Artikel

PENGABDIAN MASYARAKAT: DOSEN TEKNOLOGI PANGAN MELAKUKAN SOSIALISASI KEAMANAN PANGAN DI UKM YOGHURT SEHATI PURWOKERTO

Pada tanggal 20 Agustus 2024, UKM Yoghurt Sehati di Purwokerto menjadi tuan rumah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi oleh Dosen Teknologi Pangan yaitu, Ibu Nurul Latifasari, S.TP., M.P bersama mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan. Kegiatan ini dihadiri oleh lima peserta yang merupakan karyawan UKM Yoghurt Sehati, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman mereka mengenai keamanan pangan dalam proses produksi yoghurt. Pentingnya Keamanan Pangan dalam Produksi Yoghurt Keamanan pangan merupakan salah satu aspek yang sangat krusial dalam industri pengolahan makanan, termasuk produksi yoghurt. Bahan baku yang berkualitas tinggi, proses pengolahan yang higienis, dan penanganan yang benar dapat mencegah kontaminasi dan memastikan produk yang aman bagi konsumen. Inilah yang menjadi fokus utama dalam sosialisasi yang dilaksanakan di UKM Yoghurt Sehati. Ibu Nurul Latifasari menjelaskan secara rinci tentang berbagai potensi bahaya yang bisa terjadi selama proses produksi, seperti kontaminasi mikroba dari lingkungan, peralatan yang tidak steril, hingga risiko kontaminasi silang antara bahan baku dan produk akhir. Materi Sosialisasi: Dari Bahan Baku hingga Fermentasi Dalam sosialisasi ini, karyawan UKM diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya penanganan bahan baku secara benar. Bahan baku seperti susu segar yang menjadi komponen utama yoghurt harus ditangani dengan baik untuk memastikan tidak terkontaminasi oleh bakteri patogen yang dapat merusak kualitas produk dan mengancam kesehatan konsumen. Selain itu, proses fermentasi yoghurt juga menjadi salah satu topik penting yang dibahas mengenai pentingnya menjaga suhu dan waktu fermentasi yang tepat. Partisipasi Aktif dan Diskusi Interaktif Para karyawan tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengajukan berbagai pertanyaan terkait masalah-masalah praktis yang mereka hadapi dalam produksi sehari-hari. Diskusi ini membuka ruang bagi para karyawan untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi selama bekerja di UKM. Dengan demikian, materi yang disampaikan menjadi lebih relevan dan aplikatif, membantu para peserta menerapkan ilmu yang mereka dapatkan dalam pekerjaan sehari-hari. Dampak dan Harapan dari Sosialisasi Sosialisasi ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi UKM Yoghurt Sehati, terutama dalam meningkatkan standar keamanan pangan dalam proses produksi mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang cara-cara menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi, para karyawan diharapkan mampu menghasilkan produk yoghurt yang tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan berkualitas tinggi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Ibu Nurul Latifasari berharap UKM Yoghurt Sehati dapat terus berkembang dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.

PENGABDIAN MASYARAKAT: DOSEN TEKNOLOGI PANGAN MELAKUKAN SOSIALISASI KEAMANAN PANGAN DI UKM YOGHURT SEHATI PURWOKERTO Read More »

KARMIN, PEWARNA ALAMI DARI HEWAN

Sejak zaman dahulu, manusia selalu memanfaatkan kekayaan alam di sekitarnya. Salah satu contohnya adalah penggunaan pewarna alami dari tumbuhan seperti daun suji, kunyit, dan daun pandan untuk mempercantik makanan dan tekstil. Pewarna alami ini tidak hanya memberikan warna yang indah, tetapi juga kaya akan nutrisi dan aman bagi tubuh. Senyawa-senyawa alami yang terkandung di dalamnya, seperti kurkumin pada kunyit, memberikan manfaat antioksidan dan antiinflamasi. Selain berasal dari tumbuhan, pewarna alami juga dapat dihasilkan dari makhluk hidup lain. Salah satu contoh yang menarik adalah serangga Cochineal. Serangga kecil ini hidup menempel pada kaktus pir berduri dan menghasilkan pigmen merah tua yang disebut karmin. Proses pembuatan pewarna karmin cukup unik. Setelah dipanen, serangga Cochineal dikeringkan dan digiling hingga menjadi serbuk halus. Serbuk karmin ini kemudian dicampurkan dengan larutan alkohol asam untuk menghasilkan warna merah cerah yang intens. Komponen utama dalam pembuatan warna karmin adalah asam karminat. Asam karminat hanya dimiliki oleh serangga Cochineal betina yang terletak pada hemolimfa dan telurnya. Penggunaan karmin dalam industri, sebagai berikut: Sejak tahun 1988, regulasi penggunaan pewarna alami karmin di Indonesia telah mengalami evolusi yang signifikan. Awalnya terbatas hanya pada produk yoghurt, kini karmin telah merambah berbagai sektor industri. Fleksibilitas regulasi yang semakin inklusif ini membuka peluang bagi inovasi produk yang lebih beragam, namun tetap mengutamakan keamanan konsumen. Penggunaan karmin  dalam berbagai industri, sebagai berikut: Makanan dan Minuman: Karmin digunakan untuk memberikan warna merah pada berbagai jenis makanan dan minuman, seperti permen, makanan ringan, yoghurt, es krim, dan produk olahan lainnya. Tekstil: Karmin digunakan untuk memberikan warna merah pada kain, sebagai alternatif alami untuk pewarna sintetis. Kosmetik: Karmin digunakan dalam kosmetik, seperti pelembab kulit, body lotion, dan make-up seperti eyeshadow Referensi: Ramadhani, L. et al., 2024. Analisis Hukum Penggunaan Pewarna Karmin (Telaah Atas Fatwa Mui dan Lajnah Bahtsul Masa’il Nu). An-Natiq Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, IV(1), pp. 56-70.

KARMIN, PEWARNA ALAMI DARI HEWAN Read More »

MENGENAL LEBIH DEKAT PORANG DAN POTENSINYA

Hi foodies!!! Kenalan yuk sama umbi porang, ternyata potensinya luar biasa, lho! Umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) adalah salah satu kekayaan alam Indonesia yang patut kita banggakan. Tanaman yang satu ini memiliki produktivitas tinggi, mencapai 8.704 ton per tahun. Porang merupakan tumbuhan semak yang memiliki tinggi mencapai 150 cm dengan umbi yang terdapat dalam tanah. Ciri khas umbi porang adalah batangnya yang halus dan dan tidak bergerigi, diameternya bisa mencapai 25 cm tergantung pada kesuburan tanaman. Umbi porang saat ini tengah menjadi primadona di dunia pertanian. Kaya akan glukomanan, sejenis polisakarida yang mudah larut dalam air dan dikategorikan sebagai serat pangan, umbi ini menawarkan potensi yang sangat besar. Glukomanan tidak hanya memberikan manfaat signifikan dalam industri pangan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan manusia diantaranya, sebagai berikut: Mengurangi risiko diabetes Glukomanan membantu mengendalikan kadar gula darah dengan menyerap gula diusus dan mencegah penyerapan gula yang berlebihan ke dalam darah. Mengontrol kadar gula darah Glukomanan membentuk jel yang berfungsi sebagai lapisan pembatas pada usus, sehingga penyerapan gula diusus terhambat dan kadar gula darah terjaga. Mengatasi sembelit Glukomanan menyerap air dan membentuk jel, yang membuat feses mudah terdorong dan keluar, sehingga mengatasi sembelit. Mengurangi berat badan Glukomanan membentuk jel yang membuat perut penuh lebih lama, sehingga dapat membantu dalam program diet dan menurunkan berat badan. Bahan tambahan pangan yang sehat Glukomanan dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan yang sehat karena rendah kalori dan bebas gluten, serta masih banyak manfaat lain dari glukomanan. Fleksibilitas umbi porang dalam diolah menjadi berbagai macam produk pangan telah membuka cakrawala baru dalam industri kuliner. Mulai dari tepung yang serbaguna, mi rendah kalori, hingga makanan ringan yang sehat, porang telah menjadi bahan baku utama. Diversifikasi produk ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah bagi petani, tetapi juga memperkaya pilihan konsumen yang semakin sadar akan pentingnya makanan sehat dan alami. Keunggulan umbi porang tidak hanya terletak pada kandungan nutrisinya, tetapi juga pada fleksibilitasnya sebagai bahan baku industri. Serat porang yang kaya akan glukomanan dapat diekstrak dan diolah menjadi berbagai produk, mulai dari kertas yang kuat dan tahan lama hingga cat dengan tekstur yang halus. Konjac pada porang juga dapat menggantikan agar-agar dalam pembuatan makanan dan minuman, memberikan tekstur yang kenyal dan lezat. Bahkan, dalam industri farmasi, lem alami porang digunakan sebagai bahan pembentuk kapsul obat karena sifatnya yang tidak berbau dan daya rekatnya yang kuat. Proses pembuatan kapsul obat dari porang pun relatif sederhana, sehingga dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan sintetis. Referensi: Putria, P. A. V. S., 2022. Manfaat dan Pengembangan Teknologi Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Melalui Metode Pengeringan. USADHA: Jurnal Integrasi Obat Tradisional, II(1), pp. 26-30. Sumartini, E. Y., Rustamsyah, A., Perdana, F. & Khairunnisa, A., 2023. Kajian Pemanfaatan Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri ) Dalam Bidang Pangan dan Kesehatan. Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian, V(1), pp. 24-29.

MENGENAL LEBIH DEKAT PORANG DAN POTENSINYA Read More »

Produk GMO: Inovasi Teknologi dalam Pertanian dan Pangan

Apa Itu GMO? Genetically Modified Organisms (GMO) adalah organisme yang telah dimodifikasi secara genetis melalui teknik rekayasa genetika. Teknologi ini memungkinkan untuk menyisipkan, menghapus, atau mengubah gen dalam DNA suatu organisme untuk menghasilkan sifat-sifat yang diinginkan. Misalnya, tanaman dapat direkayasa untuk menjadi lebih tahan terhadap hama, penyakit, atau kondisi lingkungan yang ekstrem, dan meningkatkan kualitas gizi. Kontroversi dan Kekhawatiran Namun, penggunaan GMO juga menimbulkan sejumlah kontroversi. Kritikus berpendapat bahwa GMO dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Beberapa studi mengindikasikan potensi risiko alergi dan resistensi antibiotik akibat konsumsi pangan GMO. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa tanaman GMO dapat mengganggu ekosistem alami dan mengurangi keanekaragaman hayati. Regulasi dan Persepsi Publik Regulasi mengenai GMO bervariasi di berbagai negara. Beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Kanada memiliki regulasi yang relatif longgar, sementara negara-negara Eropa cenderung lebih ketat. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatur penggunaan GMO dalam pangan dan obat-obatan, dengan fokus pada keamanan konsumen. Persepsi publik terhadap GMO juga bervariasi, beberapa konsumen menerima GMO sebagai bagian dari inovasi teknologi, sementara yang lain tetap skeptis dan memilih produk organik. Edukasi dan transparansi informasi menjadi kunci untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap GMO. Poduk GMO Jagung Bt: Jagung ini telah dimodifikasi untuk mengandung gen dari bakteri Bacillus thuringiensis (Bt), yang menghasilkan protein beracun bagi serangga tertentu tetapi aman bagi manusia. Jagung Bt membantu petani mengurangi penggunaan pestisida. Kedelai Tahan Herbisida: Kedelai ini telah dimodifikasi untuk tahan terhadap herbisida tertentu, sehingga petani dapat mengontrol gulma tanpa merusak tanaman utama. Padi Emas (Golden Rice): Padi ini mengandung gen yang meningkatkan produksi beta-karoten, prekursor vitamin A, membantu mengatasi masalah kekurangan vitamin A di negara-negara berkembang. Tomat Flavr Savr: Tomat ini dimodifikasi untuk memiliki masa simpan yang lebih lama dan lebih tahan terhadap pembusukan. Semangka tanpa biji: Semangka tanpa biji dihasilkan melalui persilangan antara semangka diploid (dua set kromosom) dan tetraploid (empat set kromosom), menciptakan semangka triploid yang tidak dapat berkembang biak secara normal, sehingga tidak menghasilkan biji. Referensi: Yuwono Prianto & Swara Yudhasasmita. 2017. Tanaman Genetically Modified Organism (GMO) Dan Perspektif Hukumnya Di Indonesia. Journal Of Biology. 10(2):132-142 Mahrus. 2014. Kontroversi Produk Rekayasa Genetika Yang Dikonsumsi Masyarakat. Jurnal Biologi Tropis.14(2):108-119

Produk GMO: Inovasi Teknologi dalam Pertanian dan Pangan Read More »

Transglutaminase: Enzim Perekat dalam Industri Daging

Dalam industri daging, inovasi teknologi berperan penting dalam meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses produksi. Salah satu inovasi terbaru yang menarik perhatian adalah penggunaan enzim transglutaminase. Dikenal juga sebagai “lem daging” atau “meat glue,” enzim ini telah menjadi alat yang sangat berharga dalam mengolah daging. Artikel ini akan membahas bagaimana transglutaminase bekerja, manfaat penggunaannya, serta tantangan yang dihadapinya dalam industri pangan.  Apa itu Transglutaminase? Transglutaminase adalah enzim yang secara alami ditemukan dalam tubuh manusia dan hewan, serta dalam beberapa organisme lain. Enzim ini berfungsi untuk membentuk ikatan silang antara protein dengan menghubungkan asam amino glutamin dan lisin. Dalam konteks industri pangan, transglutaminase digunakan untuk mengikat potongan-potongan daging menjadi satu kesatuan yang padat dan menyatu. Cara Kerja Transglutaminase Transglutaminase bekerja dengan cara membentuk ikatan kovalen antara protein-protein dalam daging. Ketika enzim ini diterapkan pada potongan daging, ia menyebabkan terbentuknya jembatan protein yang kuat, sehingga potongan-potongan daging yang terpisah dapat menyatu dengan baik. Proses ini tidak hanya memperkuat tekstur daging, tetapi juga meningkatkan kekenyalan dan keseragaman produk akhir. Manfaat Penggunaan Transglutaminase Efisiensi Produksi: Dengan menggunakan transglutaminase, potongan-potongan kecil daging yang biasanya terbuang dapat disatukan menjadi produk yang bernilai tinggi, mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi produksi. Kualitas Konsisten: Produk daging yang dihasilkan dengan transglutaminase memiliki tekstur dan kekenyalan yang konsisten, sehingga konsumen mendapatkan pengalaman makan yang lebih baik. Fleksibilitas Produk: Transglutaminase memungkinkan produsen untuk menciptakan berbagai bentuk dan ukuran produk daging, sesuai dengan kebutuhan pasar dan preferensi konsumen. Penggunaan Berbagai Jenis Daging: Enzim ini dapat digunakan pada berbagai jenis daging, termasuk ayam, sapi, babi, dan ikan, sehingga memberikan fleksibilitas dalam aplikasi produk. Tantangan dan Kontroversi Meskipun transglutaminase menawarkan banyak manfaat, penggunaannya tidak lepas dari kontroversi dan tantangan. Beberapa isu yang sering dibahas antara lain: Keamanan Pangan: Penggunaan transglutaminase harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Potensi kontaminasi silang dan pertumbuhan bakteri patogen harus diwaspadai. Etika dan Transparansi: Beberapa konsumen merasa bahwa penggunaan “lem daging” adalah praktik yang tidak etis jika tidak diinformasikan dengan jelas. Transparansi dalam pelabelan produk sangat penting untuk menjaga kepercayaan konsumen. Regulasi: Regulasi penggunaan transglutaminase bervariasi di berbagai negara. Produsen harus memastikan bahwa mereka mematuhi peraturan setempat untuk penggunaan enzim ini. Transglutaminase membawa harapan baru dalam dunia pengolahan daging, dengan pendekatan yang tepat transglutaminase dapat memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas industri pangan, sekaligus memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen modern. Referensi: Anantya Yhodha Mayashopha, Fitria Herfianita, Aji Sutrisno. 2015. Aplikasi Enzim Transglutaminase Pada Produk Pangan: Kajian Pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3(3):1145-1151

Transglutaminase: Enzim Perekat dalam Industri Daging Read More »

KEJU TANPA SUSU? EMANG BISA?

Keju tanpa susu? Bagi sebagian orang, mungkin terdengar asing. Masyarakat sudah terbiasa dengan pengertian keju merupakan produk olahan susu sapi. Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pola makan nabati dan beragamnya pilihan produk makanan, keju tanpa susu semakin populer. Keju tanpa susu atau sering disebut plant-based cheese merupakan keju yang terbuat dari bahan non-diary. Alternatif pengganti susu sapi seperti, sari kacang mete, almond, atau kedelai sering digunakan dalam pembuatan plant-based cheese. Selain kandungan proteinnya yang tinggi, kacang-kacangan juga mengandung lemak sehat yang memberikan rasa creamy pada plant-based cheese. Selain itu, kacang-kacangan juga kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Dalam proses produksi, plant-based cheese umumnya lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan keju susu sapi. Proses pembuatan plant-based cheese memiliki perbedaan dengan keju susu sapi. Jika keju susu sapi menggunakan enzim rennet untuk menggumpalkan kasein, plant-based cheese memanfaatkan bakteri asam laktat untuk menggumpalkan protein nabati. Proses fermentasi oleh bakteri ini tidak hanya mengentalkan protein tetapi juga memberikan cita rasa khas pada plant-based cheese.Selain bakteri asam laktat, asam buah-buahan seperti nanas, jeruk nipis, dan belimbing wuluh juga sering digunakan sebagai pengganti enzim rennet. Asam-asam ini membantu mengendapkan protein dalam sari kacang, membentuk gel yang menjadi dasar plant-based cheese. Untuk meningkatkan cita rasa dan tekstur, berbagai bahan tambahan seperti perisa keju, bubuk agar-agar, atau nutritional yeast kerap ditambahkan. Perisa keju akan memberikan rasa yang mirip dengan keju susu, sementara agar-agar dan nutritional yeast berperan sebagai pengental alami, menghasilkan tekstur yang lembut dan kenyal. Hasil akhir dari proses pembuatan tersebut adalah plant-based cheese yang memiliki tekstur yang cenderung lebih lembut dibandingkan keju susu, aromanya khas dan tidak menyengat, namun tetap mampu menghadirkan cita rasa keju yang lezat. Selain itu, plant-based cheese juga kaya akan protein nabati dan bebas kolesterol, menjadikannya pilihan yang sehat dan ramah lingkungan. Perbedaan mendasar dalam proses pembuatan ini memberikan keunggulan tersendiri bagi plant-based cheese. Bagi mereka yang memiliki alergi susu sapi, intoleransi laktosa, atau mengikuti pola makan vegetarian/vegan, keju nabati menjadi alternatif yang sangat baik. Referensi: Remantari, P. E., 2022. Inovasi Rasa Pada Keju Vegetarian. Jurnal Mahasiswa Pariwisata dan Bisnis, I(4), pp. 1030-1048.    

KEJU TANPA SUSU? EMANG BISA? Read More »

BAHAYA PENGGUNAAN STYROFOAM SEBAGAI PENGEMAS MAKANAN

Penggunaan styrofoam telah menjadi pilihan populer untuk mengemas berbagai jenis makanan. Kemudahan penggunaan dan kemampuannya dalam menjaga suhu makanan membuat styrofoam menjadi solusi praktis. Namun, dibalik kemudahan tersebut, tersimpan bahaya yang mengancam kesehatan dan merusak lingkungan Styrofoam merupakan wadah yang tersusun dari polimer-polimer yang berasal dari zat aditif. Zat-zat aditif dari polimer tersebut dapat berpindah kemakanan dan menimbulkan efek karsinogenik. Beberapa zat dalam styrofoam yang berdampak buruk, diantaranya: Zat stiren Kandungan stiren dalam styrofoam dapat berpindah ke makanan sehingga mengganggu sistem pernapasan, isritasi pada kulit, mata, dan dapat menyebabkan kanker tingkat tinggi. Zat butyl hidroksi toluene Zat ini merupakan zat yang terkandung dalam zat plasticizer yang memberikan sifat lentur pada styrofoam. Jika zat ini masuk ke dalam makanan, maka akan menjadi racun. Jika makanan yang dikemas semakin panas, maka zat-zat beracun pada styrofoam semakin cepat berpindah ke makanan. Hal tersebut tidak hanya menyebabkan keracunan tetapi juga dapat memberikan sifat karsinogenik. Dioctyl phthalate (DOP) Kandung DOP dalam styrofoam menyimpan benzene yang merupakan suatu larutan kimia yang sulit dicerna pada sistem pencernaan. DOP juga tidak dapat dikeluarkan oleh fases atau urine sehingga akan menumpuk dan terbalut lemak. Akibatnya, dapat memicu munculnya penyakit kanker. Selain menyebabkan dampak buruk bagi tubuh, styrofoam juga berdampak pada lingkungan. Styrofoam yang digunakan akan menjadi sampah dan jika tidak tepat pembuangannya akan mencemari lingkungan karena dalam styrofoam memiliki senyawa polystyrene yang tidak dapat diuraikan oleh alam. Penggunanan styrofoam juga berdampak pada global warming dikarenakan senyawa Cloro Fluoro Carbon (CFC) memberikan dampak efek rumah kaca. Referensi: Frisco, N. & Putro, M. H. S., 2023. Analisis Dampak Buruk Penggunaan Kemasan Sekali Pakai dalam Membungkus Makanan Bagi Mahasiswa ITERA. Suluh Abdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, V(1), pp. 62-69. Mukminah, I. A., 2019. Bahaya Wadah Styrofoam dan Alternatif Penggantinya. Majalah Farmasetika, IV(2), pp. 32-34.

BAHAYA PENGGUNAAN STYROFOAM SEBAGAI PENGEMAS MAKANAN Read More »

Pahami Logo NKV: Tanda Produk Hewani Aman untuk Dikonsumsi

Keamanan pangan menjadi salah satu perhatian utama bagi Masyarakat dalam memilih produk yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Produk hewani merupakan salah satu produk yang sangat mudah rusak akibat kontaminasi mikroorganisme seperti E. coli, Salmonella, Listeria, serta residu obat hewan dan bahan kimia yang berbahaya. Menurut Undang – Undang No. 18 Tahun 2012 mengenai tuntutan masyarakat sebagai konsumen untuk mendapat produk pangan asal hewan yang terjamin dari segi keamanan pangan dan juga memenuhi 4 aspek yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Salah satu cara pemerintah mengawasi produk pangan hewani adalah dengan menetapkan NKV pada fasilitas produksi produk pangan hewan. Apa itu NKV? Nomor Kontrol Veteriner (NKV) merupakan tanda resmi yang dikeluarkan oleh Kementrian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. Logo NKV diberikan kepada produk hewani (susu, telur, daging) sebagi jaminan bahwa produk tersebut telah memenuhi persyaratan hygiene-sanitasi dengan pengawasan yang ketat untuk memastikan keamanannya. Pentingnya Logo NKV Menjamin keamanan konsumen Produk hewani yang memiliki Logo NKV telah lolos serangkaian uji dan pemeriksaan untuk memastikan bahwa produk tersebut bebas dari kontaminasi patogen, residu obat hewan, dan bahan kimia berbahaya lainnya Menegakan Standar Kualitas Logo NKV menunjukkan bahwa produk hewani telah diproduksi dan diproses sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah. Ini mencakup aspek-aspek seperti kebersihan tempat produksi, kesehatan hewan, serta praktik penanganan dan pengolahan yang sesuai. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Dengan adanya Logo NKV, konsumen dapat lebih percaya pada produk hewani yang mereka beli. Logo ini memberikan transparansi dalam proses produksi dan memastikan bahwa produk tersebut telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan yang ketat. Konsumen disarankan untuk selalu memeriksa adanya Logo NKV pada kemasan produk hewani sebagai langkah untuk memastikan bahwa mereka memilih produk yang aman dan berkualitas. Dengan dukungan sistem kontrol seperti NKV, diharapkan konsumen dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam mengonsumsi produk hewani. Referensi : Lestariningsih, 2Muhammad Sabiqun Nada, 3Muhammad Yusuf Yasin, 4Siti Ropida, 5Muhammad Khoirul Abidin. 2020 Peranan Nomor Kontrol Veteriner Terhadap Jaminan Mutu Keamanan Produk Hasil Peternakan. BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual. 5(1):180-188

Pahami Logo NKV: Tanda Produk Hewani Aman untuk Dikonsumsi Read More »

TIM PKM-RE TEKNOLOGI PANGAN RAIH “BEST PRESENTATION” DI MOTIVATIONAL DAY

Purwokerto, 18 Juli 2024 – Kemahasiswaan IT Telkom Purwokerto menyelenggarakan acara Motivational Day sebagai apresisasi terhadap prestasi mahasiswa dalam berbagai bidang mulai dari PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), P2MW (Program Penguatan Peran Mahasiswa dalam Wirausaha), PKK Ormawa (Program Kreativitas Kegiatan Organisasi Mahasiswa), Duta Baca, HIMA (Himpunan Mahasiswa), dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Rangkaian acara Motivational Day ini meliputi seminar kewirausaan, talk show motivasi, perkenalan satria muda, dan pemberian penghargaan. Seminar kewirausahaan bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan baru kepada mahasiswa tentang dunia bisnis dan bagaimana memulai serta mengembangkan usaha. Sementara itu, talk show motivasi yang diisi oleh Brili Agung Zaku Pradika, seorang pengusaha inspiratif, petani, sekaligus penulis, diharapkan dapat memberikan dorongan semangat dan motivasi kepada para mahasiswa. Dengan pengalamannya yang luas dan inspiratif, Brili Agung Zaku Pradika mampu memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan dalam berwirausaha. Selain memberikan motivasi, dalam kegiatan tersebut IT Telkom Purwokerto juga memberikan apresisasi kepada mahawiswa yang berprestasi dalam berbagai bidang kegiatan. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan mengembangkan diri dalam berbagai bidang. Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan mahasiswa akan lebih termotivasi untuk terus berinovasi dan berkreasi dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan. Monitoring dan evaluasi kegiatan dilakukan oleh Bapak Halim Qista, selaku Kaur Aktivitas Kemahasiswaan pada tanggal 17 Juli 2024. Evaluasi ini meliputi penilaian terhadap kerapihan, kesiapan, penyampaian materi, dan sesi tanya jawab dalam setiap presentasi yang dilakukan.  Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, PKM-RE Teknologi Pangan dengan judul “Fabrikasi Resistant Starch Tipe 3 Berbasis Pati Umbi Gembili Dan Kacang Tunggak Sebagai Ingredient Pangan Fungsional Bagi Penderita Diabetes Melitus” meraih penghargaan “Best Presentation”. Prestasi ini menunjukan kemampuan dan dedikasi tim dalam mempresentasikan ide dan hasil kerja mereka dengan sangat baik. Dengan adanya acara Motivational Day ini, diharapkan semangat kreativitas dan inovasi di kalangan mahasiswa IT Telkom Purwokerto semakin meningkat. Acara ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi institusi serta masyarakat luas.  

TIM PKM-RE TEKNOLOGI PANGAN RAIH “BEST PRESENTATION” DI MOTIVATIONAL DAY Read More »

PRESTASI GEMILANG! 3 DOSEN TEKNOLOGI PANGAN RAIH PENDANAAN DIKTI UNTUK PENGABDIAN MASYARAKAT

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi memiliki banyak sekali program hibah untuk penelitian dan masyarakat. Beberapa program yang dikeluarkan adalah Program pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat dan kedaireka yaitu pendanaan berupa program dana padanan. Program penelitian dan pengabdian masyarakat merupakan upaya untuk terus memperbaiki mutu penelitian dan pengabdian masyarakat kepada masyarakat dan berkomitmen dalam pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan inovasi menguntungkan bagi pemerintah, industri, dan instansi terkait. Dalam surat yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada tanggal 30 Mei 2024 dengan nomor 0667/E5/AL.04/2024 mengumumkan bahwa sebanyak 29 proposal pengabdian masyarakat dosen Institut Teknologi Telkom Purwokerto menerima dana hibah. Dari 29 proposal tersebut, 3 diantaranya merupakan proposal dosen Teknologi Pangan. Berikut daftar dosen Teknologi Pangan yang berhasil mendapat pendanaan program pengabdian masyarakat tahun anggaran 2024: Nama dosen Judul Proposal Pengabdian Ajeng Dyah Kurniawati, S.TP., M.Sc Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk yang berkelanjutan pada UMKM Tahu Desa Kalikidang Melalui Inovasi Teknologi dan Penerapan Digital Marketing Faizah, S.TP., M.Si PKM Peningkatan Kesadaran dan Efikasi Terkait Keselamatan Kerja Petani serta Keamanan Pangan dalam Proses Produksi Gula Kelapa di Kelompok Tani Gendis Asri Desa Pernasidi: Sebuah Langkah untuk Meningkatkan Kualitas Produk dan Kesejahteraan Petani Nurul Latifasari, S.TP., M.P Pemanfaatan IoT untuk monitoring kualitas air kolam dan peningkatan pengelolaan purna panen untuk kelompok masyarakat budidaya perikananan Mina Jaya di Kabupaten Banyumas Selain penelitian dan pengabdian masyarakat, kedaireka juga termasuk dalam program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Kedaireka merupakan program dana padanan dari pemerintah dan  atau sumber dana yang telah disediakan oleh pihak mitra untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam pengembangan riset. Program ini diharapkan dapat mewujudkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra dalam meningkatkan manfaat, relevansi, menyesuaikan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Perguruan Tinggi dengan kebutuhan Mitra dan masyarakat. Berdasarkan surat keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi nomor 0006/E.E1/KS.03.00/2024 pada 3 Januari 2024, salah satu dosen Teknologi Pangan Faizah, S.TP., M.Si meraih bantuan pendanaan program dana padanan tahun anggaran 2024. Ibu Faizah, S.TP., M.Si berkolaborasi dengan dosen Teknik Industri, Informatika, dan Binis Digital membuat “Sijuna: Simpan Jual Nanti, Pengembangan Platform E-Warehousing Berbasis Cold Storage untuk Stabilitas Harga dan Pasokan Komoditas Pertanian”. Prestasi yang membanggakan dosen Teknologi Pangan tersebut semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa-mahasiswi Teknologi Pangan untuk terus berkarya dan menorehkan prestasi.

PRESTASI GEMILANG! 3 DOSEN TEKNOLOGI PANGAN RAIH PENDANAAN DIKTI UNTUK PENGABDIAN MASYARAKAT Read More »

Bridging Technology for Humanity
Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Telkom University Purwokerto, Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah, Indonesia

Telp : 0281-641629

Email : bft-pwt@telkomuniversity.ac.id

Telp : 0281-641629

WA  : 0812-2831-9222

Email : info@ittelkom-pwt.ac.id

D3 Teknik Telekomunikasi

S1 Teknik Telekomunikasi

S1 Teknik Elektro

S1 Teknik Biomedis

S1 Desain Komunikasi Visual

S1 Teknik Industri

S1 Teknik Logistik

S1 Bisnis Digital

S1 Desain Produk

S1 Teknik Informatika

S1 Rekayasa Perangkat Lunak

S1 Sistem Informasi

S1 Sains Data

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University Purwokerto

Scroll to Top
Secret Link