Artikel

Lapisan-Lapisan Pada Kemasan Susu Kotak

https://images.app.goo.gl/br75qccHDBBWn8Um7 Susu kotak atau susu UHT (Ultra High Temperature) banyak digemari masyarakat karena kepraktisannya dan kemampuannya untuk disimpan pada suhu ruang dalam waktu lama. Keunggulan tersebut berasal dari kemasan kemasan susu kotak yang terdiri dari beberapa lapis material berbeda. Bukan sekadar karton biasa, setiap lapisan memiliki fungsi krusial untuk melindungi susu dari berbagai faktor perusak dan menjaga kesegarannya. Rata-rata, kemasan susu kotak terdiri dari 6 lapis material yang berbeda, yang masing-masing memiliki peran spesifik: Lapisan ini memungkinkan susu UHT disimpan berbulan-bulan di suhu ruang tanpa pendingin. Keunggulan kemasan susu kotak multilapis Kemasan susu kotak adalah salah satu bukti nyata inovasi dalam pangan yang dapat memberikan solusi praktis dan aman bagi kebutuhan konsumsi sehari-hari, memastikan susu yang diminum tetap berkualitas dari pabrik hingga ke gelas.

Lapisan-Lapisan Pada Kemasan Susu Kotak Read More »

Fakta dan Sejarah Jenang Jaket Khas Banyumas

https://images.app.goo.gl/qArZHMadY92CsPGa9 Jenang Jaket adalah sejenis dodol atau jenang yang terbuat dari tepung ketan, gula aren, santan kelapa, dan terkadang ditambahkan aroma seperti pandan. Ciri khas utama Jenang Jaket adalah teksturnya yang sangat lembut, kenyal, dan warnanya yang coklat kehitaman. Rasanya manis legit dan sedikit gurih dari santan dan aroma khas gula kelapa yang kuat. Kata “Jaket” merupakan akronim dari “Ja-jang Ke-tan” atau “Jajanan Ketan”, yang yang berarti beras ketan. Ada pula yang menyebutkan bahwa “Jaket” merupakan singkatan dari “Jajanan Khas Enak Tenan”.  Jenang ini lahir dari kearifan lokal masyarakat pedesaan di Banyumas, khususnya di sekitar Purwokerto, yang memanfaatkan bahan-bahan alami melimpah di lingkungan mereka seperti, kelapa, beras ketan, dan nira aren. Pada masa lalu, pembuatan jenang adalah kegiatan yang sering dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga menjelang perayaan hari besar atau acara adat. Proses pembuatannya yang memakan waktu lama dan tenaga untuk mengaduk jenang selama berjam-jam hingga kental dan kalis, sehingga jenang menjadi simbol kebersamaan dan kegotong-royongan. Salah satu jenang jaket yang paling dikenal adalah merek “Jenang Jaket H. Maskuri”. Merek ini sudah ada sejak tahun 1930-an dan menjadi pelopor serta ikon Jenang Jaket di Purwokerto. Warisan resep dan tradisi pembuatan Jenang Jaket terus dipertahankan secara turun-temurun, menjadikan Jenang Jaket H. Maskuri sebagai salah satu tempat yang perlu dikunjungi untuk mencicipi keautentikan rasa jenang khas Purwokerto. Fakta menarik seputar jenang jaket

Fakta dan Sejarah Jenang Jaket Khas Banyumas Read More »

Teh Rambut Jagung: Manfaat Potensial untuk Penderita Diabetes

Sumber: https://images.app.goo.gl/Qwzx5SPXnycEwiDEA Bagi sebagian besar orang, rambut jagung hanyalah bagian yang dibuang saat mengolah jagung. Namun, tahukah Anda bahwa “limbah” ini menyimpan manfaat kesehatan, terutama bagi penderita diabetes? Teh rambut jagung, minuman herbal yang dibuat dari serat halus telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan kini semakin banyak diteliti karena kemampuannya membantu pengelolaan kadar gula darah. Apa itu rambut jagung? Rambut jagung (silk corn) adalah serat tipis, berkilau, seperti benang yang tumbuh dibawah kelopak dan menempel pada tongkol jagung. Meskipun sering diabaikan, rambut jagung mengandung senyawa bioaktif seperti, flavonoid, fenolik, saponin, dan protein yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Proses pembuatan ekstrak teh rambut jagung: Pembuatan teh rambut jagung dilakukan dengan menambahkan air pada ekstrak rambut jagung. formula konsentrasi teh ekstrak rambut jagung  yang dapat dibuat sebesar 40%. Manfaat dari teh rambut jagung yaitu membantu menurunkan kadar gula darah sehingga cocok untuk penderita diabetes. Konsumsi teh rambut jagung juga dapat membantu membersihkan ginjal dan mencegah penumpukan cairan, yang kadang menjadi masalah pada penderita diabetes. Manfaat lainnya adalah sebagai sumber antioksidan, mendukung kesehatan dan fungsi pankreas, dan sumber nutrisi. Konsumsi teh rambut jagung sebaiknya tidak ditambahkan gula, tetapi jika ingin rasanya manis dapat ditambahkan pemanis alami seperti stevia.

Teh Rambut Jagung: Manfaat Potensial untuk Penderita Diabetes Read More »

Roti Viral Sourdough

Sumber: https://images.app.goo.gl/Mt9VbSvKDASrenGv7 Beberapa waktu terakhir, media sosial diramaikan oleh satu jenis roti sourdough. Namun, apa sebenarnya yang membuat roti ini begitu digandrungi? Apa Itu Sourdough? Berbeda dengan roti konvensional yang mengandalkan ragi instan, roti sourdough dibuat menggunakan “sourdough starter” yaitu campuran tepung dan air yang difermentasi secara alami. Starter ini mengandung koloni ragi liar dan bakteri asam laktat yang secara alami ada di udara dan tepung. Bakteri inilah yang memberikan rasa asam khas pada sourdough dan membantu roti mengembang. Proses pembuatan starter bisa memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, dan perlu diberi “makan” (tepung dan air) secara teratur agar tetap hidup dan aktif. Inilah yang membuat sourdough terasa begitu “hidup” bagi para pembuatnya. Mengapa sourdough begitu viral? Fenomena roti sourdough viral menunjukkan lebih dari sekadar popularitas makanan. keinginan untuk membuat makanan yang lebih alami, menggunakan bahan-bahan berkualitas, dan menemukan kegembiraan dalam kreasi tangan sendiri. Sourdough bukan hanya tentang roti lezat tetapi tentang proses dan kesabaran.

Roti Viral Sourdough Read More »

Sniff Test, Pengujian Kemasan Produk Pangan: Deteksi Bau Asing dan Kontaminasi

Sumber: https://images.app.goo.gl/xbBK7weWjLjCdgEm7 Keamanan dan kualitas produk adalah prioritas utama pada suatu industri pangan. Selain kualitas bahan baku dan proses produksi yang menjadi perhatian, kemasan produk juga memegang peranan krusial. Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik, tetapi juga harus inert dan kemasan yang baik tidak memberikan dampak negatif pada produk di dalamnya. Salah satu metode pengujian awal yang sederhana namun efektif untuk menilai kualitas kemasan adalah “Sniff Test” atau Uji Bau. Apa itu sniff test dalam konteks kemasan pangan? Sniff test pada pengujian kemasan produk pangan adalah metode sensorik yang melibatkan penggunaan indera penciuman manusia untuk mendeteksi keberadaan bau asing, bau tidak diinginkan, atau bau aneh yang berasal dari material kemasan atau yang ditransfer oleh kemasan ke produk pangan. Meskipun tidak kuantitatif dan bersifat subjektif, sniff test berfungsi sebagai alat skrining cepat untuk mengidentifikasi potensi masalah. Prosedur umum sniff test: Tujuan dilakukan sniff test

Sniff Test, Pengujian Kemasan Produk Pangan: Deteksi Bau Asing dan Kontaminasi Read More »

Food Coma: Fenomena Mengantuk Setelah Makan Besar

Sumber: https://images.app.goo.gl/jZ4pydhZchWRzREA9 Pernahkah Anda merasakan rasa kantuk yang luar biasa setelah menyantap hidangan yang lezat dan berlimpah? Perasaan lesu, mata terasa berat, dan keinginan kuat untuk rebahan setelah makan siang atau makan malam besar ini sering disebut dengan istilah populer “food coma“ atau dalam istilah medis disebut postprandial somnolence. Ini adalah fenomena umum yang dialami banyak orang, dan di balik rasa kantuk itu ada proses biologis menarik yang terjadi di dalam tubuh kita.  Terdapat beberapa faktor utama yang diyakini berkontribusi pada sensasi mengantuk ini: Setelah makan, terutama makanan besar, tubuh akan mengarahkan sebagian besar energi dan aliran darah ke sistem pencernaan. Tujuannya untuk membantu memecah makanan dan menyerap nutrisi. Akibatnya, ada sedikit penurunan aliran darah ke otak, yang bisa memicu perasaan lesu dan kantuk. Proses pencernaan memicu pelepasan berbagai hormon. Salah satu yang paling dikenal adalah insulin. Ketika seseorang makan makanan kaya karbohidrat, kadar gula darah meningkat, mendorong pankreas untuk melepaskan insulin. Insulin membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa, yang dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang cepat setelah lonjakan awal. Penurunan ini bisa berkontribusi pada perasaan lemas dan mengantuk. Tidak semua makanan akan memicu food coma yang sama. Ukuran porsi dan komposisi makronutrien sangat berpengaruh: Cara mengurangi efek food coma Meskipun food coma adalah respon alami tubuh, terdapat langkah-langkah untuk meminimalkan dampaknya:

Food Coma: Fenomena Mengantuk Setelah Makan Besar Read More »

Mahasiswa Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto Ikuti Sertifikasi HACCP & CPPOB

Purwokerto 2 Januari 2025 – Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi mahasiswa dalam bidang keamanan pangan, Program Studi Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto mengadakan pelatihan dan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) serta Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kegiatan ini dipandu oleh Ibu Ajeng Dyah Kurniawati, S.TP., M.Sc., yang merupakan dosen S1 Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto. Kegiatan ini terbatas dan hanya diikuti oleh 20 mahasiswa Teknologi Pangan angkatan 2022. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai prinsip HACCP dan CPPOB, yang sangat penting dalam industri pangan untuk memastikan keamanan serta mutu produk yang dihasilkan.  Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai standar keamanan pangan yang diterapkan dalam industri. Materi yang disampaikan mencakup prinsip dasar HACCP, identifikasi bahaya dalam rantai produksi pangan, serta implementasi CPPOB untuk memastikan kualitas dan keamanan produk pangan olahan. Selain teori, mahasiswa juga diberikan studi kasus terkait penerapan HACCP dan CPPOB di industri pangan. Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga melakukan simulasi penerapan HACCP dan CPPOB dalam proses produksi pangan. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, mengingat sertifikasi HACCP dan CPPOB menjadi salah satu syarat penting bagi tenaga kerja di sektor pangan. Dengan adanya program ini, Telkom University Purwokerto terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa agar siap bersaing di dunia industri.

Mahasiswa Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto Ikuti Sertifikasi HACCP & CPPOB Read More »

ternational Guest Lecture: “Prevention and Detection of Microbial Contamination in Dairy Product and Infant Formula”

Pada 11 Oktober 2024, Program Studi Teknologi Pangan telah sukses menyelenggarakan seminar internasional dengan tema “Prevention and Detection of Microbial Contamination in Dairy Product and Infant Formula”. Narasumber pada seminar kali ini adalah Dr (cand). Alaeldin Mohammed Ahmed Musa, M.Si selaku dosen nutrisi dan teknologi di Omdurman Islamic University, Sudan. Dalam presentasinya, narasumber memaparkan hasil penelitiannya yang mengidentifikasi berbagai jenis bakteri, virus, dan jamur yang berpotensi mencemari produk susu dan formula bayi. Narasumber juga menjelaskan mekanisme patogenik dan dampak kesehatan yang ditimbulkan, mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga komplikasi serius yang mengancam jiwa. Seminar ini tidak hanya berfokus pada identifikasi mikroba patogen, tetapi juga menjelaskan cara pencegahan cemaran mikroba tersebut Berbagai metode deteksi kontaminasi mikroba, mulai dari teknik mikrobiologi konvensional hingga teknologi molekuler canggih dijelaskan pada seminar ini. Selain itu, terdapat strategi pencegahan kontaminasi mikroba yang mencakup praktik sanitasi yang ketat pada saat penyimpanan. Narasumber menekankan bahwa produk susu dan formula bayi merupakan sumber nutrisi esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi dan anak-anak. Oleh karena itu, kontaminasi mikroba dalam produk-produk ini bukan sekadar masalah kualitas, tetapi juga ancaman serius terhadap kesehatan. Dampak yang ditimbulkan bisa sangat fatal, mulai dari infeksi saluran pencernaan hingga kematian Dalam seminar internasional ini, mahasiswa menunjukkan rasa ingin tahu dan mengajukan pertanyaan tentang berbagai aspek kontaminasi mikroba dalam produk susu dan formula bayi, mulai dari mekanisme patogenik hingga inovasi teknologi deteksi. Dengan suksesnya penyelenggaraan seminar internasional ini, diharapkan tercipta sebuah wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman antar peserta. Lebih dari itu, seminar ini diharapkan dapat meningkatkan jalinan kerjasama antar Program Studi Teknologi Pangan dengan para ahli di bidang pangan sehingga pada kesempatan selanjutnya acara ini dapat terus berjalan dan menghadirkan narasumber yang luar biasa.

ternational Guest Lecture: “Prevention and Detection of Microbial Contamination in Dairy Product and Infant Formula” Read More »

Pemilihan Raya Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Periode 2025/2026

Pemilihan Raya Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan periode 2025/2026 telah sukses diselenggarakan pada 7 Desember 2024 di Gedung IOT 104-105. Acara berlangsung meriah diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif Program Studi Teknologi Pangan, Telkom University Purwokerto. Pemira kali ini menghadirkan 2 calon ketua HMTP yaitu Diandra Citra Salsabila dan Salsabila Nanda Lestari yang merupakan mahasiswa aktif Teknologi Pangan tahun 2023. Masing-masing kandidat diberikan kesempatan menyampaikan visi, misi, dan program kerja unggulan mereka selama 10 menit yang kemudian dilanjutkan dengan debat kandidat. Proses pemungutan suara dilakukan secara langsung melalui kertas suara yang telah disiapkan oleh panitia pemira. Hal ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pemilihan. Setelah melalui proses penghitungan suara yang transparan, pasangan calon nomor urut 1 yaitu Diandra Citra Salsabila berhasil meraih suara terbanyak dan ditetapkan sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan terpilih periode 2025/2026. Dalam sambutannya, ketua terpilih menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen dan seluruh mahasiswa Teknologi Pangan yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa Teknologi Pangan untuk bersama-sama membangun HMTP yang lebih baik dan berkontribusi aktif dalam pengembangan program studi Teknologi Pangan. Kesuksesan Pemira Himatepa 2025/2026 tidak lepas kontribusi panitia pelaksana. Panitia yang terdiri dari mahasiswa aktif Teknologi Pangan dari berbagai angkatan ini telah bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam mempersiapkan dan melaksanakan seluruh rangkaian acara Pemira. Pemira Himatepa 2025/2026 diharapkan dapat menjadi momentum bagi mahasiswa Teknologi Pangan untuk semakin aktif berpartisipasi dalam kegiatan kemahasiswaan dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan program studi Teknologi Pangan.

Pemilihan Raya Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Periode 2025/2026 Read More »

ORTEPA: ORIENTASI TEKNOLOGI PANGAN

Program Studi Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto telah sukses menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) bagi mahasiswa baru angkatan 2024. Acara berlangsung selama 3 hari pada bulan Oktober 2024 yang terdiri dari pra-Ortepa, day 1, dan day 2 Ortepa. Ortepa ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia Teknologi Pangan kepada para mahasiswa baru, serta menanamkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Ospek kali ini mengusung tema “Harmony with nature: For future food innovation”, yang mencerminkan visi dan misi Prodi Teknologi Pangan dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan inovatif. Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan pun dirancang sedemikian rupa untuk memberikan pengalaman yang edukatif dan menarik bagi para mahasiswa baru. Pada hari pertama dilakukan pra-Ortepa yang bertujuan untuk menginformasikan apa saja yang akan dilakukan para maba di oretapa day 1 dan day 2. Kemudian pada hari kedua, Prodi Teknologi Pangan menghadirkan narasumber hebat untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru. Materi yang disampaikan terkait kesinambungan antara kuliah dan prestasi akademik maupun akademik yang ditujukan agar mahasiswa baru Teknologi Pangan termotivasi untuk meningkatkan prestasinya. Pada hari ketiga, mahasiswa baru mengikuti berbagai games untuk meningkatkan kekompakan dan kreativitas. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan problem solving dan teamwork. Para mahasiswa baru menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan Ospek. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan berpartisipasi dalam setiap games dan simulasi.  Pada hari kedua, Ortepa menjadi momen seru bagi para mahasiswa baru. Setelah hari pertama diisi dengan pengenalan program studi dan lingkungan kampus, hari kedua ini diwarnai dengan berbagai permainan seru yang menghibur, mendidik dan mempererat kebersamaan. Games tersebut dimainkan secara berkelompok yang bertujuan untuk membangun kekompakan tim. Di sela-sela permainan, para mahasiswa baru juga memiliki kesempatan untuk saling mengenal dan berinteraksi. Momen-momen kebersamaan ini diisi dengan canda tawa dan obrolan ringan, yang semakin mempererat hubungan antar mereka. Melalui Ospek ini, diharapkan mahasiswa baru tidak hanya termotivasi untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga terinspirasi untuk mengembangkan softskill. Prodi Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto berkomitmen untuk terus membimbing dan mendukung mahasiswa dalam mencapai cita-cita mereka.

ORTEPA: ORIENTASI TEKNOLOGI PANGAN Read More »

Bridging Technology for Humanity
Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp : 0281-641629

WA  : 0812-2831-9222

Email : [email protected]

Telp

Email

 

: 0281-641629

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University Purwokerto

Scroll to Top
Secret Link