Artikel

PROSES PASTEURISASI PADA SUSU

Susu merupakan salah satu protein hewani yang bernilai gizi tinggi, kandungan dan komposisi gizinya hampir sempurna. Susu memiliki tingkat peminat yang tinggi terutama bagi bayi. Namun, susu memiliki kekurangan yaitu mudah rusak. Kandungan yang terdapat dalam susu sangat disukai oleh mikroorganisme terutama mikroorganisme pembusuk sehingga mudah basi. Salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan susu adalah dengan perlakuan pemanasan sedang atau pasteurisasi. Pasteurisasi adalah cara memperpanjang umur simpan susu melalui pemanasan pada suhu tertentu dibawah titik didih susu dan hasil produk olahannya masih mempunyai bentuk dan rasa seperti susu segar. Keberhasilan memperpanjang umur simpan susu yang telah dipasteuriasi akan berhasil apabila susu pasteurisasi tersebut disimpan pada suhu dibawah 10˚C. Tujuan pasteurisasi selain untuk memperpanjang umur simpan adalah untuk membunuh bakteri patogen dan non patogen serta meningkatkan mutu susu. Selain itu, proses pasteurisasi dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit akibat bakteri jahat. Proses pasteurisasi terhadap susu dengan perlakuan pemanasan sedang, dapat membunuh sebagian bakteri yang ada di dalamnya. Proses pasteurisasi susu bermanfaat secara ekonomis bagi peternak sapi perah, antara lain: harga ekonomis susu pasteurisasi lebih tinggi daripada susu tanpa pasteurisasi dan daya tahan susu yang lama memungkinkan susu disimpan (tidak perlu dibuang apabila susu tidak dikonsumsi). Terdapat 3 macam pasteurisasi yaitu: Low Temperature Long Time, pemanasan dilakukan pada suhu 62-65 ˚C selama 30 menit-1 jam High Temperature Short Time, pemanasan dilakukan dengan suhu 85-95 ˚C selama 1-2 menit Ultra High Temperature, pemanasan dilakukan pada suhu 135-145 ˚C selama ± 5 detik dan langsung dilakukan proses pendinginan Referensi:Triwidyastuti, Y., Nizar, M., H. & Jusak, J., 2019. Pengendali Suhu Pada Proses Pasteurisasi Susu Dengan Menggunakan Metode Pid dan Metode Fuzzy Sugeno. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, VI(4), pp. 355-362.

PROSES PASTEURISASI PADA SUSU Read More »

APA ITU HIGH HYDROSTATIC PRESSURE (HHP)?

High Hydrostatic Pressure (HHP) merupakan teknologi untuk pengawetan dan sterilisasi produk pangan secara non-thermal yang relatif baru, produk pangan yang sudah dikemas dalam kemasan yang fleksibel dan kedap air diproses dibawah tekanan hidrostatik tinggi yang disalurkan oleh air sehingga menghilangkan beberapa mikroorganisme. High Hydrostatic Pressure (HHP) memiliki 2 prinsip kerja yaitu, isobar dan pascal. Isobar adalah prinsip kerja HHP menggunakan proses termodinamika dimana ketika suhu dan volume berbeda, tekanan akan tetap. Sedangankan pascal adalah prinsip kerja yang memiliki keterkaitan antara tekanan oleh zat cair dalam ruangan tertutup, kenaikan tekanan pada permukaan fluida harus diteruskan ke segala arah fluida arah tersebut. Penggunaan HHP ini memiliki beberapa tujuan, seperti: memperpanjang umur simpan, mempertahankan sifat sensorik, mempertahankan atau meningkatkan zat gizi, dan meningkatkan keamanan produk pangan. Penggunaan High Hydrostatic Pressure (HHP) memiliki keuntungan sebagai berikut: 1. Tidak meninggalkan residu 2. Aman untuk pekerja 3. Menggunakan energi yang sangat rendah 4. Dapat diterima oleh konsumen dan pengecer 5. Tidak menghasilkan senyawa kimia baru Produk pangan yang sudah dikemas, diletakkan dalam bejana bertekanan khusus, ditutup dan diisi dengan air. Sebuah pompa yang dihubungkan ke dalam bejana memberi tekanan pada air yaitu tekanan hidrostatik. Tekanan tersebut kemudian disalurkan ke produk pangan melalui air. Tekanan isostatik yang diterapkan pada produk pangan ditransfer dengan cepat dan didistribusikan secara merata. Perlakuan HHP tidak ditentukan oleh bentuk atau luasnya produk pangan tersebut karena tekanannya seragam, maka bentuknya tidak terpengaruh dan tidak ada hasil pecah yang jelas pada kemasan produk pangan. Tekanan dilakukan beberapa detik hingga 20 menit. Setelah wakktu interval yang ditetapkan selesai, tekanan akan dikurangi dan makanan dapat dikeluarkan. Karena menggunakan tekanan tinggi, maka tidak semua jenis produk pangan dapat dilakukan HHP. Pada makanan yang padat namun terdapat udara seperti roti tidak dpat dilakukan HHP. Begitu juga pada produk yang dikemas menggunakan kemasan kaku dan tidak fleksibel seperti makanan kaleng. Selain itu, pada produk pangan yang memiliki kadar air rendah juga tidak dapat dilakukan HHP seperti bumbu dan buah-buahan kering. Produk pangan yang dapat dilakukan High Hydrostatic Pressure (HHP) yaitu: 1. Keju 2. Makanan Laut 3. Produk yang diasinkan 4. Saus 5. Selai 6. Makanan cair dalam kemasan fleksibel 7. Produk susu 8. Jus-jus buah Referensi : Meloni, D., 2019. Review High-Hydrostatic-Pressure (HHP) Processing Technology as a Novel Control Method for Listeria monocytogenes Occurrence in Mediterranean-Style Dry-Fermented Sausages. Foods, VIII(12), pp. 1-20.

APA ITU HIGH HYDROSTATIC PRESSURE (HHP)? Read More »

METODE PENGAWETAN BAHAN PANGAN, IRADIASI

Iradiasi pada bahan pangan merupakan suatu metode penyinaran menggunakan zat radioaktif ataupun akselerator. Iradiasi dilakukan untuk mencegah pembusukan, kerusakan pada bahan pangan, dan membunuh patogen. Proses tersebut dilakukan dengan mengenai bahan pangan dengan sumber iradiasi yang menyebabkan terjadinya eksitasi dan ionisasi sehingga menghambat sintesis DNA makhluk hidup. Iradiasi, aman bagi bahan pangan karena telah disetujui oleh ± 50 negara di dunia dan sudah diterapakan secara komersial di USA, Jepang, dan beberapa negara Eropa dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, proses iradiasi mampu menjaga nutrisi, kesegaran, dan sifat sensori bahan pangan karena iradiasi tidak menerapkan suhu tinggi sehingga kualitas produk bisa dipertahankan. Teknologi iradiasi bahan pangan merupakan green technology yaitu tidak menggunakan bahan kimia dan penggunaanya tidak menghasilkan polusi. Teknologi iradiasi dapat dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam dunia pangan yang sejalan dengan tantangan peningkatan jumlah populasi manusia dan terbatasnya lahan pertanian serta isu globalisasi dan perdagangan internasional yang membutuhkan keamanan dan ketahanan pangan yang baik. Adapun sumber radiasi yang digunakan selama proses pengawetan bahan pangan seperti Cs-137 dan Co-60 yang dapat menghasilkan sinar gamma, mesin berkas elektron dan mesin generator sinar-X. Residu zat radioaktif tidak terjadi pada bahan pangan yang diiradiasi, karena selama proses berlangsung sumber radiasi terkungkung rapat di dalam kapsul yang berlapis sehingga tidak terjadi kontak langsung antara bahan pangan yang diiradiasi dengan sumber radiasi. Referensi : Asiah, N., Kusaumantara, K. N. & Annisa, A. N., 2019. Iradiasi Bahan Pangan: Antara Peluang dan Tantangan untuk Optimalisasi Aplikasinya. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi, XV(1), pp. 25-36. Santosa, S., Khotimah, K., Yasmine, H. & S., 2020. Konsep Penerapan SNI 8352:2017 Proses Radiasi-Pangan Siap Saji Dosis Tinggi (10 Kgy < Dosis ≤ 65 kGy) Untuk Produk Pangan Olahan Siap Saji Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tangerang Selatan, Prosiding PPIS.

METODE PENGAWETAN BAHAN PANGAN, IRADIASI Read More »

BERAS ANALOG

Keterbatasan lahan untuk menanam padi menjadi hambatan utama, mengakibatkan penurunan produksi beras sementara permintaan terus meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat permintaan beras mencapai 30 juta ton dengan pertumbuhan 1,71% per tahun. Sementara itu, luas total sawah mengalami penurunan karena pembangunan infrastruktur, tidak hanya di perkotaan tetapi juga di perdesaan. Dari permasalahan tersebut, penting dilakukan diversifikasi pangan. Salah satu hasil diversifikasi pangan yaitu beras analog. Beras analog merupakan produk hasil pengolahan yang berbentuk seperti butiran beras, dan dapat diproduksi menggunakan tepung non-beras sebagai bahan utamanya, dengan menerapkan teknologi ekstrusi. Teknologi ekstrusi adalah suatu proses di mana bahan-bahan dicampur di bawah pengaruh kondisi operasi campuran dan dipanaskan dengan suhu tinggi. Penggunaan beras analog sebagai produk diversifikasi pangan bisa menjadi alternatif konsumsi sebagaimana nasi dari beras padi. Memanfaatkan bahan lokal sebagai sumber karbohidrat dapat menghasilkan beras analog dengan nilai gizi yang lebih baik, tidak kalah dengan beras konvensional. Keunggulan beras analog : 1. Kandungan gizi yang lebih lengkap 2. Indeks glikemik yang rendah 3. Tekstur dan aroma yang menarik 4. Kadar lemak yang rendah 5. Kandungan serta yang tinggi 6. Praktis dalam memasak 7. Penggunaan air yang sedikit 8. Modifikasi gizi sesuai kebutuhan 9. Produksi massal dengan kearifan lokal 10. Reduksi impor beras Beberapa contoh beras analog menggunakan : 1. Nasi Jagung: Nasi jagung terbuat dari jagung yang digiling hingga menyerupai nasi, memberikan variasi rasa dan juga manfaat kesehatan kandungan serat dan nutrisi jagung. 2. Nasi Umbi-umbian: Nasi analog dari umbi-umbian seperti singkong atau ubi jalar memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah daripada nasi beras biasa. 3. Nasi Sorghum: Nasi sorghum terbuat dari biji-bijian sorghum yang tumbuh baik di beberapa wilayah Indonesia. Nasi sorgum memiliki keunggulan nutrisi tertentu setelah diolah menjadi nasi analog. 4. Nasi Ganyong: Nasi ganyong menyajikan nasi analog yasng dihasilkan dari olahan umbi ganyong dengan karakteristik yang menyerupai nasi. Referensi : Satrijo Saloko et al,. 2020. Inovasi Teknologi Beras Sehat Analog Fungsional Untuk Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal PEPADU. 1(2). PP.157-165

BERAS ANALOG Read More »

DAUN KELOR

SI PENCEGAH STUNTING Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan fungsional masih kurang dikenal oleh sebagian besar masyarakat. Sebelumnya, daun kelor lebih umum digunakan sebagai sayuran dalam berbagai masakan. Padahal, daun kelor memiliki kandungan nutrisi yang sangat kaya, termasuk kalsium, zat besi, protein, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Ketidak cukupan gizi seringkali menjadi penyebab stunting, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Dengan mengintegrasikan daun kelor ke dalam pola makan sehari-hari, terutama pada kelompok usia anak-anak, dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal. Pemberian daun kelor sebagai suplemen gizi dapat menjadi asyara proaktif dalam mengatasi masalah stunting dan meningkatkan asyaraka anak-anak. Beberapa negara seperti Afrika dan Asia telah lama memanfaatkan daun kelor sebagai suplemen gizi yang sangat bermanfaat, terutama untuk ibu hamil dan anak-anak dalam masa pertumbuhan. Kesadaran akan manfaat nutrisi dari daun kelor semakin berkembang, dan semakin banyak pihak yang mulai menggali potensi penuh daun kelor sebagai bahan pangan fungsional untuk meningkatkan asupan gizi dalam asyarakat. Daun kelor dapat dijadikan olahan tinggi zat besi, seperti cookies daun kelor sebagai pangan fungsional pencegah stunting pada anak. Berikut langkah-langkah pembuatanya : 1. Siapkan mangkuk, lalu tuangkan margarin yang telah dilelehkan, kuning telur, dan gula halus. Aduk hingga rata. 2. Campurkan bahan lainnya, lalu aduk hingga adonan berwarna hijau dan dapat dibentuk 3. Timbang adonan cookies seberat 3-4 gram, kemudian cetak dengan menggunakan cookies cutter dan susun di atas loyang yang telah diolesi margarin. 4. Panggang adonan dalam oven dengan suhu 190°C selama 12 menit. 5. Angkat dan dinginkan sejenak. Cookies dapat dikreasikan sesuai selera dan siap disajikan. Referensi : R.Flora, et al. 2022. Pemanfaatan Tanaman Lokal Sebagai Pangan Fungsional Bagi Balita Stunting. Prosiding Seminar Nasional. 14(1). Pp.1-5

DAUN KELOR Read More »

DANGKE

KEJU KHAS SULAWESI SELATAN Keju dangke merupaka makanan yang sering dihidangkan sebagai lauk pauk khas dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Keju dangke menampilkan karakteristik unik dengan warna wakra putih kekuningan, bentuk oval, tekstur yang padat dan kenyal, aroma susu yang khas, serta cita rasa yang gurih. Meskipun keju dangke memiliki keunikan tersendiri, namun perlu diperhatikan bahwa produk ini memiliki umur simpan yang relatif singkat. Hal ini disebabkan oleh kandungan air yang cukup tinggi, berkisar antara 49,3% hingga 62,4%. Meskipun demikian, kelebihan dalam karakteristik dan rasa membuat keju dangke tetap menjadi sebuah kuliner yang memikat para penikmatnya di Kabupaten Enrekang. Proses pembuatan keju dangke masih dilakukan secara tradisional yaitu dengan cara pemanasan susu yang ditambahkan getah papaya sebagai enzim penggumpalan (koagulasi). Proses pengunggumpalan ini akan menyebabkan terjadinya pembentukan 2 fase, yaitu curd (padatan) dan whey (cairan). Setelah terjadi penggumpalan kemudian dilakukan penyaringan dengan menggunakan tempurung kelapa sekaligus sebagai alat pencetak dangke. Tahap terakhir yaitu pembungkusan dengan menggunakan daun pisang. Bentuk dangke dan pembungkus daun pisang menjadi ciri khas dari produk dangke oleh masyarakat Enrekang. Berdasarkan cara pengolahan dan karakteristiknya, dangke termasuk kedalam golongan keju segar (fresh cheese) tanpa pemeraman. Keju segar merupakan produk susu yang memiliki pH mendekati netral, kadar air dan aktivitasi air yang cukup tinggi membuat mikroorganisme pembusuk dapat tumbuh sehingga mengurangi umur simpan dari keju dangke Dalam proses pembuatan keju dangke, enzim papain yang berasal dari getah papaya digunakan sebagai bahan kunci. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan getah tersebut dapat menyebabkan rasa pahit pada keju, bahkan jika ditambahkan dalam konsentrasi yang rendah. Oleh karena itu, getah papaya yang ideal untuk digunakan dalam pembuatan keju dangke berasal dari buah papaya yang berumur 2,5-3 bulan. Melihat tantangan tersebut, seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini banyak digunakan enzim komersial papain dalam proses pembuatan keju dangke. Penggunaan enzim komersial ini dirancang untuk menghindari timbulnya rasa pahit pada keju, sehingga menghasilkan produk akhir yang lebih berkualitas dan dapat dinikmati oleh para konsumen. Referensi : S. Sulmiyati & N.S. Said. 2018. Karakteristik Dangke Susu Kerbau dengan Penambahan Crude Papain Kering. Jurnal Agritech .38 (3). Pp.345-352

DANGKE Read More »

APA ITU GULA SEMUT?

Penamaan gula semut dikarenakan bentuk dari gula tersebut seperti rumah semut yang bersarang ditanah. Gula semut merupakan gula kelapa berbentuk bubuk yang dapat dibuat dari nira palma yaitu suatu larutan gula cetak palmae yang telah dilebur kembali dengan penambahan air pada konsentrasi tertentu. Bahan dasar dari gula semut adalah nira dari pohon kelapa atau pohon aren. Gula semut memiliki kelebihan dan kekurangan, dimana kelebihannya adalah daya simpan lebih lama dibandingkan gula kelapa cetak karena kadar airnya rendah, harga jual lebih tinggi, indeks glikemiknya rendah, pengemasan lebih ringkas, mudah larut, dan memiliki rasa dan aroma yang lebih khas dari gula kelapa cetak. Kelemahan yang sering ditimbulkan dari pembuatan gula semut adalah proses pembuatnnya tidak mudah dan permasalahan yang terjadi di pasaran yaitu pH-nya terlalu rendah. pH yang terdapat pada bahan baku sangat mempengaruhi proses kristalisasi pembuatan gula semut karena adanya jumlah gula reduksi yang terbentuk. Gula semut juga memiliki banyak kandungan nutrisi, seperti zat besi, kalsium, kalium, magnesium, vitamin A, C, B12, polat, dan beragam zat antioksidan. Kandungan magnesium dan kalium pada gula aren dapat berubah sebagai zat elektrolit yang mampu menyeimbangkan kadar air dalam tubuh dan mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh. Selain itu, di dalam gula semut juga terdapat zat inulin yang merupakan salah satu prebiotik, zat inulin baik bagi bakteri di usus. Di Indonesia terdapat beberapa wilayah yang terkenal dengan produksi gula semutnya, antara lain: Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Lebak Referensi : Tang, M., Gazali, A. & Jumarding, A., 2021. PKM Pembuatan Gula Semut di Desa Mangkawani Kabupaten Enrekang. Jurnal Masyarakat Mandiri, V(6), pp. 3450-3457. Wilberta, N., Sonya, N. T. & Lydia, S. H. R., 2021. Analisis Kandungan Gula Reduksi Pada Gula Semut Dari Nira Aren Yang Dipengaruhi pH dan Kadar Air. BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi, XII(1), pp. 102-108.

APA ITU GULA SEMUT? Read More »

KERIPIK BUAH DAN SAYUR

CEMILAN VIRAL YANG MENYEHATKAN? Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sedang tergila-gila dengan keripik buah dan sayur. Cemilan ini mengklaim berbeda dengan keripik lainya karena menyehatkan, kok bisa ya? Ketika kita mendengar kata “keripik” pasti terlitas dipikiran kita proses pengolahanya yaitu “di goreng” pasti gak sehat sihhh. Jadi, pada pembuatan kripik buah dan sayur proses pengolahanya berbeda dari pembuatan kripik biasanya, metode yang digunakan yaitu Freeze Drying. Sumber : www://istockphoto.com Apa itu Freeze Drying ? Freeze Drying merupakan salah satu metode pengeringan yang memiliki keunggulan dalam mempertahankan kualitas produk kering dibandingkan dengan metode pengeringan lainnya. Prinsip dari metode Freeze Drying yaitu menghilangkan air beku dari suatu produk melalui proses sublimasi, yang dilakukan pada suhu dan tekanan rendah. Kelebihan dari metode Freeze Drying dapat mempertahankan kandungan gizi, rasa, dan warna, Namun kekurangan dari metode Freeze Drying yaitu biaya oprasional yang mahal. Proses Freeze Drying Sumber : www://istockphoto.com Proses Freeze Drying melibatkan tiga tahap, tahap pertama yaitu pembekuan dengan suhu terbaik -20°C hingga – 30°C, tahap ke-dua yaitu primary drying untuk menghilangkan air dan pelarut dalam keadaan beku melalui sublimasi pada suhu dan tekanan dibawah triple point yaitu suhu 0,01°C dengan tekanan 603 Pa, dan tahap ke-tiga yaitu Secondary drying untuk menghilangkan uap air yang tersublimasi atau air yang terikat dalam lapisan kering dengan suhu 20-30°C dengan tekanan ruang konstan 0,1 mbar. Laju pembekuan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu pembekuan lambat (< 2cm/jam), pembekuan sedang (2-3 cm/jam), dan pembekuan cepat (> 3 cm/jam). Referensi Rokhani Hasbullah., 2022. Study On The Vacuum Pressure And Drying Time Of Freeze-Drying Method To Maintain The Quality Of Strawberry (Fragaria Virginiana). Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 11(2). Pp. 79-290 Shifa Syafira., 2021. Studi Literatur Tentang Teknik Liofilisasi Untuk Preservasi Bakteri. Jurnal Teknik ITS. 10(2). Pp. 17-22

KERIPIK BUAH DAN SAYUR Read More »

APA ITU BUAH KLIMATERIK?

Umumnya buah dapat dipanen jika sudah menunjukan tanda-tanda kematangan, seperti perubahan warna, tingkat kemanisan, ataupun ukurannya. Namun terdapat beberapa buah yang dapat di panen meskipun masih mentah seperti pisang, kok bisa? Berdasarkan aktivitas respirasinya buah pisang termasuk kedalam golongan buah klimaterik. Kali ini kita akan membahas apa itu buah klimaterik dan non klimaterik. Buah Klimaterik Sumber : https://www.istockphoto.com Buah klimaterik merupakan buah yang mempu mengalami pematangan meskipun sudah dipetik dari pohonya dalam keadaan mentah. Hal ini dikarenakan buah klimaterik masih mengalami laju respirasi yang terus meningkat dan terjadi proses pematangan. Selain itu terjadinya proses produksi gas etilen pada proses pematangan yang akan mempengaruhi fisik dan kimia seperti perubahan warna, tekstur, aroma, rasa, dan kadar gula. Beberapa contoh buah yang termasuk kedalam golongan klimaterik yaitu mangga, pisang, alpukat, dan tomat. Referensi Inti Mulyo Arti., 2018. Pengaruh Etilen Apel Dan Daun Mangga Pada Pematangan Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca formatypica). Jurnal Pertanian Presisi. 2(2). Pp. 77-88 Buah non klimaterik Sumber : https://www.istockphoto.com Berbeda dengan buah klimaterik yang dapat dipetik dalam kondisi mentah, buah non klimaterik bisa dipanen jika sudah mengalami proses pematangan. Setelah pemanenan buah non klimaterik cenderung mengalami penurunan mutu kearah senescence dan pembusukan. hal tersebut terjadi karena buah non klimaterik tidak mengalami laju respirasi dan produksi etilen setelah dipetik. Beberapa contoh buah yang termasuk golongan non klimaterik yaitu jeruk, anggur, nanas, dan melon.

APA ITU BUAH KLIMATERIK? Read More »

SORGUM, PANGAN ALTERNATIF PENGGANTI BERAS

Beras merupakan makanan pokok orang Indonesia yang permintaannya semakin meningkat. Banyaknya permintaan tersebut tidak sebanding dengan ketersediannya yang semakin lama semakin berkurang sehingga sulit untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia. Dari permasalahan tersebut membuat masyarakat maupun pemerintah harus mencari alternatif beras. Pemerintah kemudian mengeluarkan undang-undang tentang diversifikasi pangan (keamanan pangan) Sumber : www.istockphoto.com Kelompok serealia yang dapat digunakan sebagai alternatif beras yaitu sorgum. Sorgum memiliki beberapa keunggulan, seperti: 1. Kemampuan beradaptasinya luas 2. Dapat tumbuh di lahan kering 3. Seluruh bagian tanaman sorgum mempunyai nilai ekonomis Sorgum merupakan tanaman yang berasal dari Afrika dimana selain memiliki keunggulan keunggulan tersebut, sorgum juga memiliki manfaat sebagai berikut : 1. Dapat digunakan sebagai bahan baku industri kertas, nira, gula, dan MSG 2. Ketahanan pangan sebagai diversifikasi pangan 3. Sebagai bahan baku media jamur merang 4. Sebagai bahan baku pakan Kandungan karbohidrat dalam biji sorgum cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif beras. Biji sorgum memiliki nutrisi yang sebanding dengan jagung dan beras. Kandungan protein sorgum sedikit lebih tinggi dari jagung sedangkan kadar lemaknya lebih rendah. Selain itu, sorgum juga memiliki kandungan kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin B1 yang lebih tinggi dibandingkan beras. Sorgum juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes karena bijinya mengandung tanin. Tanin tersebut akan menghasilkan enzim yang menghambat terserapnya karbohidrat oleh tubuh sehingga kadar glukosa dan insulannya dapat dikontrol. Namun kandungan tanin tersebut dapat dapat dikurangi dengan memperbaiki teknologi pengolahan. Referensi : Arif, A., 2020. Sorgum: Benih Leluhur untuk Masa Depan. 1st ed. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. Meo, F. & Tokan, F. B., 2023. Pemanfaatan Sorgum Dalam Menunjang Ketahanan Pangan Rumah Tangga Di Desa Lamabelawa, Kabupaten Flores Timur. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, IV(3), pp. 2095-2104

SORGUM, PANGAN ALTERNATIF PENGGANTI BERAS Read More »

Bridging Technology for Humanity
Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp : 0281-641629

WA  : 0812-2831-9222

Email : [email protected]

Telp

Email

 

: 0281-641629

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University Purwokerto

Scroll to Top
Secret Link