Artikel

Kuliah Tamu: Penerapan Cppob Dalam Praktik Proses Pengolahan Di Skala Industri Pangan Olahan

Purwokerto, 25 November 2024 – Program Studi Teknologi Pangan menyelenggarakan kuliah tamu yang membahas terkait CPPOB dalam industri. Pada kesempatan kali ini, Program Studi Teknologi Pangan mengundang Bapak Trisila Juwantara selaku pemilik CV. Yuasafood Berkah Makmur sebagai narasumber. Menurut Bapak Trisila Juwantara, dalam industri pangan, keamanan dan kualitas produk merupakan prioritas utama. Untuk memastikan hal tersebut perlu dilakukan penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sebagai pedoman yang mengatur praktik produksi pangan olahan agar aman, layak dikonsumsi dan memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Sebagai pemilik CV. Yuasafood Berkah Makmur, Bapak Trisila Juwantara sangat menyadari pentingnya CPPOB dalam menjaga kepercayaan konsumen dan memastikan keberlanjutan usaha. Sehingga dalam proses produksinya sangat menjunjung pedoman CPPOB, mulai dari pemilihan dan penerimaan bahan baku dari pemasok terpercaya dengan sertifikasi yang jelas, hingga proses produksi yang dijalankan dengan higienis, serta pendistribusian dengan menjaga suhu dan kebersihan produk. Penerapan CPPOB yang benar akan menghasilkan produk pangan olahan yang lezat, aman dan berkualitas, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen. Kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknologi Pangan ini telah memberikan wawasan berharga mengenai urgensi penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dalam industri pangan. Melalui sesi tanya jawab yang interaktif, mahasiswa tidak hanya aktif mengajukan pertanyaan, tetapi juga mendapatkan pemahaman mendalam melalui studi kasus dan contoh-contoh praktis dalam industri yang dibagikan oleh narasumber. Keberhasilan acara ini menjadi momentum penting bagi Program Studi Teknologi Pangan untuk terus menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten dan relevan dengan perkembangan terkini di dunia industri pangan.

Kuliah Tamu: Penerapan Cppob Dalam Praktik Proses Pengolahan Di Skala Industri Pangan Olahan Read More »

Market Day : Mahasiswa Teknologi Pangan Tunjukan Hasil Pengembangan Produk Berbahan dasar Singkong

Purwokerto, 19 Desember 2024 – Telkom University Purwokerto sukses menggelar Market Day, sebuah ajang pemasaran hasil kewirausahaan mahasiswa yang berlangsung meriah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa yang memiliki usaha kreatif, dengan total 62 stand yang berasal dari berbagai program studi. Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk memperkenalkan produk inovatif, tetapi juga sebagai bentuk pembelajaran nyata dalam dunia bisnis bagi para mahasiswa. Salah satu program studi yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Program Studi Teknologi Pangan. Program studi ini menampilkan empat kelompok mahasiswa yang memamerkan hasil pengembangan produk inovatif berbasis pangan lokal yaitu Singkong. Produk-produk yang dipamerkan mencerminkan kreativitas mahasiswa dalam mengolah bahan baku khas Indonesia menjadi produk yang bernilai tambah. Empat kelompok dari Teknologi Pangan tersebut adalah: Modifikasi makanan khas Purwokerto yaitu sahoun, dengan mengurangi penggunaan tepung beras dan menggantinya dengan tepung singkong agar lebih sehat dan bernutrisi. Inovasi sushi berbahan dasar oyek (singkong fermentasi) yang memberikan cita rasa unik dan menawarkan alternatif sushi yang lebih lokal. Ramen berbahan dasar singkong yang dikombinasikan dengan ikan teri sebagai sumber protein, memberikan pengalaman kuliner baru yang tetap bergizi. Camilan berbasis getuk yang diolah menjadi keripik renyah, mempertahankan cita rasa tradisional dengan sentuhan modern. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa mampu mengembangkan produk yang berdaya saing, sekaligus memahami aspek pemasaran dan bisnisnya. Market Day ini diharapkan dapat menjadi ajang tahunan yang terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan mengembangkan jiwa kewirausahaan mereka. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menghadapi dunia usaha yang sesungguhnya.

Market Day : Mahasiswa Teknologi Pangan Tunjukan Hasil Pengembangan Produk Berbahan dasar Singkong Read More »

Kuliah Tamu: Optimalisasi Manajemen Operasional Perusahaan dalam Penjadwalan Perbaikan, Perencanaan Bahan Baku, dan Pergudangan

Purwokerto, 23 Desember 2024 – Program Studi Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto menggelar kuliah tamu dengan tema “Optimalisasi Manajemen Operasional Perusahaan: Strategi Efektif dalam Penjadwalan Perbaikan Alat, Perencanaan Bahan Baku, dan Pergudangan”. Acara ini menghadirkan Rifki Dwi Prastomo, S.TP, yang saat ini menjabat sebagai Supervisor Procurement Analyst di Sugar Group Companies, sebagai narasumber utama. Dalam sesi ini, Rifki Dwi Prastomo menyoroti pentingnya pengelolaan operasional yang efektif untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing perusahaan, terutama di industri pangan. Ia menjelaskan bahwa penjadwalan perbaikan alat yang sistematis dapat mencegah downtime produksi dan menghemat biaya perbaikan darurat. Selain itu, perencanaan bahan baku yang efisien memungkinkan perusahaan menghindari kelebihan atau kekurangan stok yang dapat berdampak pada kualitas produk dan biaya operasional. Tidak kalah penting, pengelolaan pergudangan yang optimal berperan dalam menjaga kelancaran distribusi dan memastikan bahan baku tetap dalam kondisi terbaik sebelum digunakan dalam proses produksi. Rifki juga membagikan pengalaman serta strategi yang telah diterapkan di Sugar Group Companies dalam menghadapi tantangan di bidang ini. Kuliah tamu ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa, terutama yang tertarik pada manajemen rantai pasok dan efisiensi operasional di industri pangan. Beberapa peserta aktif bertanya mengenai tantangan yang dihadapi dalam perencanaan bahan baku dan strategi menghadapinya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami pentingnya manajemen operasional dalam industri pangan dan dapat menerapkan ilmu yang didapat di dunia kerja nantinya. Telkom University Purwokerto terus berkomitmen menghadirkan praktisi industri guna memperkaya wawasan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia profesional.

Kuliah Tamu: Optimalisasi Manajemen Operasional Perusahaan dalam Penjadwalan Perbaikan, Perencanaan Bahan Baku, dan Pergudangan Read More »

Inovasi Mesin Mixing-Fermentor 2in1 oleh Dosen Teknologi Pangan Telkom University untuk Peningkatan Produksi Yoghurt Drink di UKM Yoghurt Sehati Banyumas

Banyumas, 15 Oktober 2024 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas yoghurt drink, UKM Yoghurt Sehati Banyumas kini mengadopsi inovasi terbaru berupa Mesin Mixing-Fermentor 2in1 dengan Metode Double Jacket Terkontrol. Teknologi ini dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperbaiki manajemen mutu di UKM tersebut. Tahapan Implementasi Teknologi Proses pengembangan dan penerapan mesin ini diawali dengan analisis situasi dan kondisi mitra, yang meliputi survei terhadap proses produksi yang telah berjalan serta identifikasi kendala utama yang dihadapi. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa proses fermentasi dan pencampuran masih dilakukan secara terpisah, yang menyebabkan waktu produksi lebih lama dan kontrol mutu yang kurang optimal. Selanjutnya, dilakukan tahapan edukasi dan penyuluhan bagi mitra UKM Yoghurt Sehati, mencakup: Keunggulan Mesin Mixing-Fermentor 2in1 Mesin ini dirancang dengan teknologi double jacket terkontrol, yang memungkinkan fermentasi dan pencampuran dilakukan dalam satu alat secara simultan. Keunggulan utama dari mesin ini meliputi: Dampak bagi UKM Yoghurt Sehati Setelah dilakukan simulasi produksi menggunakan mesin mixing-fermentor, UKM Yoghurt Sehati merasakan peningkatan efisiensi dan mutu produk. Mesin ini secara resmi diserahkan kepada mitra sebagai bagian dari upaya pemberdayaan UMKM di sektor pangan. Dengan inovasi ini, diharapkan UKM Yoghurt Sehati dapat meningkatkan daya saing produknya, memperluas pasar, serta memenuhi standar mutu yang lebih tinggi dalam industri yoghurt drink.

Inovasi Mesin Mixing-Fermentor 2in1 oleh Dosen Teknologi Pangan Telkom University untuk Peningkatan Produksi Yoghurt Drink di UKM Yoghurt Sehati Banyumas Read More »

Mahasiswa Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto Kunjungi PT Nissin, PT Sidomuncul, dan Bakpia Wong: Menimba Ilmu dari Industri Pangan Terkemuka

Semarang, 27 September 2024 – Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan melakukan kunjungan industri ke tiga perusahaan ternama, yakni PT Nissin, PT Sidomuncul, dan Bakpia Wong. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai proses produksi pangan, standar keamanan pangan, serta inovasi yang diterapkan di industri. Kunjungan pertama dilakukan ke PT Nissin, perusahaan yang dikenal sebagai produsen biskuit berkualitas terkemuka di Indonesia. Mahasiswa diajak berkeliling pabrik untuk menyaksikan langsung proses produksi mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, pemanggangan, hingga pengemasan. Selain itu, mereka juga mengamati penerapan sistem Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dalam menjaga keamanan dan mutu produk di PT Nissin.  Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke PT Sidomuncul, perusahaan jamu dan farmasi yang telah mendunia. Di sini, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai penyimpanan bahan baku sesuai dengan karakteristiknya, proses produksi, pengemasan, serta strategi pemasaran produk berbasis kearifan lokal. Mereka juga berkesempatan mengunjungi laboratorium QA, QC, dan RnD untuk melihat bagaimana inovasi dalam industri herbal terus dikembangkan agar dapat memenuhi standar nasional dan internasional. Sebagai penutup, kunjungan dilakukan ke Bakpia Wong, salah satu produsen bakpia modern yang terus berinovasi dalam pengolahan pangan berbasis UMKM. Mahasiswa menyaksikan bagaimana proses produksi bakpia dari tahap pemilihan bahan baku, pembuatan kulit dan isian, hingga proses pemanggangan. Mereka juga mendapatkan penjelasan tentang pengembangan varian rasa dan strategi bisnis yang diterapkan untuk bersaing di pasar kuliner. Kegiatan kunjungan industri ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami bagaimana teori yang mereka pelajari di perkuliahan diterapkan di dunia industri. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan mahasiswa semakin siap untuk menghadapi tantangan di industri pangan dan mampu berkontribusi dalam pengembangan produk pangan inovatif di masa depan.

Mahasiswa Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto Kunjungi PT Nissin, PT Sidomuncul, dan Bakpia Wong: Menimba Ilmu dari Industri Pangan Terkemuka Read More »

PENGENALAN HIMA TEKNOLOGI PANGAN KEPADA MAHASISWA BARU TEKNOLOGI PANGAN 2024

Minggu, 22 September 2024 menjadi momen spesial bagi mahasiswa baru Teknologi Pangan. Dalam rangkaian Ospek Gabungan, mereka diajak untuk menyelami dunia Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) lebih dalam. Acara pengenalan yang meriah ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus HMTP, mulai dari Badan Pengurus Harian hingga koordinator divisi, memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk bertanya dan berinteraksi langsung. Diawali dengan penjelasan rinci mengenai struktur organisasi HIMA, acara ini kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tugas masing-masing divisi secara interaktif. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, setiap divisi juga menampilkan hasil kerja mereka sebelumnya. Hal ini bertujuan agar mahasiswa baru dapat langsung memahami peran penting setiap divisi dalam HIMA. Sesi tanya jawab yang berlangsung setelahnya semakin memperkaya pemahaman mahasiswa baru. Mereka tidak hanya bertanya tentang mekanisme kerja HIMA, tetapi juga mengenai berbagai aspek kehidupan kampus yang ingin mereka ketahui. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh semangat, sekaligus menjadi momen bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal lebih dekat.

PENGENALAN HIMA TEKNOLOGI PANGAN KEPADA MAHASISWA BARU TEKNOLOGI PANGAN 2024 Read More »

PENGENALAN PRODI TEKNOLOGI PANGAN KEPADA MAHASISWA BARU 2024

Purwokerto, 22 September 2024 – Program Studi Teknologi Pangan kembali menyambut para mahasiswa baru angkatan 2024 dengan hangat melalui acara pengenalan program studi dan sistematika pembelajaran yang digelar oleh PKKMB Fakultas. Acara ini isi langsung oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknologi Pangan, Ibu Nurul Latifasari, S.TP., M.Sc. Sebelum memasuki penjelasan mengenai visi, misi, dan sistematika pembelajaran, Ibu Nurul terlebih dahulu menggali pengetahuan awal mahasiswa baru mengenai “Apa itu Teknologi Pangan?”. Dalam sesi interaktif tersebut, beberapa mahasiswa baru memberikan jawaban yang mencerminkan beragam pemahaman dasar mereka tentang bidang ini. Melalui pertanyaan ini, Ibu Nurul tidak hanya ingin mengetahui sejauh mana pemahaman awal mahasiswa, tetapi juga membuka ruang diskusi untuk menjelaskan lebih dalam tentang esensi dari Teknologi Pangan. Setelah memberikan pengenalan umum tentang Program Studi Teknologi Pangan di Telkom University Purwokerto, Ibu Nurul juga menyampaikan visi dan misi program studi tersebut. Penjelasan ini bertujuan agar mahasiswa baru memahami arah dan tujuan pendidikan yang akan mereka jalani selama berada di program studi ini. Selain itu, mahasiswa baru juga mendapat gambaran menyeluruh mengenai kurikulum yang akan ditempuh selama 8 semester, termasuk penjelasan mengenai mata kuliah yang akan dipelajari dari tingkat satu hingga tingkat empat. Dengan pemaparan ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih siap dan termotivasi untuk menjalani masa studi mereka. Kegiatan pengenalan Program Studi Teknologi Pangan ditutup dengan sesi perkenalan seluruh mahasiswa baru angkatan 2024. Dalam sesi ini, setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri secara singkat. Dengan selesainya sesi perkenalan, acara pengenalan program studi resmi ditutup, menandai dimulainya perjalanan akademik bagi para mahasiswa baru di Program Studi Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto. Selamat datang bagi seluruh mahasiswa baru S1 Teknologi Pangan.

PENGENALAN PRODI TEKNOLOGI PANGAN KEPADA MAHASISWA BARU 2024 Read More »

Label Warna Berdasarkan Kandungan Gula Produk: Panduan Cerdas untuk Konsumen

Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan pola makan semakin meningkat, terutama terkait konsumsi gula. Salah satu inovasi yang memudahkan konsumen dalam memilih produk makanan dan minuman yang sehat adalah sistem label warna berdasarkan kandungan gula. Sistem ini telah diadopsi di berbagai negara sebagai bentuk transparansi produsen terhadap produk yang mereka tawarkan dan sebagai panduan bagi konsumen untuk memahami seberapa banyak gula yang terkandung dalam produk tersebut. Apa Itu Label Warna? Label warna adalah sistem penanda visual yang digunakan pada kemasan makanan dan minuman untuk memberi informasi mengenai kandungan nutrisi, termasuk gula, lemak, garam, dan kalori. Biasanya, sistem ini terdiri dari tiga warna utama yang mudah dikenali: Tujuan Penggunaan Label Warna Penggunaan label warna bertujuan untuk memberikan informasi yang cepat dan mudah dipahami oleh konsumen tanpa harus membaca rincian tabel nutrisi yang panjang. Bagi konsumen yang tidak terbiasa membaca label gizi, sistem warna ini membantu mereka membuat keputusan yang lebih tepat dan sehat saat memilih produk. Selain itu, adanya label warna juga menjadi cara untuk mengedukasi konsumen tentang pentingnya membatasi konsumsi gula. Dengan meningkatnya prevalensi obesitas dan diabetes di berbagai negara, pengaturan konsumsi gula menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan masyarakat.  Manfaat Label Warna bagi Konsumen Meskipun sistem label warna memiliki banyak manfaat, tidak sedikit pula tantangan dan kritik yang muncul terkait penerapannya. Beberapa pihak berpendapat bahwa sistem ini mungkin terlalu menyederhanakan kompleksitas nutrisi, karena label warna hanya berfokus pada beberapa aspek saja, seperti gula, lemak, atau garam, tanpa mempertimbangkan keseluruhan profil nutrisi produk. Selain itu, beberapa produsen mungkin enggan untuk menerapkan sistem label warna ini karena khawatir produk mereka akan banyak yang mendapatkan label merah, yang dapat menurunkan minat konsumen. Dengan memahami arti dari setiap warna, konsumen dapat lebih mudah mengontrol asupan gula mereka dan menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Meskipun masih ada tantangan dalam penerapannya, sistem ini dapat menjadi langkah penting dalam mengurangi prevalensi penyakit yang berkaitan dengan konsumsi gula berlebihan dan mendukung pola makan yang lebih sehat.

Label Warna Berdasarkan Kandungan Gula Produk: Panduan Cerdas untuk Konsumen Read More »

APA SAJA PERBEDAAN LESS SUGAR, LOW SUGAR, SUGAR FREE, AND NO ADDED SUGAR?

Hi foodies, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah klaim penggunaan gula kan. Lalu apakah istilah-istilah tersebut memiliki makna yang sama? Yuk simak penjelasannya Less Sugar Klaim “less sugar” yang sering ditemukan pada berbagai produk minuman mengacu pada pengurangan kandungan gula minimal 25% dibandingkan formulasi sebelumnya. Less sugar merupakan upaya industri untuk merespons kesadaran konsumen akan pentingnya mengurangi konsumsi gula. Namun, istilah less sugar belum tentu menandakan produk tersebut lebih sehat. Hal tersebut dikarenakan kandungan gula yang dihitung didasarkan pada kandungan gula dalam produk sebelumnya bukan berdasarkan kebutuhan gula harian manusia. Low Sugar Sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 13 Tahun 2016, sebuah produk pangan dapat disebut low sugar atau rendah gula jika kandungan gulanya tidak lebih dari 5gram untuk setiap 100gram produk padat, atau 2,5 gram untuk setiap 100 ml produk cair. Aturan ini berlaku khusus untuk makanan olahan yang telah melewati proses pengolahan tertentu, sehingga kandungan gulanya bisa disesuaikan agar memenuhi kriteria tersebut. Sugar Free Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2022 di Indonesia dan regulasi FDA di Amerika Serikat telah menetapkan standar yang sama untuk penggunaan klaim sugar free pada produk makanan dan minuman, yaitu kandungan gula kurang dari 0,5 gram per 100gram (padat) atau 100 ml (cair). Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat kepada konsumen dan mendorong produsen untuk memproduksi produk yang lebih sehat. Meskipun demikian, konsumen tetap perlu berhati-hati karena produk sugar free mungkin mengandung pemanis buatan atau bahan tambahan lainnya. No Added Sugar No added sugar mengartikan bahwa produk makanan atau minuman tidak diberikan tambahan gula (sukrosa, glukosa, madu, sirup, sirup jagung) selama proses produksi. Produk pangan dengan label ini sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi gula tambahan. Namun, konsumen tetap perlu memperhatikan komposisi yang digunakan karena bisa saja produsen mengganti gulanya dengan pemanis renddah kalori (aspartame, sakarin, sucralose, dan lainnya). Referensi: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK209851 https://standarpangan.pom.go.id/dokumen/peraturan/202x/PerBPOM_No_1_Tahun_2022_tentang_Pengawasan_Klaim_Pada_Label_dan_Iklan_Pangan_Olahan.pdf

APA SAJA PERBEDAAN LESS SUGAR, LOW SUGAR, SUGAR FREE, AND NO ADDED SUGAR? Read More »

PENGABDIAN MASYARAKAT: DOSEN TEKNOLOGI PANGAN MELAKUKAN SOSIALISASI CPPOB DAN DOKUMEN SOP DI UKM YOGHURT SEHATI PURWOKERTO

Program Studi Teknologi Pangan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di UKM Yoghurt Sehati, Purwokerto. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 September 2024, dihadiri juga oleh peserta yang merupakan karyawan UKM tersebut. Dilakukan sosialisasi oleh Ibu Nurul Latifasari, S.TP., M.P, sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) serta pembuatan dokumen Standard Operating Procedure (SOP) di lingkungan UKM.  Penerapan CPPOB untuk Menjamin Kualitas Produk CPPOB merupakan standar yang wajib diterapkan oleh setiap pelaku industri pangan, termasuk UKM guna menjamin bahwa produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dalam sosialisasi ini, Ibu Nurul menjelaskan secara mendalam mengenai pengertian CPPOB, tujuan penerapannya, serta berbagai regulasi yang harus dipatuhi oleh UKM dalam proses produksi. Peserta diberikan pemahaman tentang aspek-aspek penting yang harus diperhatikan dalam penerapan CPPOB, mulai dari pengendalian bahan baku, pemrosesan yang higienis, hingga kebersihan lingkungan kerja dan peralatan produksi. Diharapkan, dengan menerapkan CPPOB, UKM Yoghurt Sehati dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan. Pentingnya Dokumen SOP dalam Produksi Selain CPPOB, Ibu Nurul dan tim juga membahas pentingnya penyusunan dan penerapan dokumen SOP (Standard Operating Procedure). Dokumen ini berfungsi sebagai panduan standar dalam menjalankan setiap tahap proses produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk akhir. Pembuatan SOP yang baik akan membantu memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai standar dan meminimalkan kesalahan. Para peserta diberi penjelasan mengenai cara menyusun dokumen SOP yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan produksi di UKM Yoghurt Sehati. Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu upaya konkret dari akademisi dalam mendukung kemajuan industri kecil dan menengah, khususnya dalam sektor pangan. Dengan penerapan CPPOB dan pembuatan SOP yang baik, diharapkan UKM Yoghurt Sehati dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Para karyawan yang mengikuti sosialisasi ini diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapatkan untuk memperbaiki proses produksi di UKM mereka, demi hasil yang lebih baik dan sesuai standar.

PENGABDIAN MASYARAKAT: DOSEN TEKNOLOGI PANGAN MELAKUKAN SOSIALISASI CPPOB DAN DOKUMEN SOP DI UKM YOGHURT SEHATI PURWOKERTO Read More »

Bridging Technology for Humanity
Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp : 0281-641629

WA  : 0812-2831-9222

Email : [email protected]

Telp

Email

 

: 0281-641629

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University Purwokerto

Scroll to Top
Secret Link