Author name: [email protected]

Perkuat Wirausaha Pangan Sejak Sekolah, Dosen Teknologi Pangan Edukasi Guru SMA N 1 Majenang

Majenang, Cilacap — Upaya menumbuhkan minat kewirausahaan di kalangan pelajar terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Kapasitas Siswa SMA melalui Edukasi dan Inovasi Teknologi Pangan” yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Majenang, Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru SMK Negeri 1 Majenang. Melalui peran guru sebagai pendidik dan pendamping siswa, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan, khususnya di bidang pangan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menumbuhkan minat siswa terhadap usaha pangan, sekaligus pemahaman dasar mengenai regulasi dan keamanan pangan. Materi ini dinilai sangat penting mengingat peluang usaha di bidang pangan cukup besar, namun harus dijalankan dengan memperhatikan standar keamanan dan aturan yang berlaku. Materi disampaikan oleh dosen dari Teknologi Pangan Universitas Telkom Purwokerto. Pada kegiatan ini, mengajak para guru untuk melihat potensi inovasi produk pangan yang dapat dikembangkan oleh siswa, serta peran Teknologi Pangan dalam meningkatkan kualitas, daya saing, dan keamanan produk. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru dapat menjadi penggerak dalam membangun wawasan kewirausahaan siswa, sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan yang tepat agar mampu menghasilkan produk pangan yang inovatif, aman, dan bernilai jual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk komitmen Program Studi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta mendorong terciptanya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan siap bersaing di bidang pangan.

Perkuat Wirausaha Pangan Sejak Sekolah, Dosen Teknologi Pangan Edukasi Guru SMA N 1 Majenang Read More »

Apa Arti Logo FSC pada Kemasan Pangan?

Kemasan pangan berbahan dasar kertas atau karton memiliki salah satu indikator penting yaitu logo FSC (Forest Stewardship Council). Logo ini mengisyaratkan sebuah pernyataan komitmen terhadap pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Forest Stewardship Council (FSC) adalah organisasi nirlaba internasional yang didirikan pada tahun 1993 untuk mempromosikan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab di seluruh dunia. FSC menetapkan standar yang ketat untuk pengelolaan hutan dan juga untuk rantai pasok produk berbasis hutan. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa produk kayu dan non-kayu berasal dari hutan yang dikelola secara etis dan berkelanjutan, baik dari segi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Makna logo FSC pada kemasan pangan Logo FSC banyak terdapat pada kemasan produk pangan misalnya, kemasan susu kotak, kotak sereal, kemasan biskuit, atau kantong kertas, yang berarti material kertas atau karton kemasan tersebut berasal dari sumber yang diverifikasi dan dikelola secara bertanggung jawab sesuai standar FSC. Ada beberapa jenis label FSC yang mungkin Anda temui, masing-masing dengan makna spesifik: Untuk mendapatkan logo FSC, seluruh rantai pasok (dari hutan hingga pabrik kemasan, hingga produsen pangan) harus melalui proses sertifikasi yang ketat yang dikenal sebagai Chain of Custody (CoC). Proses ini memastikan bahwa material bersertifikat FSC dilacak dan dipisahkan dari material yang tidak bersertifikat di setiap tahap produksi dan distribusi. Audit berkala dilakukan oleh badan sertifikasi pihak ketiga yang independen untuk memastikan kepatuhan terhadap standar FSC. Dengan memilih produk berlabel FSC, konsumen turut serta dalam menjaga kelestarian hutan untuk generasi mendatang, memastikan bahwa kelezatan produk pangan yang kita nikmati tidak datang dengan mengorbankan planet kita. Mari menjadi konsumen yang lebih sadar dan mendukung masa depan yang lebih hijau

Apa Arti Logo FSC pada Kemasan Pangan? Read More »

MENGENAL MAKANAN RINGAN ESKTRUDAT

Makanan ringan atau snack dikenal dengan teksturnya yang ringan, renyah, dan bentuknya yang seragam, seperti stik, bola, cincin, atau bentuk unik lainnya. Namun, tahukah Anda mengapa makanan ringan memiliki tekstur dan bentuk khas tersebut? Jawabannya adalah dalam proses pembuatannya dengan ekstrusi. Apa Itu Proses Ekstrusi? Ekstrusi adalah teknik pengolahan makanan modern yang melibatkan pemanasan dan pembentukan bahan pangan di bawah tekanan tinggi menggunakan mesin khusus yang disebut ekstruder. Cara kerja mesin khusus tersebut adalah: Contoh produk ekstrudat tidak hanya terdapat pada makanan ringan (keripik jagung, stik keju, puffs jagung). Contoh lainnya yaitu sereal, makanan berbasis protein, dan pasta. Kebanyakan makanan ringan ekstrudat memiliki kalori tinggi, BTP, dan rendah serat. Sebagian produk ekstrudat juga termasuk dalam kategori makanan ultra-proses sehingga sebagai konsumen, harus lebih bijak dalam mengkonsumsi jenis makanan ini agar tidak berlebihan dan berdampak negatif pada kesehatan tubuh.

MENGENAL MAKANAN RINGAN ESKTRUDAT Read More »

FOOD 3D PRINTING: REVOLUSI PANGAN DI ERA TEKNOLOGI

Food 3D Printing atau pencetakan makanan adalah inovasi teknologi dengan menggunakan printer 3D khusus untuk membuat objek pangan secara berlapis-lapis menggunakan edible ink. Edible ink biasanya terbuat dari pasta, pure, atau adonan yang kemudian dimasukkan ke dalam tabung, lalu diekstruksi melalui nosel kecil dengan presisi tinggi sehingga mampu membentuk objek yang telah diprogram. Penerapan teknologi ini mampu menambah potensi besar dalam melakukan inovasi dalam personalisasi makanan dan keberlanjutan produksi pangan. Prinsip, Teknik, dan Jenis Bahan Yang Digunakan Prinsip dasar Food 3D Printing tidak jauh berbeda dengan 3D printer konvensional, yaitu dengan mengirimkan desain digital ke printer. Kemudian printer akan membentuk objek dari bahan cair menjadi bentuk tiga dimensi yang kompleks. Secara umum, Food 3D Printing menggunakan teknik seperti ekstruksi, inkjet printing, dan selective laser untuk membentuk makanan berbahan dasar protein, karbohidrat, dan lipid. Pada ketiga teknik tersebut, teknik ekstraksi paling sering digunakan karena lebih fleksibel dalam mengolah bahan viskoelastis. Bahan-bahan yang sering digunakan dalam Food 3D Printing meliputi: Aplikasi dan Manfaat Tantangan dan Hambatan

FOOD 3D PRINTING: REVOLUSI PANGAN DI ERA TEKNOLOGI Read More »

NUTRI-GRADE: SISTEM PELABELAN UNTUK PILIHAN PRODUK PANGAN YANG LEBIH SEHAT

Pada rak-rak supermarket yang dipenuhi beragam produk, seringkali kita dihadapkan pada kesulitan membaca dan membandingkan informasi gizi yang rumit pada kemasan. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa negara di Eropa memperkenalkan Nutri–Grade: sebuah sistem pelabelan gizi yang sederhana dan mudah dipahami, dirancang untuk membantu konsumen membuat pilihan makanan yang lebih sehat dengan cepat. Apa Itu Nutri–Grade Nutri–Grade adalah sistem pelabelan gizi bagian depan kemasan (FOPL – Front-of-Pack Labeling) yang menggunakan warna dan huruf untuk menilai kualitas gizi suatu produk makanan atau minuman olahan. Sistem ini didasarkan pada skala lima tingkat: Tujuannya adalah memberikan informasi sekilas yang intuitif. Semakin hijau dan mendekati A, semakin sehat produk tersebut untuk dikonsumsi secara rutin. Penerapan Nutri–Grade membawa beberapa keuntungan signifikan: Nutri–Grade pertama kali dikembangkan di Prancis dan telah diadopsi secara resmi atau direkomendasikan oleh beberapa negara di Eropa, termasuk Belgia, Jerman, Spanyol, Swiss, dan Belanda. Meskipun bukan sistem global, popularitasnya terus meningkat sebagai contoh pelabelan yang efektif dan didukung secara ilmiah.

NUTRI-GRADE: SISTEM PELABELAN UNTUK PILIHAN PRODUK PANGAN YANG LEBIH SEHAT Read More »

APA ITU MINYAK ATSIRI?

Minyak atsiri adalah senyawa volatil (mudah menguap) yang diekstrak dari berbagai bagian tumbuhan, seperti daun, bunga, batang, kulit kayu, akar, dan buah. Istilah “atsiri” mengacu pada sifatnya yang mudah menguap dan menghasilkan aroma yang kuat. Secara kimiawi, minyak atsiri adalah campuran kompleks dari puluhan hingga ratusan senyawa organik, termasuk terpen dan terpenoid. Senyawa-senyawa inilah yang memberikan karakteristik khas pada setiap minyak, seperti mentol pada peppermint atau limonen pada jeruk. Ada beberapa metode utama yang digunakan untuk mengekstrak minyak atsiri: Minyak atsiri dimanfaatkan sangat luas, sebagai aromaterapi, penggunaan pada tubuh, pewangi alami, flavoring agent. Indonesia merupakan salah satu produsen minyak atsiri terbesar, jenis minyak atsiri Indonesia meliputi: Meskipun berasal dari bahan organik yang berasal dari alam, penggunaan minyak atsiri perlu digunakan dengan hati-hati:

APA ITU MINYAK ATSIRI? Read More »

Apa Arti Logo FSC pada Kemasan Pangan?

Sumber: https://images.app.goo.gl/cwDtmYdcHjVFouc59 Kemasan pangan berbahan dasar kertas atau karton memiliki salah satu indikator penting yaitu logo FSC (Forest Stewardship Council). Logo ini mengisyaratkan sebuah pernyataan komitmen terhadap pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Forest Stewardship Council (FSC) adalah organisasi nirlaba internasional yang didirikan pada tahun 1993 untuk mempromosikan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab di seluruh dunia. FSC menetapkan standar yang ketat untuk pengelolaan hutan dan juga untuk rantai pasok produk berbasis hutan. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa produk kayu dan non-kayu berasal dari hutan yang dikelola secara etis dan berkelanjutan, baik dari segi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Makna logo FSC pada kemasan pangan Logo FSC banyak terdapat pada kemasan produk pangan misalnya, kemasan susu kotak, kotak sereal, kemasan biskuit, atau kantong kertas, yang berarti material kertas atau karton kemasan tersebut berasal dari sumber yang diverifikasi dan dikelola secara bertanggung jawab sesuai standar FSC. Ada beberapa jenis label FSC yang mungkin Anda temui, masing-masing dengan makna spesifik: Untuk mendapatkan logo FSC, seluruh rantai pasok (dari hutan hingga pabrik kemasan, hingga produsen pangan) harus melalui proses sertifikasi yang ketat yang dikenal sebagai Chain of Custody (CoC). Proses ini memastikan bahwa material bersertifikat FSC dilacak dan dipisahkan dari material yang tidak bersertifikat di setiap tahap produksi dan distribusi. Audit berkala dilakukan oleh badan sertifikasi pihak ketiga yang independen untuk memastikan kepatuhan terhadap standar FSC. Dengan memilih produk berlabel FSC, konsumen turut serta dalam menjaga kelestarian hutan untuk generasi mendatang, memastikan bahwa kelezatan produk pangan yang kita nikmati tidak datang dengan mengorbankan planet kita. Mari menjadi konsumen yang lebih sadar dan mendukung masa depan yang lebih hijau

Apa Arti Logo FSC pada Kemasan Pangan? Read More »

Dada vs Paha Ayam: Mengapa Tekstur Daging Berbeda?

Sumber: https://images.app.goo.gl/mt9CU6dBeDF1g76p6 Dada ayam seringkali terasa lebih “kering” dan “keras” jika tidak dimasak dengan benar, sementara paha ayam cenderung lebih juicy dan lembut. Hal ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari perbedaan biologis, komposisi nutrisi, dan fungsi otot pada tubuh ayam. Perbedaan utama antara daging dada dan paha ayam terletak pada jenis serabut otot yang dominan di masing-masing bagian: Sehingga dalam proses memasak dada ayam jangan terlalu lama untuk menghindari teksturnya yang keras. Metode seperti pan-searing cepat, grilling, atau broiling cocok untuk dada ayam karena waktu masaknya singkat. Sedangkan paha ayam ideal untuk metode memasak lambat seperti direbus, dibakar perlahan (roasting), atau dimasak dalam slow cooker. Semakin lama dimasak, lemak dan jaringan ikatnya akan meleleh, menghasilkan tekstur yang sangat empuk dan juicy.

Dada vs Paha Ayam: Mengapa Tekstur Daging Berbeda? Read More »

Teri Nasi: Harta Karun Mungil Penuh Gizi dari Lautan

Sumber: https://images.app.goo.gl/JVuYikq62tQHZjmJ6 Di tengah berbagai pilihan makanan super (superfood) yang kian beragam, seringkali kita melupakan kekayaan nutrisi yang terdapat dalam bahan pangan lokal yang sederhana dan terjangkau. Salah satu “harta karun” laut adalah teri nasi. Ikan teri berukuran sangat kecil, berwarna putih bening ini, menyimpan gizi yang luar biasa, sehingga banyak dikonsumsi untuk meningkatkan asupan nutrisi bagi segala usia, dari balita hingga lansia. Teri nasi adalah pembangkit tenaga nutrisi dengan segudang manfaat kesehatan:

Teri Nasi: Harta Karun Mungil Penuh Gizi dari Lautan Read More »

Mengapa Nasi Instan Bisa Awet Hingga Berhari-hari?

https://images.app.goo.gl/VKS1wcFFjXKYSfwW9 Nasi yang baru dimasak sangat rentan terhadap kerusakan. Adanyaa air dan nutrisi dapat menjadi media bagi pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Dalam hitungan jam pada suhu ruang, nasi akan menjadi basi, berbau tidak sedap, dan tidak layak konsumsi. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana nasi yang mudah basi bisa bertahan awet dalam kemasan instan? Terdapat beberapa teknik utama yang digunakan untuk memperpanjang umur simpan nasi instan, menjadikannya praktis dan aman dikonsumsi: Tujuan dilakukan pengeringan adalah untuk mengurangi kandungan air menjadi sangat rendah, sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme (bakteri, kapang, khamir) yang membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang biak. Contoh nasi instan di pasaran: Nasi instan siap makan (Ready-to-eat/Retort Pouch): Nasi sudah matang dan dikemas dalam wadah fleksibel yang disegel. Cukup dihangatkan dengan microwave atau direbus sebentar. Jenis ini telah melalui sterilisasi komersial sehingga awet di suhu ruang

Mengapa Nasi Instan Bisa Awet Hingga Berhari-hari? Read More »

Lapisan-Lapisan Pada Kemasan Susu Kotak

https://images.app.goo.gl/br75qccHDBBWn8Um7 Susu kotak atau susu UHT (Ultra High Temperature) banyak digemari masyarakat karena kepraktisannya dan kemampuannya untuk disimpan pada suhu ruang dalam waktu lama. Keunggulan tersebut berasal dari kemasan kemasan susu kotak yang terdiri dari beberapa lapis material berbeda. Bukan sekadar karton biasa, setiap lapisan memiliki fungsi krusial untuk melindungi susu dari berbagai faktor perusak dan menjaga kesegarannya. Rata-rata, kemasan susu kotak terdiri dari 6 lapis material yang berbeda, yang masing-masing memiliki peran spesifik: Lapisan ini memungkinkan susu UHT disimpan berbulan-bulan di suhu ruang tanpa pendingin. Keunggulan kemasan susu kotak multilapis Kemasan susu kotak adalah salah satu bukti nyata inovasi dalam pangan yang dapat memberikan solusi praktis dan aman bagi kebutuhan konsumsi sehari-hari, memastikan susu yang diminum tetap berkualitas dari pabrik hingga ke gelas.

Lapisan-Lapisan Pada Kemasan Susu Kotak Read More »

Fakta dan Sejarah Jenang Jaket Khas Banyumas

https://images.app.goo.gl/qArZHMadY92CsPGa9 Jenang Jaket adalah sejenis dodol atau jenang yang terbuat dari tepung ketan, gula aren, santan kelapa, dan terkadang ditambahkan aroma seperti pandan. Ciri khas utama Jenang Jaket adalah teksturnya yang sangat lembut, kenyal, dan warnanya yang coklat kehitaman. Rasanya manis legit dan sedikit gurih dari santan dan aroma khas gula kelapa yang kuat. Kata “Jaket” merupakan akronim dari “Ja-jang Ke-tan” atau “Jajanan Ketan”, yang yang berarti beras ketan. Ada pula yang menyebutkan bahwa “Jaket” merupakan singkatan dari “Jajanan Khas Enak Tenan”.  Jenang ini lahir dari kearifan lokal masyarakat pedesaan di Banyumas, khususnya di sekitar Purwokerto, yang memanfaatkan bahan-bahan alami melimpah di lingkungan mereka seperti, kelapa, beras ketan, dan nira aren. Pada masa lalu, pembuatan jenang adalah kegiatan yang sering dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga menjelang perayaan hari besar atau acara adat. Proses pembuatannya yang memakan waktu lama dan tenaga untuk mengaduk jenang selama berjam-jam hingga kental dan kalis, sehingga jenang menjadi simbol kebersamaan dan kegotong-royongan. Salah satu jenang jaket yang paling dikenal adalah merek “Jenang Jaket H. Maskuri”. Merek ini sudah ada sejak tahun 1930-an dan menjadi pelopor serta ikon Jenang Jaket di Purwokerto. Warisan resep dan tradisi pembuatan Jenang Jaket terus dipertahankan secara turun-temurun, menjadikan Jenang Jaket H. Maskuri sebagai salah satu tempat yang perlu dikunjungi untuk mencicipi keautentikan rasa jenang khas Purwokerto. Fakta menarik seputar jenang jaket

Fakta dan Sejarah Jenang Jaket Khas Banyumas Read More »

Teh Rambut Jagung: Manfaat Potensial untuk Penderita Diabetes

Sumber: https://images.app.goo.gl/Qwzx5SPXnycEwiDEA Bagi sebagian besar orang, rambut jagung hanyalah bagian yang dibuang saat mengolah jagung. Namun, tahukah Anda bahwa “limbah” ini menyimpan manfaat kesehatan, terutama bagi penderita diabetes? Teh rambut jagung, minuman herbal yang dibuat dari serat halus telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional dan kini semakin banyak diteliti karena kemampuannya membantu pengelolaan kadar gula darah. Apa itu rambut jagung? Rambut jagung (silk corn) adalah serat tipis, berkilau, seperti benang yang tumbuh dibawah kelopak dan menempel pada tongkol jagung. Meskipun sering diabaikan, rambut jagung mengandung senyawa bioaktif seperti, flavonoid, fenolik, saponin, dan protein yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Proses pembuatan ekstrak teh rambut jagung: Pembuatan teh rambut jagung dilakukan dengan menambahkan air pada ekstrak rambut jagung. formula konsentrasi teh ekstrak rambut jagung  yang dapat dibuat sebesar 40%. Manfaat dari teh rambut jagung yaitu membantu menurunkan kadar gula darah sehingga cocok untuk penderita diabetes. Konsumsi teh rambut jagung juga dapat membantu membersihkan ginjal dan mencegah penumpukan cairan, yang kadang menjadi masalah pada penderita diabetes. Manfaat lainnya adalah sebagai sumber antioksidan, mendukung kesehatan dan fungsi pankreas, dan sumber nutrisi. Konsumsi teh rambut jagung sebaiknya tidak ditambahkan gula, tetapi jika ingin rasanya manis dapat ditambahkan pemanis alami seperti stevia.

Teh Rambut Jagung: Manfaat Potensial untuk Penderita Diabetes Read More »

Roti Viral Sourdough

Sumber: https://images.app.goo.gl/Mt9VbSvKDASrenGv7 Beberapa waktu terakhir, media sosial diramaikan oleh satu jenis roti sourdough. Namun, apa sebenarnya yang membuat roti ini begitu digandrungi? Apa Itu Sourdough? Berbeda dengan roti konvensional yang mengandalkan ragi instan, roti sourdough dibuat menggunakan “sourdough starter” yaitu campuran tepung dan air yang difermentasi secara alami. Starter ini mengandung koloni ragi liar dan bakteri asam laktat yang secara alami ada di udara dan tepung. Bakteri inilah yang memberikan rasa asam khas pada sourdough dan membantu roti mengembang. Proses pembuatan starter bisa memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, dan perlu diberi “makan” (tepung dan air) secara teratur agar tetap hidup dan aktif. Inilah yang membuat sourdough terasa begitu “hidup” bagi para pembuatnya. Mengapa sourdough begitu viral? Fenomena roti sourdough viral menunjukkan lebih dari sekadar popularitas makanan. keinginan untuk membuat makanan yang lebih alami, menggunakan bahan-bahan berkualitas, dan menemukan kegembiraan dalam kreasi tangan sendiri. Sourdough bukan hanya tentang roti lezat tetapi tentang proses dan kesabaran.

Roti Viral Sourdough Read More »

Sniff Test, Pengujian Kemasan Produk Pangan: Deteksi Bau Asing dan Kontaminasi

Sumber: https://images.app.goo.gl/xbBK7weWjLjCdgEm7 Keamanan dan kualitas produk adalah prioritas utama pada suatu industri pangan. Selain kualitas bahan baku dan proses produksi yang menjadi perhatian, kemasan produk juga memegang peranan krusial. Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik, tetapi juga harus inert dan kemasan yang baik tidak memberikan dampak negatif pada produk di dalamnya. Salah satu metode pengujian awal yang sederhana namun efektif untuk menilai kualitas kemasan adalah “Sniff Test” atau Uji Bau. Apa itu sniff test dalam konteks kemasan pangan? Sniff test pada pengujian kemasan produk pangan adalah metode sensorik yang melibatkan penggunaan indera penciuman manusia untuk mendeteksi keberadaan bau asing, bau tidak diinginkan, atau bau aneh yang berasal dari material kemasan atau yang ditransfer oleh kemasan ke produk pangan. Meskipun tidak kuantitatif dan bersifat subjektif, sniff test berfungsi sebagai alat skrining cepat untuk mengidentifikasi potensi masalah. Prosedur umum sniff test: Tujuan dilakukan sniff test

Sniff Test, Pengujian Kemasan Produk Pangan: Deteksi Bau Asing dan Kontaminasi Read More »

Food Coma: Fenomena Mengantuk Setelah Makan Besar

Sumber: https://images.app.goo.gl/jZ4pydhZchWRzREA9 Pernahkah Anda merasakan rasa kantuk yang luar biasa setelah menyantap hidangan yang lezat dan berlimpah? Perasaan lesu, mata terasa berat, dan keinginan kuat untuk rebahan setelah makan siang atau makan malam besar ini sering disebut dengan istilah populer “food coma“ atau dalam istilah medis disebut postprandial somnolence. Ini adalah fenomena umum yang dialami banyak orang, dan di balik rasa kantuk itu ada proses biologis menarik yang terjadi di dalam tubuh kita.  Terdapat beberapa faktor utama yang diyakini berkontribusi pada sensasi mengantuk ini: Setelah makan, terutama makanan besar, tubuh akan mengarahkan sebagian besar energi dan aliran darah ke sistem pencernaan. Tujuannya untuk membantu memecah makanan dan menyerap nutrisi. Akibatnya, ada sedikit penurunan aliran darah ke otak, yang bisa memicu perasaan lesu dan kantuk. Proses pencernaan memicu pelepasan berbagai hormon. Salah satu yang paling dikenal adalah insulin. Ketika seseorang makan makanan kaya karbohidrat, kadar gula darah meningkat, mendorong pankreas untuk melepaskan insulin. Insulin membantu sel-sel tubuh menyerap glukosa, yang dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang cepat setelah lonjakan awal. Penurunan ini bisa berkontribusi pada perasaan lemas dan mengantuk. Tidak semua makanan akan memicu food coma yang sama. Ukuran porsi dan komposisi makronutrien sangat berpengaruh: Cara mengurangi efek food coma Meskipun food coma adalah respon alami tubuh, terdapat langkah-langkah untuk meminimalkan dampaknya:

Food Coma: Fenomena Mengantuk Setelah Makan Besar Read More »

Mahasiswa Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto Ikuti Sertifikasi HACCP & CPPOB

Purwokerto 2 Januari 2025 – Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi mahasiswa dalam bidang keamanan pangan, Program Studi Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto mengadakan pelatihan dan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) serta Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Kegiatan ini dipandu oleh Ibu Ajeng Dyah Kurniawati, S.TP., M.Sc., yang merupakan dosen S1 Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto. Kegiatan ini terbatas dan hanya diikuti oleh 20 mahasiswa Teknologi Pangan angkatan 2022. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai prinsip HACCP dan CPPOB, yang sangat penting dalam industri pangan untuk memastikan keamanan serta mutu produk yang dihasilkan.  Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai standar keamanan pangan yang diterapkan dalam industri. Materi yang disampaikan mencakup prinsip dasar HACCP, identifikasi bahaya dalam rantai produksi pangan, serta implementasi CPPOB untuk memastikan kualitas dan keamanan produk pangan olahan. Selain teori, mahasiswa juga diberikan studi kasus terkait penerapan HACCP dan CPPOB di industri pangan. Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoritis, tetapi juga melakukan simulasi penerapan HACCP dan CPPOB dalam proses produksi pangan. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, mengingat sertifikasi HACCP dan CPPOB menjadi salah satu syarat penting bagi tenaga kerja di sektor pangan. Dengan adanya program ini, Telkom University Purwokerto terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa agar siap bersaing di dunia industri.

Mahasiswa Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto Ikuti Sertifikasi HACCP & CPPOB Read More »

ternational Guest Lecture: “Prevention and Detection of Microbial Contamination in Dairy Product and Infant Formula”

Pada 11 Oktober 2024, Program Studi Teknologi Pangan telah sukses menyelenggarakan seminar internasional dengan tema “Prevention and Detection of Microbial Contamination in Dairy Product and Infant Formula”. Narasumber pada seminar kali ini adalah Dr (cand). Alaeldin Mohammed Ahmed Musa, M.Si selaku dosen nutrisi dan teknologi di Omdurman Islamic University, Sudan. Dalam presentasinya, narasumber memaparkan hasil penelitiannya yang mengidentifikasi berbagai jenis bakteri, virus, dan jamur yang berpotensi mencemari produk susu dan formula bayi. Narasumber juga menjelaskan mekanisme patogenik dan dampak kesehatan yang ditimbulkan, mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga komplikasi serius yang mengancam jiwa. Seminar ini tidak hanya berfokus pada identifikasi mikroba patogen, tetapi juga menjelaskan cara pencegahan cemaran mikroba tersebut Berbagai metode deteksi kontaminasi mikroba, mulai dari teknik mikrobiologi konvensional hingga teknologi molekuler canggih dijelaskan pada seminar ini. Selain itu, terdapat strategi pencegahan kontaminasi mikroba yang mencakup praktik sanitasi yang ketat pada saat penyimpanan. Narasumber menekankan bahwa produk susu dan formula bayi merupakan sumber nutrisi esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi dan anak-anak. Oleh karena itu, kontaminasi mikroba dalam produk-produk ini bukan sekadar masalah kualitas, tetapi juga ancaman serius terhadap kesehatan. Dampak yang ditimbulkan bisa sangat fatal, mulai dari infeksi saluran pencernaan hingga kematian Dalam seminar internasional ini, mahasiswa menunjukkan rasa ingin tahu dan mengajukan pertanyaan tentang berbagai aspek kontaminasi mikroba dalam produk susu dan formula bayi, mulai dari mekanisme patogenik hingga inovasi teknologi deteksi. Dengan suksesnya penyelenggaraan seminar internasional ini, diharapkan tercipta sebuah wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman antar peserta. Lebih dari itu, seminar ini diharapkan dapat meningkatkan jalinan kerjasama antar Program Studi Teknologi Pangan dengan para ahli di bidang pangan sehingga pada kesempatan selanjutnya acara ini dapat terus berjalan dan menghadirkan narasumber yang luar biasa.

ternational Guest Lecture: “Prevention and Detection of Microbial Contamination in Dairy Product and Infant Formula” Read More »

Pemilihan Raya Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Periode 2025/2026

Pemilihan Raya Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan periode 2025/2026 telah sukses diselenggarakan pada 7 Desember 2024 di Gedung IOT 104-105. Acara berlangsung meriah diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif Program Studi Teknologi Pangan, Telkom University Purwokerto. Pemira kali ini menghadirkan 2 calon ketua HMTP yaitu Diandra Citra Salsabila dan Salsabila Nanda Lestari yang merupakan mahasiswa aktif Teknologi Pangan tahun 2023. Masing-masing kandidat diberikan kesempatan menyampaikan visi, misi, dan program kerja unggulan mereka selama 10 menit yang kemudian dilanjutkan dengan debat kandidat. Proses pemungutan suara dilakukan secara langsung melalui kertas suara yang telah disiapkan oleh panitia pemira. Hal ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pemilihan. Setelah melalui proses penghitungan suara yang transparan, pasangan calon nomor urut 1 yaitu Diandra Citra Salsabila berhasil meraih suara terbanyak dan ditetapkan sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan terpilih periode 2025/2026. Dalam sambutannya, ketua terpilih menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen dan seluruh mahasiswa Teknologi Pangan yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa Teknologi Pangan untuk bersama-sama membangun HMTP yang lebih baik dan berkontribusi aktif dalam pengembangan program studi Teknologi Pangan. Kesuksesan Pemira Himatepa 2025/2026 tidak lepas kontribusi panitia pelaksana. Panitia yang terdiri dari mahasiswa aktif Teknologi Pangan dari berbagai angkatan ini telah bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam mempersiapkan dan melaksanakan seluruh rangkaian acara Pemira. Pemira Himatepa 2025/2026 diharapkan dapat menjadi momentum bagi mahasiswa Teknologi Pangan untuk semakin aktif berpartisipasi dalam kegiatan kemahasiswaan dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan program studi Teknologi Pangan.

Pemilihan Raya Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Periode 2025/2026 Read More »

ORTEPA: ORIENTASI TEKNOLOGI PANGAN

Program Studi Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto telah sukses menyelenggarakan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) bagi mahasiswa baru angkatan 2024. Acara berlangsung selama 3 hari pada bulan Oktober 2024 yang terdiri dari pra-Ortepa, day 1, dan day 2 Ortepa. Ortepa ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia Teknologi Pangan kepada para mahasiswa baru, serta menanamkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Ospek kali ini mengusung tema “Harmony with nature: For future food innovation”, yang mencerminkan visi dan misi Prodi Teknologi Pangan dalam menghasilkan lulusan yang unggul dan inovatif. Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan pun dirancang sedemikian rupa untuk memberikan pengalaman yang edukatif dan menarik bagi para mahasiswa baru. Pada hari pertama dilakukan pra-Ortepa yang bertujuan untuk menginformasikan apa saja yang akan dilakukan para maba di oretapa day 1 dan day 2. Kemudian pada hari kedua, Prodi Teknologi Pangan menghadirkan narasumber hebat untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru. Materi yang disampaikan terkait kesinambungan antara kuliah dan prestasi akademik maupun akademik yang ditujukan agar mahasiswa baru Teknologi Pangan termotivasi untuk meningkatkan prestasinya. Pada hari ketiga, mahasiswa baru mengikuti berbagai games untuk meningkatkan kekompakan dan kreativitas. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan problem solving dan teamwork. Para mahasiswa baru menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan Ospek. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan berpartisipasi dalam setiap games dan simulasi.  Pada hari kedua, Ortepa menjadi momen seru bagi para mahasiswa baru. Setelah hari pertama diisi dengan pengenalan program studi dan lingkungan kampus, hari kedua ini diwarnai dengan berbagai permainan seru yang menghibur, mendidik dan mempererat kebersamaan. Games tersebut dimainkan secara berkelompok yang bertujuan untuk membangun kekompakan tim. Di sela-sela permainan, para mahasiswa baru juga memiliki kesempatan untuk saling mengenal dan berinteraksi. Momen-momen kebersamaan ini diisi dengan canda tawa dan obrolan ringan, yang semakin mempererat hubungan antar mereka. Melalui Ospek ini, diharapkan mahasiswa baru tidak hanya termotivasi untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga terinspirasi untuk mengembangkan softskill. Prodi Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto berkomitmen untuk terus membimbing dan mendukung mahasiswa dalam mencapai cita-cita mereka.

ORTEPA: ORIENTASI TEKNOLOGI PANGAN Read More »

Kuliah Tamu: Penerapan Cppob Dalam Praktik Proses Pengolahan Di Skala Industri Pangan Olahan

Purwokerto, 25 November 2024 – Program Studi Teknologi Pangan menyelenggarakan kuliah tamu yang membahas terkait CPPOB dalam industri. Pada kesempatan kali ini, Program Studi Teknologi Pangan mengundang Bapak Trisila Juwantara selaku pemilik CV. Yuasafood Berkah Makmur sebagai narasumber. Menurut Bapak Trisila Juwantara, dalam industri pangan, keamanan dan kualitas produk merupakan prioritas utama. Untuk memastikan hal tersebut perlu dilakukan penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sebagai pedoman yang mengatur praktik produksi pangan olahan agar aman, layak dikonsumsi dan memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Sebagai pemilik CV. Yuasafood Berkah Makmur, Bapak Trisila Juwantara sangat menyadari pentingnya CPPOB dalam menjaga kepercayaan konsumen dan memastikan keberlanjutan usaha. Sehingga dalam proses produksinya sangat menjunjung pedoman CPPOB, mulai dari pemilihan dan penerimaan bahan baku dari pemasok terpercaya dengan sertifikasi yang jelas, hingga proses produksi yang dijalankan dengan higienis, serta pendistribusian dengan menjaga suhu dan kebersihan produk. Penerapan CPPOB yang benar akan menghasilkan produk pangan olahan yang lezat, aman dan berkualitas, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen. Kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknologi Pangan ini telah memberikan wawasan berharga mengenai urgensi penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dalam industri pangan. Melalui sesi tanya jawab yang interaktif, mahasiswa tidak hanya aktif mengajukan pertanyaan, tetapi juga mendapatkan pemahaman mendalam melalui studi kasus dan contoh-contoh praktis dalam industri yang dibagikan oleh narasumber. Keberhasilan acara ini menjadi momentum penting bagi Program Studi Teknologi Pangan untuk terus menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten dan relevan dengan perkembangan terkini di dunia industri pangan.

Kuliah Tamu: Penerapan Cppob Dalam Praktik Proses Pengolahan Di Skala Industri Pangan Olahan Read More »

Market Day : Mahasiswa Teknologi Pangan Tunjukan Hasil Pengembangan Produk Berbahan dasar Singkong

Purwokerto, 19 Desember 2024 – Telkom University Purwokerto sukses menggelar Market Day, sebuah ajang pemasaran hasil kewirausahaan mahasiswa yang berlangsung meriah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa yang memiliki usaha kreatif, dengan total 62 stand yang berasal dari berbagai program studi. Acara ini tidak hanya menjadi wadah untuk memperkenalkan produk inovatif, tetapi juga sebagai bentuk pembelajaran nyata dalam dunia bisnis bagi para mahasiswa. Salah satu program studi yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Program Studi Teknologi Pangan. Program studi ini menampilkan empat kelompok mahasiswa yang memamerkan hasil pengembangan produk inovatif berbasis pangan lokal yaitu Singkong. Produk-produk yang dipamerkan mencerminkan kreativitas mahasiswa dalam mengolah bahan baku khas Indonesia menjadi produk yang bernilai tambah. Empat kelompok dari Teknologi Pangan tersebut adalah: Modifikasi makanan khas Purwokerto yaitu sahoun, dengan mengurangi penggunaan tepung beras dan menggantinya dengan tepung singkong agar lebih sehat dan bernutrisi. Inovasi sushi berbahan dasar oyek (singkong fermentasi) yang memberikan cita rasa unik dan menawarkan alternatif sushi yang lebih lokal. Ramen berbahan dasar singkong yang dikombinasikan dengan ikan teri sebagai sumber protein, memberikan pengalaman kuliner baru yang tetap bergizi. Camilan berbasis getuk yang diolah menjadi keripik renyah, mempertahankan cita rasa tradisional dengan sentuhan modern. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa mampu mengembangkan produk yang berdaya saing, sekaligus memahami aspek pemasaran dan bisnisnya. Market Day ini diharapkan dapat menjadi ajang tahunan yang terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan mengembangkan jiwa kewirausahaan mereka. Dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menghadapi dunia usaha yang sesungguhnya.

Market Day : Mahasiswa Teknologi Pangan Tunjukan Hasil Pengembangan Produk Berbahan dasar Singkong Read More »

Kuliah Tamu: Optimalisasi Manajemen Operasional Perusahaan dalam Penjadwalan Perbaikan, Perencanaan Bahan Baku, dan Pergudangan

Purwokerto, 23 Desember 2024 – Program Studi Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto menggelar kuliah tamu dengan tema “Optimalisasi Manajemen Operasional Perusahaan: Strategi Efektif dalam Penjadwalan Perbaikan Alat, Perencanaan Bahan Baku, dan Pergudangan”. Acara ini menghadirkan Rifki Dwi Prastomo, S.TP, yang saat ini menjabat sebagai Supervisor Procurement Analyst di Sugar Group Companies, sebagai narasumber utama. Dalam sesi ini, Rifki Dwi Prastomo menyoroti pentingnya pengelolaan operasional yang efektif untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing perusahaan, terutama di industri pangan. Ia menjelaskan bahwa penjadwalan perbaikan alat yang sistematis dapat mencegah downtime produksi dan menghemat biaya perbaikan darurat. Selain itu, perencanaan bahan baku yang efisien memungkinkan perusahaan menghindari kelebihan atau kekurangan stok yang dapat berdampak pada kualitas produk dan biaya operasional. Tidak kalah penting, pengelolaan pergudangan yang optimal berperan dalam menjaga kelancaran distribusi dan memastikan bahan baku tetap dalam kondisi terbaik sebelum digunakan dalam proses produksi. Rifki juga membagikan pengalaman serta strategi yang telah diterapkan di Sugar Group Companies dalam menghadapi tantangan di bidang ini. Kuliah tamu ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa, terutama yang tertarik pada manajemen rantai pasok dan efisiensi operasional di industri pangan. Beberapa peserta aktif bertanya mengenai tantangan yang dihadapi dalam perencanaan bahan baku dan strategi menghadapinya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami pentingnya manajemen operasional dalam industri pangan dan dapat menerapkan ilmu yang didapat di dunia kerja nantinya. Telkom University Purwokerto terus berkomitmen menghadirkan praktisi industri guna memperkaya wawasan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia profesional.

Kuliah Tamu: Optimalisasi Manajemen Operasional Perusahaan dalam Penjadwalan Perbaikan, Perencanaan Bahan Baku, dan Pergudangan Read More »

Inovasi Mesin Mixing-Fermentor 2in1 oleh Dosen Teknologi Pangan Telkom University untuk Peningkatan Produksi Yoghurt Drink di UKM Yoghurt Sehati Banyumas

Banyumas, 15 Oktober 2024 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas yoghurt drink, UKM Yoghurt Sehati Banyumas kini mengadopsi inovasi terbaru berupa Mesin Mixing-Fermentor 2in1 dengan Metode Double Jacket Terkontrol. Teknologi ini dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperbaiki manajemen mutu di UKM tersebut. Tahapan Implementasi Teknologi Proses pengembangan dan penerapan mesin ini diawali dengan analisis situasi dan kondisi mitra, yang meliputi survei terhadap proses produksi yang telah berjalan serta identifikasi kendala utama yang dihadapi. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa proses fermentasi dan pencampuran masih dilakukan secara terpisah, yang menyebabkan waktu produksi lebih lama dan kontrol mutu yang kurang optimal. Selanjutnya, dilakukan tahapan edukasi dan penyuluhan bagi mitra UKM Yoghurt Sehati, mencakup: Keunggulan Mesin Mixing-Fermentor 2in1 Mesin ini dirancang dengan teknologi double jacket terkontrol, yang memungkinkan fermentasi dan pencampuran dilakukan dalam satu alat secara simultan. Keunggulan utama dari mesin ini meliputi: Dampak bagi UKM Yoghurt Sehati Setelah dilakukan simulasi produksi menggunakan mesin mixing-fermentor, UKM Yoghurt Sehati merasakan peningkatan efisiensi dan mutu produk. Mesin ini secara resmi diserahkan kepada mitra sebagai bagian dari upaya pemberdayaan UMKM di sektor pangan. Dengan inovasi ini, diharapkan UKM Yoghurt Sehati dapat meningkatkan daya saing produknya, memperluas pasar, serta memenuhi standar mutu yang lebih tinggi dalam industri yoghurt drink.

Inovasi Mesin Mixing-Fermentor 2in1 oleh Dosen Teknologi Pangan Telkom University untuk Peningkatan Produksi Yoghurt Drink di UKM Yoghurt Sehati Banyumas Read More »

Mahasiswa Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto Kunjungi PT Nissin, PT Sidomuncul, dan Bakpia Wong: Menimba Ilmu dari Industri Pangan Terkemuka

Semarang, 27 September 2024 – Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan melakukan kunjungan industri ke tiga perusahaan ternama, yakni PT Nissin, PT Sidomuncul, dan Bakpia Wong. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai proses produksi pangan, standar keamanan pangan, serta inovasi yang diterapkan di industri. Kunjungan pertama dilakukan ke PT Nissin, perusahaan yang dikenal sebagai produsen biskuit berkualitas terkemuka di Indonesia. Mahasiswa diajak berkeliling pabrik untuk menyaksikan langsung proses produksi mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, pemanggangan, hingga pengemasan. Selain itu, mereka juga mengamati penerapan sistem Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dalam menjaga keamanan dan mutu produk di PT Nissin.  Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke PT Sidomuncul, perusahaan jamu dan farmasi yang telah mendunia. Di sini, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai penyimpanan bahan baku sesuai dengan karakteristiknya, proses produksi, pengemasan, serta strategi pemasaran produk berbasis kearifan lokal. Mereka juga berkesempatan mengunjungi laboratorium QA, QC, dan RnD untuk melihat bagaimana inovasi dalam industri herbal terus dikembangkan agar dapat memenuhi standar nasional dan internasional. Sebagai penutup, kunjungan dilakukan ke Bakpia Wong, salah satu produsen bakpia modern yang terus berinovasi dalam pengolahan pangan berbasis UMKM. Mahasiswa menyaksikan bagaimana proses produksi bakpia dari tahap pemilihan bahan baku, pembuatan kulit dan isian, hingga proses pemanggangan. Mereka juga mendapatkan penjelasan tentang pengembangan varian rasa dan strategi bisnis yang diterapkan untuk bersaing di pasar kuliner. Kegiatan kunjungan industri ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami bagaimana teori yang mereka pelajari di perkuliahan diterapkan di dunia industri. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan mahasiswa semakin siap untuk menghadapi tantangan di industri pangan dan mampu berkontribusi dalam pengembangan produk pangan inovatif di masa depan.

Mahasiswa Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto Kunjungi PT Nissin, PT Sidomuncul, dan Bakpia Wong: Menimba Ilmu dari Industri Pangan Terkemuka Read More »

Bridging Technology for Humanity
Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp : 0281-641629

WA  : 0812-2831-9222

Email : [email protected]

Telp

Email

 

: 0281-641629

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University Purwokerto

Scroll to Top
Secret Link