning Metode ini sering digunakan untuk ungags, seperti ayam, bebek, atau angsa. Dilakukan dengan cara memasukkan kepala ungags ke dalam air yang telah dialiri listrik. Namun, metode ini perlu dilakukan secara hati-hati karena seringnya hewan justru mati setelah melewati prosedur ini. – Gas Stunning Metode ini dilakukan dengan cara memberikan gas CO2 pada hewan yang akan disembelih sehingga hewan tersebut hilang kesadarannya. Menurut (Husna, 2021) menyebutkan bahwa Hasil Rapat Pokja Komisi Fatwa ICU Bidang Pangan, Obat, dan Kosmetika serta Tim LPPOM ICU pada 12 November 2009 menghasilkan keputusan bahwa stunning yang dilakukan untuk menyederhanakan proses penyembelihan hukumnya adalah sah, dengan ketentuan: 1. Pemingsanan hanya menyebabkan hewan pingsan sementara, tidak menyebabkan kematian dan cedera permanen. 2. bertujuan untuk memfasilitasi penyembelihan. 3. pelaksanaannya sebagai bentuk ihsan, bukan penyiksaan hewan. Referensi: Husna, F., 2021. Stunning Dalam Perspektif Sains dan Islam. Journal of Halal Product and Research, IV(1), pp. 8-13.

Stunning, Metode Penyembelihan Pada Hewan Ternak Read More »

Green Tea Vs Matcha: Serupa Tapi Tak Sama

Dalam dunia teh, dua jenis minuman yang sering kali disamakan namun sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda adalah green tea dan matcha. Meskipun keduanya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, namun proses pengolahan dan cara penyajiannya yang berbeda menciptakan perbedaan yang signifikan dalam rasa, tekstur, dan manfaat kesehatan. Mari kita telusuri perbedaan antara green tea dan matcha yang membuat keduanya serupa tapi tak sama. Asal Usul dan Proses Produksi Green tea adalah salah satu jenis teh yang paling populer di dunia. Proses pembuatannya melibatkan pemetikan daun teh segar, diikuti dengan pengeringan dan pemanasan untuk mencegah oksidasi. Proses ini menjaga daun tetap hijau dan mempertahankan kandungan antioksidan. Green tea umumnya diseduh dengan air panas dan memiliki rasa yang ringan dan segar. Matcha adalah bentuk teh hijau yang sangat halus dan bubuk. Untuk menghasilkan matcha, daun teh yang disebut tencha ditanam dalam kondisi teduh selama beberapa minggu sebelum dipetik. Peneduhan ini meningkatkan produksi klorofil dan asam amino, memberikan warna hijau yang kaya dan rasa khas. Setelah dipetik, daun tencha dikeringkan dan digiling menjadi bubuk halus. Proses peneduhan dan penggilingan ini menghasilkan produk dengan kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan green tea biasa. Rasa dan Aroma Perbedaan utama lainnya antara green tea dan matcha adalah rasa dan aroma. Green tea umumnya memiliki rasa yang lebih ringan dan segar dengan sedikit rasa rumput dan manis alami. Aroma green tea juga cenderung lembut dan menenangkan. Sebaliknya, matcha memiliki aroma yang intens dan rasa yang lebih kuat serta kompleks. Rasa matcha bisa digambarkan sebagai kombinasi antara manis, sedikit pahit, dan umami. Tekstur bubuk matcha yang halus juga memberikan rasa lebih kaya dan creamy. Manfaat Kesehatan Green tea maupun matcha dikenal dengan kandungan antioksidan yang tinggi, terutama katekin yang berperan penting dalam melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan jantung. Namun, karena matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk, seluruh daun teh ditelan, sehingga kandungan nutrisinya lebih tinggi dibandingkan dengan green tea yang hanya diseduh dan daunnya dibuang. Matcha mengandung lebih banyak kafein, kaya akan L-theanine, dan asam amino yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus mental tanpa efek gelisah yang biasanya dikaitkan dengan kafein. Meskipun green tea dan matcha berasal dari tanaman yang sama, perbedaan dalam proses produksi, rasa, manfaat kesehatan, dan cara penyajian membuat keduanya unik. Memilih antara green tea dan matcha tergantung pada preferensi pribadi dan tujuan konsumsi. Green tea menawarkan kesederhanaan dan kesegaran, sementara matcha memberikan keunikan rasa dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Referensi : Atmaja M.I.P., Shabri, Harianto A, Maulana H, Rohdiana D. J. Teknologi dan Industri Pangan. Vol. 29(1):77-84 Dalam dunia teh, dua jenis minuman yang sering kali disamakan namun sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda adalah green tea dan matcha. Meskipun keduanya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, namun proses pengolahan dan cara penyajiannya yang berbeda menciptakan perbedaan yang signifikan dalam rasa, tekstur, dan manfaat kesehatan. Mari kita telusuri perbedaan antara green tea dan matcha yang membuat keduanya serupa tapi tak sama. Asal Usul dan Proses Produksi Green tea adalah salah satu jenis teh yang paling populer di dunia. Proses pembuatannya melibatkan pemetikan daun teh segar, diikuti dengan pengeringan dan pemanasan untuk mencegah oksidasi. Proses ini menjaga daun tetap hijau dan mempertahankan kandungan antioksidan. Green tea umumnya diseduh dengan air panas dan memiliki rasa yang ringan dan segar. Matcha adalah bentuk teh hijau yang sangat halus dan bubuk. Untuk menghasilkan matcha, daun teh yang disebut tencha ditanam dalam kondisi teduh selama beberapa minggu sebelum dipetik. Peneduhan ini meningkatkan produksi klorofil dan asam amino, memberikan warna hijau yang kaya dan rasa khas. Setelah dipetik, daun tencha dikeringkan dan digiling menjadi bubuk halus. Proses peneduhan dan penggilingan ini menghasilkan produk dengan kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan green tea biasa. Rasa dan Aroma Perbedaan utama lainnya antara green tea dan matcha adalah rasa dan aroma. Green tea umumnya memiliki rasa yang lebih ringan dan segar dengan sedikit rasa rumput dan manis alami. Aroma green tea juga cenderung lembut dan menenangkan. Sebaliknya, matcha memiliki aroma yang intens dan rasa yang lebih kuat serta kompleks. Rasa matcha bisa digambarkan sebagai kombinasi antara manis, sedikit pahit, dan umami. Tekstur bubuk matcha yang halus juga memberikan rasa lebih kaya dan creamy. Manfaat Kesehatan Green tea maupun matcha dikenal dengan kandungan antioksidan yang tinggi, terutama katekin yang berperan penting dalam melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan jantung. Namun, karena matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk, seluruh daun teh ditelan, sehingga kandungan nutrisinya lebih tinggi dibandingkan dengan green tea yang hanya diseduh dan daunnya dibuang. Matcha mengandung lebih banyak kafein, kaya akan L-theanine, dan asam amino yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus mental tanpa efek gelisah yang biasanya dikaitkan dengan kafein. Meskipun green tea dan matcha berasal dari tanaman yang sama, perbedaan dalam proses produksi, rasa, manfaat kesehatan, dan cara penyajian membuat keduanya unik. Memilih antara green tea dan matcha tergantung pada preferensi pribadi dan tujuan konsumsi. Green tea menawarkan kesederhanaan dan kesegaran, sementara matcha memberikan keunikan rasa dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Referensi : Atmaja M.I.P., Shabri, Harianto A, Maulana H, Rohdiana D. J. Teknologi dan Industri Pangan. Vol. 29(1):77-84

Green Tea Vs Matcha: Serupa Tapi Tak Sama Read More »

Fruit Leather Si Camilan Sehat dan Praktis

Fruit leather merupakan salah satu camilan sehat yang semakin populer dikalangan Masyarakat modern. Fruit leather terbuat dari bubur buah atau sayur segar yang diolah dengan metode hidrasi (pengeringan) untuk menghasilkan lembaran tipis menyerupai kulit serta dapat digulung, sehingga fruit leather menjadi produk pangan sehat karena tidak ada penambahan bahan aditif. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai fruit leather, mulai dari Sejarah, cara pembuatan dan manfaat untuk Kesehatan. Sejarah Fruit Leather Fruit leather atau sering disebut dengan roll up buah, telah ada sejak jaman kuno. Camilan ini diyakini berasal dari Timur Tengah dan Asia dimana buah-buahan segar dihasilkan dan dijemur dibawah sinar matahari hingga kering. Proses ini memungkinkan buah untuk disimpan dalam waktu yang lebih lama tanpa kehilangan rasa dan nutrisinya. Dalam beberapa dekade terakhir, fruit leather mulai populer di amerika serikat dan negara – negara Barat lainya sebagai camilan sehat dan praktis. Pembuatan Fruit Leather Manfaat Fruit Leather untuk Kesehatan Dengan proses pembuatan yang relatif sederhana dan manfaat kesehatan yang melimpah, fruit leather menjadi pilihan camilan yang sangat menarik. Kelezatan dan kepraktisannya membuat fruit leather cocok untuk segala usia, serta menjadi alternatif yang sehat dibandingkan camilan-camilan konvensional yang sering kali tinggi gula dan bahan pengawet. Jadi mau coba buat fruit leather sendiri gak nih??? Referensi : Taswin N.S., Asmawati, Heryani S. 2022. Kajian Literatur Pembuatan Fruit Leather dari Labu Kuning dan Wortel. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 7(3):263-269.

Fruit Leather Si Camilan Sehat dan Praktis Read More »

Crab Stick Tapi Bukan Kepiting, Terbuat Dari Apasih?!

Hi, foodies, tahukah kamu kalau crab stick sebenarnya tidak terbuat dari kepiting? Yuk Simak penjelasannya! Makanan beku atau frozen food telah ada dan dikenal sejak 3000 tahun sebelum Masehi, diawali dari masyarakat Cina kuno dan Romawi yang menggunakan es atau salju untuk membekukan makanan. Kini, frozen food menjadi makanan andalan bagi mereka yang memiliki waktu terbatas untuk mengolah makanan. Hal ini terus mendorong variasi produk frozen food dari hari ke hari. Menurut BPOM pada tahun 2021, selama pandemi 55% masyarakat Indonesia lebih sering mengonsumsi frozen food karena dinilai lebih praktis dan tahan lama. Frozen food tersebut juga dapat menjadi sumber protein hewani yang memenuhi gizi seimbang. Salah satau frozen food yang sering dijadikan topping dalam suatu makanan adalah crab stick. Meskipun memiliki nama crab stick, bahan baku crab stick sendiri tidak murni dari daging kepiting. Crab stik merupakan salah satu bentuk diversifikasi pangan yang berbahan baku surimi. Surimi merupakan protein miofibril dari ikan daging putih seperti pollock fish. Surimi diolah melalui beberapa tahapan, dimulai dari pemotongan kepala, pembuangan isi perut, filleting, penghilangan tulang dan duri. Daging ikan kemudian dicuci berulang kali, ditekan, dicampur dengan krioprotektan, dan dibekukan. Jadi, surimi tidak hanya dijadikan crab stick tetapi juga dapat dijadikan chikuwa, tempura, sosis, dan sejenisnya. Pada crab stick, surimi dan bahan-bahan lainnya akan ditambahkan juga ekstrak rasa kepiting yang sudah ditakar sehingga rasanya menyerupai daging kepiting. Meskipun demikian, dalam 100gram crab stick memiliki protein sebesar 7,6gram dan lemak 0,4 gram. Tetapi foodies, seperti pangan olahan lainnya crab stick juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan agar tidak berdampak negatif bagi tubuh. Referensi: Putranti, R. T., Anggo, A. D. & Fahmi, A. S., 2020. Pengaruh Surimi Dari Ikan Swanggi (Priacanthus sp.), Ikan Kurisi (Nemipterus sp.), dan Ikan Kuniran (Upeneus sp.) Terhadap Karakteristik Cumi-Cumi Analog. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan, II(1), pp. 43-53.

Crab Stick Tapi Bukan Kepiting, Terbuat Dari Apasih?! Read More »

TEKNOLOGI PANGAN DAN ILMU PANGAN APA BEDANYA?

Hi foodies…. Sudah tahu belum apa perbedaan teknologi pangan dan ilmu pangan? meskipun sama-sama tentang pangan tapi teknologi pangan dan ilmu pangan membahas hal yang berbeda loh, yuk simak apa saja perbedaanya. Ilmu pangan merupakan ilmu yang mempelajari mempelajari tentang kandungan dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh makanan bagi manusia. Ilmu pangan lebih memfokuskan pada teori dan prinsip dasar atau sifat dan perilaku makanan. Ilmu pangan sering diaplikasikan dalam peningkatan baik untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya tahan makanan. Kemudian jika di dunia perkuliahan ilmu pangan lebih banyak mempelajari biologi, kimia, fisika, dan mikrobiologi. Lulusan ilmu pangan dapat bekerja pada industri makanan, farmasi, dan bioteknologi. Teknologi pangan adalah implementasi teknologi dalam menghasilkan produk pangan yang berkualitas dan aman. Pokok bahasan teknologi pangan adalah proses pengolahan, pengawetan, dan distribusi makanan dengan menerapkan aplikasi teknologi dalam setiap pemrosesan.

TEKNOLOGI PANGAN DAN ILMU PANGAN APA BEDANYA? Read More »

TAHUKAH KAMU APA ITU LARUTAN DAN KONSENTRASI? LALU BAGAIMANA CARA MEMBUATNYA?

Larutan dan konsentrasi merupakan 2 hal yang berkesinambungan karena pada dasarnya suatu larutan pasti akan memiliki konsentrasi.  Dalam dunia pangan larutan dan konsentrasi selalu digunakan dalam aplikasi pengolahan suatu produk pangan. Lalu apakah larutan dan konsentrasi? Larutan merupakan merupakan campuran homogen dari 2 zat atau lebih. Zat yang jumlahnya lebih sedikit dari zat lainnya dinamakan zat terlarut dan zat yang jumlahnya lebih banyak dinamakan pelarut.  Larutan ada yang encer dan pekat, dimana larutan dikatakan encer ketika jumlah zat terlarutnya lebih sedikit dibandingkan pelarutnya. Sedangkan larutan dikatakan pekat ketika jumlah zat terlarutnya lebih banyak dari pelarut. Konsentrasi merupakan suatu ukuran dari jumlah zat yang terlarut di dalam larutan. Dapat dikatakan bahwa ketika seseorang akan membuat suatu larutan maka perlu diketahui berapa konsentrasi yang akan dibuat. Konsentrasi larutan dapat dihitung menggunakan rumus mol, Molaritas, ppm, ppb, dan masih banyak lainnya. Lalu bagaimana cara membuat larutan yang memiliki konsentrasi? Misalkan seorang praktikan ingin membuat larutan NaOH dengan konsentrasi 2 Molaritas yang dilarutkan dalam 100 ml aquades. Maka cara menghitungnya yaitu menggunakan rumus: Sehingga dari perhitungan tersebut praktikan perlu menimbang 8 gram NaOH kemudian dilarutkan dalam 100 ml aquades hingga homogen sehingga jadilah larutan NaOH konsentrasi 2 Molaritas. Referensi: Setiawati, M., Martini, R. A. S. & Nurulita, R., 2022. Variasi Molaritas NaOH dan Alkali Aktivator Beton Geopolimer. Jurnal Deformasi, VII(1), pp. 56-64.

TAHUKAH KAMU APA ITU LARUTAN DAN KONSENTRASI? LALU BAGAIMANA CARA MEMBUATNYA? Read More »

MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN LOLOS PENDANAAN P2MW

P2MW atau Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha merupakan program yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek tentang program pengembangan usaha yang dimiliki mahasiswa melalui bantuan dana pengembangan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan dan pelatihan usaha kepada mahasiswa. Berdasarkan nomor surat: 3127/E2/KM.01.01/2023 perihal Penerima Bantuan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2023 yang dikeluarkan pada tanggal 19 Juni 2023 oleh kemndikbudristek mengumumkan bahwa Institut Teknologi Telkom Purwokerto berhasil memperoleh pendanaan sebanyak 13 proposal. Salah satu mahasiswa teknologi pangan berhasil lolos pendanaan dengan judul “Optimalisasi Pengembangan Industri Sablon Desain Graffity Fun Art dengan Unsur Budaya Nusantara Berbasis Teknologi Informasi CENTRAL SABLON”. Seli mengungkapkan bahwa judul yang dibuat didasarkan pada dunia fashion yang saat ini semakin marak digandrungi dan banyak gen Z yang tidak terlalu mengenal dengan kebudayaan nusantara sehingga kami melihat peluang tersebut dan mencoba mengkolaborasikan antara produk fashion dengan kebudayaan nusantara. Seli dan tim mendesain sendiri grafitti fun art untuk kaos dengan unsur kebudayaan nusantara kemudian menyablon sendiri kaosnya. Sebelumnya, seli dan tim telah mensurvei beberapa produsen untuk bahan kaos kami supaya bahan yang dipakai berkualitas dan juga survei beberapa alat sablon sehingga nanti gambar yang dihasilkan tidak cepat luntur dan bagus. Konsumen juga bisa berinovasi desain seperti apa yang diinginkan kemudian kami akan membuat desainnya tanpa meninggalkan kesan unsur nusantara nantinya. Pada P2MW, Seli berperan menjadi model untuk mempromosikan produk yang kami buat. Harapannya seli dapat memberikan kesan new face atau fresh look sehingga menarik konsumen. Kami juga akan memadukan produk kaos kami dengan gaya ootd terkini sehingga makin banyak gen z yang melirik dan produk tidak terkesan monoton. Dengan produk yang telah dibuat gen z masih bisa eksis bergaya dan juga tahu tentang budaya nusantara. Menurutnya kegiatan ini dapat menjadi langkah untuk pengembangan diri dan akan terus mencoba hal-hal baru agar menambah pengalaman serta wawasan. Referensi: https://kesejahteraan.kemdikbud.go.id/p2mw#:~:text=P2MW%20merupakan%20program%20pengembangan%20usaha,usaha%20kepada%20mahasiswa%20peserta%20P2MW.

MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN LOLOS PENDANAAN P2MW Read More »

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN FUNGSIONAL KOMBUCHA DAN DIGITAL MARKETING OLEH DOSEN TEKNOLOGI PANGAN

Pengabdian kepada Masyarakat merupakan kegiatan pengamalan IPTEKS yang dilakukan oleh perguruan tinggi kepada masyarakat yang membutuhkannya, dalam upaya mensukseskan pembangunan dan mengembangkan manusia pembangunan menuju tercapainya manusia Indonesia yang maju, adil dan sejahtera tanpa mengharapkan imbalan apapun. Pada tanggal 10 Mei 2024, dosen teknologi pangan Ibu Faizah S.TP., M.Si  melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Cirebon, Jawa barat bersama anggotanya yaitu  Ibu Ajeng Dyah Kurniawati S.TP., M.Sc, dan 2 mahasiswa teknologi pangan M. Tata Awaludin dan Rhafi. Pengabidan masyarakat tersebut mengusung tema sosialisasi pola hidup sehat, pelatihan pembuatan minuman fungsional kombucha dan digital marketing. Persiapan proses pengabdian masyarakat tersebut dilakukan selama hampir 3 bulan meliputi, sosialisasi pembuatan kombucha, pelatihan pembuatan kombucha, sosialisasi digital marketing untuk produk kombucha, pembagian starter SCOBY, dan dilakukan pre test dan post test untuk mengevaluasi pemahaman peserta terhadap materi pembuatan kombucha. Sasaran dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut merupakan Ibu-Ibu PKK. Kegiatan pertama yang dilakukan yaitu pre test, sosialisasi pembuatan kombucha, mendemonstrasikan pembuatankombucha, bagaimana pemilihan teh terbaiknya, takaran gula, lama fermentasi, dan juga takaran-takaran tiap formulasi kombucha. Selain itu, Tim pengabdian masyarakat juga memaparkan manfaat kombucha bagi tubuh. Tak sampai disitu, tim pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Ibu Faizah juga memberikan cendera mata berupa minuman kombucha dan SCOBY atau starter yang digunakan untuk poembuatan kombucha kepada peserta dengan tujuan peserta mampu membuat kombucha sendiri di rumah. Menurut Tata selaku anggota, kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat menyenangkan karena antusiasme peserta yang menerima dengan baik acara tersebut. Tata berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang telah disampaikan terkait pembuatan kombucha. Referensi: Emilia, H., 2022. Bentuk dan Sifat Pengabdian Masyarakat Yang Diterapkan Oleh Perguruan Tinggi. PKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka, II(3), pp. 122-130.

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN FUNGSIONAL KOMBUCHA DAN DIGITAL MARKETING OLEH DOSEN TEKNOLOGI PANGAN Read More »

EDIBLE COATING : Inovasi Untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah

kombinasi dari bahan-bahan tersebut. Polimer alami ini dipilih karena sifatnya yang aman, biodegradable, dan ramah lingkungan. Bahan dan Metode Pembuatan Edible Coating Beberapa bahan yang umum digunakan dalam pembuatan edible coating meliputi: Protein: Contohnya adalah kasein, whey protein, dan gelatin. Protein membentuk film yang kuat dan fleksibel, serta memiliki sifat penghalang yang baik terhadap gas. Karbohidrat: Seperti pati, pektin, dan kitosan. Karbohidrat efektif dalam membentuk lapisan yang mengurangi kehilangan air dan memperlambat respirasi buah. Lipid: Misalnya lilin lebah dan asam lemak. Lipid memiliki sifat penghalang yang baik terhadap uap air, sehingga membantu mengurangi kehilangan kelembaban pada buah. Proses pembuatan edible coating melibatkan pencampuran bahan-bahan tersebut dengan pelarut (seperti air atau alkohol) dan aditif (seperti plasticizer untuk meningkatkan fleksibilitas). Campuran ini kemudian diaplikasikan pada permukaan buah dengan cara mencelupkan, menyemprot, atau mengoleskan, dan dikeringkan untuk membentuk lapisan tipis. Manfaat Edible Coating Penggunaan edible coating pada buah-buahan menawarkan beberapa manfaat, di antaranya: Memperpanjang Umur Simpan: Edible coating memperlambat proses respirasi dan transpirasi, serta mengurangi aktivitas mikroorganisme penyebab pembusukan, sehingga memperpanjang umur simpan buah. Meningkatkan Kualitas Buah: Dengan mengurangi kehilangan air dan melindungi dari kerusakan fisik, edible coating membantu mempertahankan tekstur, warna, dan rasa buah. Keamanan dan Ramah Lingkungan: Bahan-bahan yang digunakan aman untuk dikonsumsi dan biodegradable, sehingga tidak menimbulkan masalah lingkungan. Penghantaran Bahan Aktif: Edible coating dapat diperkaya dengan bahan aktif seperti antioksidan, antimikroba, dan vitamin untuk meningkatkan nilai gizi dan melindungi buah dari oksidasi dan serangan mikroba. Kekurangan dan Tantangan Meskipun menawarkan banyak manfaat, penggunaan edible coating juga memiliki beberapa kekurangan dan tantangan: Biaya Produksi: Proses pembuatan edible coating bisa lebih mahal dibandingkan dengan pengawet sintetis konvensional, terutama dalam skala besar. Kompatibilitas: Tidak semua buah cocok dengan semua jenis edible coating. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan kombinasi bahan yang optimal untuk berbagai jenis buah. Persepsi Konsumen: Edukasi dan penerimaan konsumen terhadap produk dengan edible coating masih menjadi tantangan. Konsumen perlu diyakinkan bahwa edible coating aman dan bermanfaat. Edible coating adalah inovasi yang menjanjikan untuk memperpanjang umur simpan buah dan menjaga kualitasnya. Meskipun masih menghadapi beberapa tantangan, perkembangan teknologi dan penelitian yang berkelanjutan di bidang ini diharapkan dapat mengatasi hambatan tersebut dan memberikan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi industri pangan. Dengan demikian, edible coating berpotensi menjadi alat penting dalam mengurangi pemborosan makanan dan mendukung keberlanjutan pangan di masa depan. Referensi : Khairun nisah & Yati Mardianti Barat. (2019). Efek Edible Coating Pada Kualitas Alpokat (Persea America Mill ) Selama Penyimpanan. Amina (Ar-Raniry Chemistry Journal). 1(1):11-17.

EDIBLE COATING : Inovasi Untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Read More »

Bridging Technology for Humanity
Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Telkom University Purwokerto, Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah, Indonesia

Telp : 0281-641629

Email : bft-pwt@telkomuniversity.ac.id

Telp : 0281-641629

WA  : 0812-2831-9222

Email : info@ittelkom-pwt.ac.id

D3 Teknik Telekomunikasi

S1 Teknik Telekomunikasi

S1 Teknik Elektro

S1 Teknik Biomedis

S1 Desain Komunikasi Visual

S1 Teknik Industri

S1 Teknik Logistik

S1 Bisnis Digital

S1 Desain Produk

S1 Teknik Informatika

S1 Rekayasa Perangkat Lunak

S1 Sistem Informasi

S1 Sains Data

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University Purwokerto

Scroll to Top
Secret Link