PROSES PASTEURISASI PADA SUSU
Susu merupakan salah satu protein hewani yang bernilai gizi tinggi, kandungan dan komposisi gizinya hampir sempurna. Susu memiliki tingkat peminat yang tinggi terutama bagi bayi. Namun, susu memiliki kekurangan yaitu mudah rusak. Kandungan yang terdapat dalam susu sangat disukai oleh mikroorganisme terutama mikroorganisme pembusuk sehingga mudah basi. Salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan susu adalah dengan perlakuan pemanasan sedang atau pasteurisasi. Pasteurisasi adalah cara memperpanjang umur simpan susu melalui pemanasan pada suhu tertentu dibawah titik didih susu dan hasil produk olahannya masih mempunyai bentuk dan rasa seperti susu segar. Keberhasilan memperpanjang umur simpan susu yang telah dipasteuriasi akan berhasil apabila susu pasteurisasi tersebut disimpan pada suhu dibawah 10˚C. Tujuan pasteurisasi selain untuk memperpanjang umur simpan adalah untuk membunuh bakteri patogen dan non patogen serta meningkatkan mutu susu. Selain itu, proses pasteurisasi dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit akibat bakteri jahat. Proses pasteurisasi terhadap susu dengan perlakuan pemanasan sedang, dapat membunuh sebagian bakteri yang ada di dalamnya. Proses pasteurisasi susu bermanfaat secara ekonomis bagi peternak sapi perah, antara lain: harga ekonomis susu pasteurisasi lebih tinggi daripada susu tanpa pasteurisasi dan daya tahan susu yang lama memungkinkan susu disimpan (tidak perlu dibuang apabila susu tidak dikonsumsi). Terdapat 3 macam pasteurisasi yaitu: Low Temperature Long Time, pemanasan dilakukan pada suhu 62-65 ˚C selama 30 menit-1 jam High Temperature Short Time, pemanasan dilakukan dengan suhu 85-95 ˚C selama 1-2 menit Ultra High Temperature, pemanasan dilakukan pada suhu 135-145 ˚C selama ± 5 detik dan langsung dilakukan proses pendinginan Referensi:Triwidyastuti, Y., Nizar, M., H. & Jusak, J., 2019. Pengendali Suhu Pada Proses Pasteurisasi Susu Dengan Menggunakan Metode Pid dan Metode Fuzzy Sugeno. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, VI(4), pp. 355-362.
PROSES PASTEURISASI PADA SUSU Read More »