Author name: Admin

PENGENALAN HIMA TEKNOLOGI PANGAN KEPADA MAHASISWA BARU TEKNOLOGI PANGAN 2024

Minggu, 22 September 2024 menjadi momen spesial bagi mahasiswa baru Teknologi Pangan. Dalam rangkaian Ospek Gabungan, mereka diajak untuk menyelami dunia Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) lebih dalam. Acara pengenalan yang meriah ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus HMTP, mulai dari Badan Pengurus Harian hingga koordinator divisi, memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk bertanya dan berinteraksi langsung. Diawali dengan penjelasan rinci mengenai struktur organisasi HIMA, acara ini kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tugas masing-masing divisi secara interaktif. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, setiap divisi juga menampilkan hasil kerja mereka sebelumnya. Hal ini bertujuan agar mahasiswa baru dapat langsung memahami peran penting setiap divisi dalam HIMA. Sesi tanya jawab yang berlangsung setelahnya semakin memperkaya pemahaman mahasiswa baru. Mereka tidak hanya bertanya tentang mekanisme kerja HIMA, tetapi juga mengenai berbagai aspek kehidupan kampus yang ingin mereka ketahui. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh semangat, sekaligus menjadi momen bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal lebih dekat.

PENGENALAN HIMA TEKNOLOGI PANGAN KEPADA MAHASISWA BARU TEKNOLOGI PANGAN 2024 Read More »

PENGENALAN PRODI TEKNOLOGI PANGAN KEPADA MAHASISWA BARU 2024

Purwokerto, 22 September 2024 – Program Studi Teknologi Pangan kembali menyambut para mahasiswa baru angkatan 2024 dengan hangat melalui acara pengenalan program studi dan sistematika pembelajaran yang digelar oleh PKKMB Fakultas. Acara ini isi langsung oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknologi Pangan, Ibu Nurul Latifasari, S.TP., M.Sc. Sebelum memasuki penjelasan mengenai visi, misi, dan sistematika pembelajaran, Ibu Nurul terlebih dahulu menggali pengetahuan awal mahasiswa baru mengenai “Apa itu Teknologi Pangan?”. Dalam sesi interaktif tersebut, beberapa mahasiswa baru memberikan jawaban yang mencerminkan beragam pemahaman dasar mereka tentang bidang ini. Melalui pertanyaan ini, Ibu Nurul tidak hanya ingin mengetahui sejauh mana pemahaman awal mahasiswa, tetapi juga membuka ruang diskusi untuk menjelaskan lebih dalam tentang esensi dari Teknologi Pangan. Setelah memberikan pengenalan umum tentang Program Studi Teknologi Pangan di Telkom University Purwokerto, Ibu Nurul juga menyampaikan visi dan misi program studi tersebut. Penjelasan ini bertujuan agar mahasiswa baru memahami arah dan tujuan pendidikan yang akan mereka jalani selama berada di program studi ini. Selain itu, mahasiswa baru juga mendapat gambaran menyeluruh mengenai kurikulum yang akan ditempuh selama 8 semester, termasuk penjelasan mengenai mata kuliah yang akan dipelajari dari tingkat satu hingga tingkat empat. Dengan pemaparan ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih siap dan termotivasi untuk menjalani masa studi mereka. Kegiatan pengenalan Program Studi Teknologi Pangan ditutup dengan sesi perkenalan seluruh mahasiswa baru angkatan 2024. Dalam sesi ini, setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri secara singkat. Dengan selesainya sesi perkenalan, acara pengenalan program studi resmi ditutup, menandai dimulainya perjalanan akademik bagi para mahasiswa baru di Program Studi Teknologi Pangan Telkom University Purwokerto. Selamat datang bagi seluruh mahasiswa baru S1 Teknologi Pangan.

PENGENALAN PRODI TEKNOLOGI PANGAN KEPADA MAHASISWA BARU 2024 Read More »

Label Warna Berdasarkan Kandungan Gula Produk: Panduan Cerdas untuk Konsumen

Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan pola makan semakin meningkat, terutama terkait konsumsi gula. Salah satu inovasi yang memudahkan konsumen dalam memilih produk makanan dan minuman yang sehat adalah sistem label warna berdasarkan kandungan gula. Sistem ini telah diadopsi di berbagai negara sebagai bentuk transparansi produsen terhadap produk yang mereka tawarkan dan sebagai panduan bagi konsumen untuk memahami seberapa banyak gula yang terkandung dalam produk tersebut. Apa Itu Label Warna? Label warna adalah sistem penanda visual yang digunakan pada kemasan makanan dan minuman untuk memberi informasi mengenai kandungan nutrisi, termasuk gula, lemak, garam, dan kalori. Biasanya, sistem ini terdiri dari tiga warna utama yang mudah dikenali: Tujuan Penggunaan Label Warna Penggunaan label warna bertujuan untuk memberikan informasi yang cepat dan mudah dipahami oleh konsumen tanpa harus membaca rincian tabel nutrisi yang panjang. Bagi konsumen yang tidak terbiasa membaca label gizi, sistem warna ini membantu mereka membuat keputusan yang lebih tepat dan sehat saat memilih produk. Selain itu, adanya label warna juga menjadi cara untuk mengedukasi konsumen tentang pentingnya membatasi konsumsi gula. Dengan meningkatnya prevalensi obesitas dan diabetes di berbagai negara, pengaturan konsumsi gula menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga kesehatan masyarakat.  Manfaat Label Warna bagi Konsumen Meskipun sistem label warna memiliki banyak manfaat, tidak sedikit pula tantangan dan kritik yang muncul terkait penerapannya. Beberapa pihak berpendapat bahwa sistem ini mungkin terlalu menyederhanakan kompleksitas nutrisi, karena label warna hanya berfokus pada beberapa aspek saja, seperti gula, lemak, atau garam, tanpa mempertimbangkan keseluruhan profil nutrisi produk. Selain itu, beberapa produsen mungkin enggan untuk menerapkan sistem label warna ini karena khawatir produk mereka akan banyak yang mendapatkan label merah, yang dapat menurunkan minat konsumen. Dengan memahami arti dari setiap warna, konsumen dapat lebih mudah mengontrol asupan gula mereka dan menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Meskipun masih ada tantangan dalam penerapannya, sistem ini dapat menjadi langkah penting dalam mengurangi prevalensi penyakit yang berkaitan dengan konsumsi gula berlebihan dan mendukung pola makan yang lebih sehat.

Label Warna Berdasarkan Kandungan Gula Produk: Panduan Cerdas untuk Konsumen Read More »

APA SAJA PERBEDAAN LESS SUGAR, LOW SUGAR, SUGAR FREE, AND NO ADDED SUGAR?

Hi foodies, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah-istilah klaim penggunaan gula kan. Lalu apakah istilah-istilah tersebut memiliki makna yang sama? Yuk simak penjelasannya Less Sugar Klaim “less sugar” yang sering ditemukan pada berbagai produk minuman mengacu pada pengurangan kandungan gula minimal 25% dibandingkan formulasi sebelumnya. Less sugar merupakan upaya industri untuk merespons kesadaran konsumen akan pentingnya mengurangi konsumsi gula. Namun, istilah less sugar belum tentu menandakan produk tersebut lebih sehat. Hal tersebut dikarenakan kandungan gula yang dihitung didasarkan pada kandungan gula dalam produk sebelumnya bukan berdasarkan kebutuhan gula harian manusia. Low Sugar Sesuai dengan Peraturan Kepala BPOM Nomor 13 Tahun 2016, sebuah produk pangan dapat disebut low sugar atau rendah gula jika kandungan gulanya tidak lebih dari 5gram untuk setiap 100gram produk padat, atau 2,5 gram untuk setiap 100 ml produk cair. Aturan ini berlaku khusus untuk makanan olahan yang telah melewati proses pengolahan tertentu, sehingga kandungan gulanya bisa disesuaikan agar memenuhi kriteria tersebut. Sugar Free Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2022 di Indonesia dan regulasi FDA di Amerika Serikat telah menetapkan standar yang sama untuk penggunaan klaim sugar free pada produk makanan dan minuman, yaitu kandungan gula kurang dari 0,5 gram per 100gram (padat) atau 100 ml (cair). Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat kepada konsumen dan mendorong produsen untuk memproduksi produk yang lebih sehat. Meskipun demikian, konsumen tetap perlu berhati-hati karena produk sugar free mungkin mengandung pemanis buatan atau bahan tambahan lainnya. No Added Sugar No added sugar mengartikan bahwa produk makanan atau minuman tidak diberikan tambahan gula (sukrosa, glukosa, madu, sirup, sirup jagung) selama proses produksi. Produk pangan dengan label ini sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi gula tambahan. Namun, konsumen tetap perlu memperhatikan komposisi yang digunakan karena bisa saja produsen mengganti gulanya dengan pemanis renddah kalori (aspartame, sakarin, sucralose, dan lainnya). Referensi: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK209851 https://standarpangan.pom.go.id/dokumen/peraturan/202x/PerBPOM_No_1_Tahun_2022_tentang_Pengawasan_Klaim_Pada_Label_dan_Iklan_Pangan_Olahan.pdf

APA SAJA PERBEDAAN LESS SUGAR, LOW SUGAR, SUGAR FREE, AND NO ADDED SUGAR? Read More »

PENGABDIAN MASYARAKAT: DOSEN TEKNOLOGI PANGAN MELAKUKAN SOSIALISASI CPPOB DAN DOKUMEN SOP DI UKM YOGHURT SEHATI PURWOKERTO

Program Studi Teknologi Pangan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di UKM Yoghurt Sehati, Purwokerto. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 September 2024, dihadiri juga oleh peserta yang merupakan karyawan UKM tersebut. Dilakukan sosialisasi oleh Ibu Nurul Latifasari, S.TP., M.P, sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) serta pembuatan dokumen Standard Operating Procedure (SOP) di lingkungan UKM.  Penerapan CPPOB untuk Menjamin Kualitas Produk CPPOB merupakan standar yang wajib diterapkan oleh setiap pelaku industri pangan, termasuk UKM guna menjamin bahwa produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dalam sosialisasi ini, Ibu Nurul menjelaskan secara mendalam mengenai pengertian CPPOB, tujuan penerapannya, serta berbagai regulasi yang harus dipatuhi oleh UKM dalam proses produksi. Peserta diberikan pemahaman tentang aspek-aspek penting yang harus diperhatikan dalam penerapan CPPOB, mulai dari pengendalian bahan baku, pemrosesan yang higienis, hingga kebersihan lingkungan kerja dan peralatan produksi. Diharapkan, dengan menerapkan CPPOB, UKM Yoghurt Sehati dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan. Pentingnya Dokumen SOP dalam Produksi Selain CPPOB, Ibu Nurul dan tim juga membahas pentingnya penyusunan dan penerapan dokumen SOP (Standard Operating Procedure). Dokumen ini berfungsi sebagai panduan standar dalam menjalankan setiap tahap proses produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk akhir. Pembuatan SOP yang baik akan membantu memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai standar dan meminimalkan kesalahan. Para peserta diberi penjelasan mengenai cara menyusun dokumen SOP yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan produksi di UKM Yoghurt Sehati. Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu upaya konkret dari akademisi dalam mendukung kemajuan industri kecil dan menengah, khususnya dalam sektor pangan. Dengan penerapan CPPOB dan pembuatan SOP yang baik, diharapkan UKM Yoghurt Sehati dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk. Para karyawan yang mengikuti sosialisasi ini diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapatkan untuk memperbaiki proses produksi di UKM mereka, demi hasil yang lebih baik dan sesuai standar.

PENGABDIAN MASYARAKAT: DOSEN TEKNOLOGI PANGAN MELAKUKAN SOSIALISASI CPPOB DAN DOKUMEN SOP DI UKM YOGHURT SEHATI PURWOKERTO Read More »

PENGABDIAN MASYARAKAT: DOSEN TEKNOLOGI PANGAN MELAKUKAN SOSIALISASI KEAMANAN PANGAN DI UKM YOGHURT SEHATI PURWOKERTO

Pada tanggal 20 Agustus 2024, UKM Yoghurt Sehati di Purwokerto menjadi tuan rumah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi oleh Dosen Teknologi Pangan yaitu, Ibu Nurul Latifasari, S.TP., M.P bersama mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan. Kegiatan ini dihadiri oleh lima peserta yang merupakan karyawan UKM Yoghurt Sehati, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman mereka mengenai keamanan pangan dalam proses produksi yoghurt. Pentingnya Keamanan Pangan dalam Produksi Yoghurt Keamanan pangan merupakan salah satu aspek yang sangat krusial dalam industri pengolahan makanan, termasuk produksi yoghurt. Bahan baku yang berkualitas tinggi, proses pengolahan yang higienis, dan penanganan yang benar dapat mencegah kontaminasi dan memastikan produk yang aman bagi konsumen. Inilah yang menjadi fokus utama dalam sosialisasi yang dilaksanakan di UKM Yoghurt Sehati. Ibu Nurul Latifasari menjelaskan secara rinci tentang berbagai potensi bahaya yang bisa terjadi selama proses produksi, seperti kontaminasi mikroba dari lingkungan, peralatan yang tidak steril, hingga risiko kontaminasi silang antara bahan baku dan produk akhir. Materi Sosialisasi: Dari Bahan Baku hingga Fermentasi Dalam sosialisasi ini, karyawan UKM diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya penanganan bahan baku secara benar. Bahan baku seperti susu segar yang menjadi komponen utama yoghurt harus ditangani dengan baik untuk memastikan tidak terkontaminasi oleh bakteri patogen yang dapat merusak kualitas produk dan mengancam kesehatan konsumen. Selain itu, proses fermentasi yoghurt juga menjadi salah satu topik penting yang dibahas mengenai pentingnya menjaga suhu dan waktu fermentasi yang tepat. Partisipasi Aktif dan Diskusi Interaktif Para karyawan tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengajukan berbagai pertanyaan terkait masalah-masalah praktis yang mereka hadapi dalam produksi sehari-hari. Diskusi ini membuka ruang bagi para karyawan untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi selama bekerja di UKM. Dengan demikian, materi yang disampaikan menjadi lebih relevan dan aplikatif, membantu para peserta menerapkan ilmu yang mereka dapatkan dalam pekerjaan sehari-hari. Dampak dan Harapan dari Sosialisasi Sosialisasi ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi UKM Yoghurt Sehati, terutama dalam meningkatkan standar keamanan pangan dalam proses produksi mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang cara-cara menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi, para karyawan diharapkan mampu menghasilkan produk yoghurt yang tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan berkualitas tinggi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Ibu Nurul Latifasari berharap UKM Yoghurt Sehati dapat terus berkembang dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.

PENGABDIAN MASYARAKAT: DOSEN TEKNOLOGI PANGAN MELAKUKAN SOSIALISASI KEAMANAN PANGAN DI UKM YOGHURT SEHATI PURWOKERTO Read More »

KARMIN, PEWARNA ALAMI DARI HEWAN

Sejak zaman dahulu, manusia selalu memanfaatkan kekayaan alam di sekitarnya. Salah satu contohnya adalah penggunaan pewarna alami dari tumbuhan seperti daun suji, kunyit, dan daun pandan untuk mempercantik makanan dan tekstil. Pewarna alami ini tidak hanya memberikan warna yang indah, tetapi juga kaya akan nutrisi dan aman bagi tubuh. Senyawa-senyawa alami yang terkandung di dalamnya, seperti kurkumin pada kunyit, memberikan manfaat antioksidan dan antiinflamasi. Selain berasal dari tumbuhan, pewarna alami juga dapat dihasilkan dari makhluk hidup lain. Salah satu contoh yang menarik adalah serangga Cochineal. Serangga kecil ini hidup menempel pada kaktus pir berduri dan menghasilkan pigmen merah tua yang disebut karmin. Proses pembuatan pewarna karmin cukup unik. Setelah dipanen, serangga Cochineal dikeringkan dan digiling hingga menjadi serbuk halus. Serbuk karmin ini kemudian dicampurkan dengan larutan alkohol asam untuk menghasilkan warna merah cerah yang intens. Komponen utama dalam pembuatan warna karmin adalah asam karminat. Asam karminat hanya dimiliki oleh serangga Cochineal betina yang terletak pada hemolimfa dan telurnya. Penggunaan karmin dalam industri, sebagai berikut: Sejak tahun 1988, regulasi penggunaan pewarna alami karmin di Indonesia telah mengalami evolusi yang signifikan. Awalnya terbatas hanya pada produk yoghurt, kini karmin telah merambah berbagai sektor industri. Fleksibilitas regulasi yang semakin inklusif ini membuka peluang bagi inovasi produk yang lebih beragam, namun tetap mengutamakan keamanan konsumen. Penggunaan karmin  dalam berbagai industri, sebagai berikut: Makanan dan Minuman: Karmin digunakan untuk memberikan warna merah pada berbagai jenis makanan dan minuman, seperti permen, makanan ringan, yoghurt, es krim, dan produk olahan lainnya. Tekstil: Karmin digunakan untuk memberikan warna merah pada kain, sebagai alternatif alami untuk pewarna sintetis. Kosmetik: Karmin digunakan dalam kosmetik, seperti pelembab kulit, body lotion, dan make-up seperti eyeshadow Referensi: Ramadhani, L. et al., 2024. Analisis Hukum Penggunaan Pewarna Karmin (Telaah Atas Fatwa Mui dan Lajnah Bahtsul Masa’il Nu). An-Natiq Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, IV(1), pp. 56-70.

KARMIN, PEWARNA ALAMI DARI HEWAN Read More »

MENGENAL LEBIH DEKAT PORANG DAN POTENSINYA

Hi foodies!!! Kenalan yuk sama umbi porang, ternyata potensinya luar biasa, lho! Umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) adalah salah satu kekayaan alam Indonesia yang patut kita banggakan. Tanaman yang satu ini memiliki produktivitas tinggi, mencapai 8.704 ton per tahun. Porang merupakan tumbuhan semak yang memiliki tinggi mencapai 150 cm dengan umbi yang terdapat dalam tanah. Ciri khas umbi porang adalah batangnya yang halus dan dan tidak bergerigi, diameternya bisa mencapai 25 cm tergantung pada kesuburan tanaman. Umbi porang saat ini tengah menjadi primadona di dunia pertanian. Kaya akan glukomanan, sejenis polisakarida yang mudah larut dalam air dan dikategorikan sebagai serat pangan, umbi ini menawarkan potensi yang sangat besar. Glukomanan tidak hanya memberikan manfaat signifikan dalam industri pangan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan manusia diantaranya, sebagai berikut: Mengurangi risiko diabetes Glukomanan membantu mengendalikan kadar gula darah dengan menyerap gula diusus dan mencegah penyerapan gula yang berlebihan ke dalam darah. Mengontrol kadar gula darah Glukomanan membentuk jel yang berfungsi sebagai lapisan pembatas pada usus, sehingga penyerapan gula diusus terhambat dan kadar gula darah terjaga. Mengatasi sembelit Glukomanan menyerap air dan membentuk jel, yang membuat feses mudah terdorong dan keluar, sehingga mengatasi sembelit. Mengurangi berat badan Glukomanan membentuk jel yang membuat perut penuh lebih lama, sehingga dapat membantu dalam program diet dan menurunkan berat badan. Bahan tambahan pangan yang sehat Glukomanan dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan yang sehat karena rendah kalori dan bebas gluten, serta masih banyak manfaat lain dari glukomanan. Fleksibilitas umbi porang dalam diolah menjadi berbagai macam produk pangan telah membuka cakrawala baru dalam industri kuliner. Mulai dari tepung yang serbaguna, mi rendah kalori, hingga makanan ringan yang sehat, porang telah menjadi bahan baku utama. Diversifikasi produk ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah bagi petani, tetapi juga memperkaya pilihan konsumen yang semakin sadar akan pentingnya makanan sehat dan alami. Keunggulan umbi porang tidak hanya terletak pada kandungan nutrisinya, tetapi juga pada fleksibilitasnya sebagai bahan baku industri. Serat porang yang kaya akan glukomanan dapat diekstrak dan diolah menjadi berbagai produk, mulai dari kertas yang kuat dan tahan lama hingga cat dengan tekstur yang halus. Konjac pada porang juga dapat menggantikan agar-agar dalam pembuatan makanan dan minuman, memberikan tekstur yang kenyal dan lezat. Bahkan, dalam industri farmasi, lem alami porang digunakan sebagai bahan pembentuk kapsul obat karena sifatnya yang tidak berbau dan daya rekatnya yang kuat. Proses pembuatan kapsul obat dari porang pun relatif sederhana, sehingga dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan sintetis. Referensi: Putria, P. A. V. S., 2022. Manfaat dan Pengembangan Teknologi Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Melalui Metode Pengeringan. USADHA: Jurnal Integrasi Obat Tradisional, II(1), pp. 26-30. Sumartini, E. Y., Rustamsyah, A., Perdana, F. & Khairunnisa, A., 2023. Kajian Pemanfaatan Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri ) Dalam Bidang Pangan dan Kesehatan. Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian, V(1), pp. 24-29.

MENGENAL LEBIH DEKAT PORANG DAN POTENSINYA Read More »

Produk GMO: Inovasi Teknologi dalam Pertanian dan Pangan

Apa Itu GMO? Genetically Modified Organisms (GMO) adalah organisme yang telah dimodifikasi secara genetis melalui teknik rekayasa genetika. Teknologi ini memungkinkan untuk menyisipkan, menghapus, atau mengubah gen dalam DNA suatu organisme untuk menghasilkan sifat-sifat yang diinginkan. Misalnya, tanaman dapat direkayasa untuk menjadi lebih tahan terhadap hama, penyakit, atau kondisi lingkungan yang ekstrem, dan meningkatkan kualitas gizi. Kontroversi dan Kekhawatiran Namun, penggunaan GMO juga menimbulkan sejumlah kontroversi. Kritikus berpendapat bahwa GMO dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Beberapa studi mengindikasikan potensi risiko alergi dan resistensi antibiotik akibat konsumsi pangan GMO. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa tanaman GMO dapat mengganggu ekosistem alami dan mengurangi keanekaragaman hayati. Regulasi dan Persepsi Publik Regulasi mengenai GMO bervariasi di berbagai negara. Beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Kanada memiliki regulasi yang relatif longgar, sementara negara-negara Eropa cenderung lebih ketat. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatur penggunaan GMO dalam pangan dan obat-obatan, dengan fokus pada keamanan konsumen. Persepsi publik terhadap GMO juga bervariasi, beberapa konsumen menerima GMO sebagai bagian dari inovasi teknologi, sementara yang lain tetap skeptis dan memilih produk organik. Edukasi dan transparansi informasi menjadi kunci untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap GMO. Poduk GMO Jagung Bt: Jagung ini telah dimodifikasi untuk mengandung gen dari bakteri Bacillus thuringiensis (Bt), yang menghasilkan protein beracun bagi serangga tertentu tetapi aman bagi manusia. Jagung Bt membantu petani mengurangi penggunaan pestisida. Kedelai Tahan Herbisida: Kedelai ini telah dimodifikasi untuk tahan terhadap herbisida tertentu, sehingga petani dapat mengontrol gulma tanpa merusak tanaman utama. Padi Emas (Golden Rice): Padi ini mengandung gen yang meningkatkan produksi beta-karoten, prekursor vitamin A, membantu mengatasi masalah kekurangan vitamin A di negara-negara berkembang. Tomat Flavr Savr: Tomat ini dimodifikasi untuk memiliki masa simpan yang lebih lama dan lebih tahan terhadap pembusukan. Semangka tanpa biji: Semangka tanpa biji dihasilkan melalui persilangan antara semangka diploid (dua set kromosom) dan tetraploid (empat set kromosom), menciptakan semangka triploid yang tidak dapat berkembang biak secara normal, sehingga tidak menghasilkan biji. Referensi: Yuwono Prianto & Swara Yudhasasmita. 2017. Tanaman Genetically Modified Organism (GMO) Dan Perspektif Hukumnya Di Indonesia. Journal Of Biology. 10(2):132-142 Mahrus. 2014. Kontroversi Produk Rekayasa Genetika Yang Dikonsumsi Masyarakat. Jurnal Biologi Tropis.14(2):108-119

Produk GMO: Inovasi Teknologi dalam Pertanian dan Pangan Read More »

Transglutaminase: Enzim Perekat dalam Industri Daging

Dalam industri daging, inovasi teknologi berperan penting dalam meningkatkan kualitas produk dan efisiensi proses produksi. Salah satu inovasi terbaru yang menarik perhatian adalah penggunaan enzim transglutaminase. Dikenal juga sebagai “lem daging” atau “meat glue,” enzim ini telah menjadi alat yang sangat berharga dalam mengolah daging. Artikel ini akan membahas bagaimana transglutaminase bekerja, manfaat penggunaannya, serta tantangan yang dihadapinya dalam industri pangan.  Apa itu Transglutaminase? Transglutaminase adalah enzim yang secara alami ditemukan dalam tubuh manusia dan hewan, serta dalam beberapa organisme lain. Enzim ini berfungsi untuk membentuk ikatan silang antara protein dengan menghubungkan asam amino glutamin dan lisin. Dalam konteks industri pangan, transglutaminase digunakan untuk mengikat potongan-potongan daging menjadi satu kesatuan yang padat dan menyatu. Cara Kerja Transglutaminase Transglutaminase bekerja dengan cara membentuk ikatan kovalen antara protein-protein dalam daging. Ketika enzim ini diterapkan pada potongan daging, ia menyebabkan terbentuknya jembatan protein yang kuat, sehingga potongan-potongan daging yang terpisah dapat menyatu dengan baik. Proses ini tidak hanya memperkuat tekstur daging, tetapi juga meningkatkan kekenyalan dan keseragaman produk akhir. Manfaat Penggunaan Transglutaminase Efisiensi Produksi: Dengan menggunakan transglutaminase, potongan-potongan kecil daging yang biasanya terbuang dapat disatukan menjadi produk yang bernilai tinggi, mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi produksi. Kualitas Konsisten: Produk daging yang dihasilkan dengan transglutaminase memiliki tekstur dan kekenyalan yang konsisten, sehingga konsumen mendapatkan pengalaman makan yang lebih baik. Fleksibilitas Produk: Transglutaminase memungkinkan produsen untuk menciptakan berbagai bentuk dan ukuran produk daging, sesuai dengan kebutuhan pasar dan preferensi konsumen. Penggunaan Berbagai Jenis Daging: Enzim ini dapat digunakan pada berbagai jenis daging, termasuk ayam, sapi, babi, dan ikan, sehingga memberikan fleksibilitas dalam aplikasi produk. Tantangan dan Kontroversi Meskipun transglutaminase menawarkan banyak manfaat, penggunaannya tidak lepas dari kontroversi dan tantangan. Beberapa isu yang sering dibahas antara lain: Keamanan Pangan: Penggunaan transglutaminase harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Potensi kontaminasi silang dan pertumbuhan bakteri patogen harus diwaspadai. Etika dan Transparansi: Beberapa konsumen merasa bahwa penggunaan “lem daging” adalah praktik yang tidak etis jika tidak diinformasikan dengan jelas. Transparansi dalam pelabelan produk sangat penting untuk menjaga kepercayaan konsumen. Regulasi: Regulasi penggunaan transglutaminase bervariasi di berbagai negara. Produsen harus memastikan bahwa mereka mematuhi peraturan setempat untuk penggunaan enzim ini. Transglutaminase membawa harapan baru dalam dunia pengolahan daging, dengan pendekatan yang tepat transglutaminase dapat memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas industri pangan, sekaligus memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen modern. Referensi: Anantya Yhodha Mayashopha, Fitria Herfianita, Aji Sutrisno. 2015. Aplikasi Enzim Transglutaminase Pada Produk Pangan: Kajian Pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3(3):1145-1151

Transglutaminase: Enzim Perekat dalam Industri Daging Read More »

KEJU TANPA SUSU? EMANG BISA?

Keju tanpa susu? Bagi sebagian orang, mungkin terdengar asing. Masyarakat sudah terbiasa dengan pengertian keju merupakan produk olahan susu sapi. Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pola makan nabati dan beragamnya pilihan produk makanan, keju tanpa susu semakin populer. Keju tanpa susu atau sering disebut plant-based cheese merupakan keju yang terbuat dari bahan non-diary. Alternatif pengganti susu sapi seperti, sari kacang mete, almond, atau kedelai sering digunakan dalam pembuatan plant-based cheese. Selain kandungan proteinnya yang tinggi, kacang-kacangan juga mengandung lemak sehat yang memberikan rasa creamy pada plant-based cheese. Selain itu, kacang-kacangan juga kaya akan vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Dalam proses produksi, plant-based cheese umumnya lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan keju susu sapi. Proses pembuatan plant-based cheese memiliki perbedaan dengan keju susu sapi. Jika keju susu sapi menggunakan enzim rennet untuk menggumpalkan kasein, plant-based cheese memanfaatkan bakteri asam laktat untuk menggumpalkan protein nabati. Proses fermentasi oleh bakteri ini tidak hanya mengentalkan protein tetapi juga memberikan cita rasa khas pada plant-based cheese.Selain bakteri asam laktat, asam buah-buahan seperti nanas, jeruk nipis, dan belimbing wuluh juga sering digunakan sebagai pengganti enzim rennet. Asam-asam ini membantu mengendapkan protein dalam sari kacang, membentuk gel yang menjadi dasar plant-based cheese. Untuk meningkatkan cita rasa dan tekstur, berbagai bahan tambahan seperti perisa keju, bubuk agar-agar, atau nutritional yeast kerap ditambahkan. Perisa keju akan memberikan rasa yang mirip dengan keju susu, sementara agar-agar dan nutritional yeast berperan sebagai pengental alami, menghasilkan tekstur yang lembut dan kenyal. Hasil akhir dari proses pembuatan tersebut adalah plant-based cheese yang memiliki tekstur yang cenderung lebih lembut dibandingkan keju susu, aromanya khas dan tidak menyengat, namun tetap mampu menghadirkan cita rasa keju yang lezat. Selain itu, plant-based cheese juga kaya akan protein nabati dan bebas kolesterol, menjadikannya pilihan yang sehat dan ramah lingkungan. Perbedaan mendasar dalam proses pembuatan ini memberikan keunggulan tersendiri bagi plant-based cheese. Bagi mereka yang memiliki alergi susu sapi, intoleransi laktosa, atau mengikuti pola makan vegetarian/vegan, keju nabati menjadi alternatif yang sangat baik. Referensi: Remantari, P. E., 2022. Inovasi Rasa Pada Keju Vegetarian. Jurnal Mahasiswa Pariwisata dan Bisnis, I(4), pp. 1030-1048.    

KEJU TANPA SUSU? EMANG BISA? Read More »

BAHAYA PENGGUNAAN STYROFOAM SEBAGAI PENGEMAS MAKANAN

Penggunaan styrofoam telah menjadi pilihan populer untuk mengemas berbagai jenis makanan. Kemudahan penggunaan dan kemampuannya dalam menjaga suhu makanan membuat styrofoam menjadi solusi praktis. Namun, dibalik kemudahan tersebut, tersimpan bahaya yang mengancam kesehatan dan merusak lingkungan Styrofoam merupakan wadah yang tersusun dari polimer-polimer yang berasal dari zat aditif. Zat-zat aditif dari polimer tersebut dapat berpindah kemakanan dan menimbulkan efek karsinogenik. Beberapa zat dalam styrofoam yang berdampak buruk, diantaranya: Zat stiren Kandungan stiren dalam styrofoam dapat berpindah ke makanan sehingga mengganggu sistem pernapasan, isritasi pada kulit, mata, dan dapat menyebabkan kanker tingkat tinggi. Zat butyl hidroksi toluene Zat ini merupakan zat yang terkandung dalam zat plasticizer yang memberikan sifat lentur pada styrofoam. Jika zat ini masuk ke dalam makanan, maka akan menjadi racun. Jika makanan yang dikemas semakin panas, maka zat-zat beracun pada styrofoam semakin cepat berpindah ke makanan. Hal tersebut tidak hanya menyebabkan keracunan tetapi juga dapat memberikan sifat karsinogenik. Dioctyl phthalate (DOP) Kandung DOP dalam styrofoam menyimpan benzene yang merupakan suatu larutan kimia yang sulit dicerna pada sistem pencernaan. DOP juga tidak dapat dikeluarkan oleh fases atau urine sehingga akan menumpuk dan terbalut lemak. Akibatnya, dapat memicu munculnya penyakit kanker. Selain menyebabkan dampak buruk bagi tubuh, styrofoam juga berdampak pada lingkungan. Styrofoam yang digunakan akan menjadi sampah dan jika tidak tepat pembuangannya akan mencemari lingkungan karena dalam styrofoam memiliki senyawa polystyrene yang tidak dapat diuraikan oleh alam. Penggunanan styrofoam juga berdampak pada global warming dikarenakan senyawa Cloro Fluoro Carbon (CFC) memberikan dampak efek rumah kaca. Referensi: Frisco, N. & Putro, M. H. S., 2023. Analisis Dampak Buruk Penggunaan Kemasan Sekali Pakai dalam Membungkus Makanan Bagi Mahasiswa ITERA. Suluh Abdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, V(1), pp. 62-69. Mukminah, I. A., 2019. Bahaya Wadah Styrofoam dan Alternatif Penggantinya. Majalah Farmasetika, IV(2), pp. 32-34.

BAHAYA PENGGUNAAN STYROFOAM SEBAGAI PENGEMAS MAKANAN Read More »

Pahami Logo NKV: Tanda Produk Hewani Aman untuk Dikonsumsi

Keamanan pangan menjadi salah satu perhatian utama bagi Masyarakat dalam memilih produk yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Produk hewani merupakan salah satu produk yang sangat mudah rusak akibat kontaminasi mikroorganisme seperti E. coli, Salmonella, Listeria, serta residu obat hewan dan bahan kimia yang berbahaya. Menurut Undang – Undang No. 18 Tahun 2012 mengenai tuntutan masyarakat sebagai konsumen untuk mendapat produk pangan asal hewan yang terjamin dari segi keamanan pangan dan juga memenuhi 4 aspek yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Salah satu cara pemerintah mengawasi produk pangan hewani adalah dengan menetapkan NKV pada fasilitas produksi produk pangan hewan. Apa itu NKV? Nomor Kontrol Veteriner (NKV) merupakan tanda resmi yang dikeluarkan oleh Kementrian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. Logo NKV diberikan kepada produk hewani (susu, telur, daging) sebagi jaminan bahwa produk tersebut telah memenuhi persyaratan hygiene-sanitasi dengan pengawasan yang ketat untuk memastikan keamanannya. Pentingnya Logo NKV Menjamin keamanan konsumen Produk hewani yang memiliki Logo NKV telah lolos serangkaian uji dan pemeriksaan untuk memastikan bahwa produk tersebut bebas dari kontaminasi patogen, residu obat hewan, dan bahan kimia berbahaya lainnya Menegakan Standar Kualitas Logo NKV menunjukkan bahwa produk hewani telah diproduksi dan diproses sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah. Ini mencakup aspek-aspek seperti kebersihan tempat produksi, kesehatan hewan, serta praktik penanganan dan pengolahan yang sesuai. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Dengan adanya Logo NKV, konsumen dapat lebih percaya pada produk hewani yang mereka beli. Logo ini memberikan transparansi dalam proses produksi dan memastikan bahwa produk tersebut telah memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan yang ketat. Konsumen disarankan untuk selalu memeriksa adanya Logo NKV pada kemasan produk hewani sebagai langkah untuk memastikan bahwa mereka memilih produk yang aman dan berkualitas. Dengan dukungan sistem kontrol seperti NKV, diharapkan konsumen dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam mengonsumsi produk hewani. Referensi : Lestariningsih, 2Muhammad Sabiqun Nada, 3Muhammad Yusuf Yasin, 4Siti Ropida, 5Muhammad Khoirul Abidin. 2020 Peranan Nomor Kontrol Veteriner Terhadap Jaminan Mutu Keamanan Produk Hasil Peternakan. BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual. 5(1):180-188

Pahami Logo NKV: Tanda Produk Hewani Aman untuk Dikonsumsi Read More »

TIM PKM-RE TEKNOLOGI PANGAN RAIH “BEST PRESENTATION” DI MOTIVATIONAL DAY

Purwokerto, 18 Juli 2024 – Kemahasiswaan IT Telkom Purwokerto menyelenggarakan acara Motivational Day sebagai apresisasi terhadap prestasi mahasiswa dalam berbagai bidang mulai dari PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), P2MW (Program Penguatan Peran Mahasiswa dalam Wirausaha), PKK Ormawa (Program Kreativitas Kegiatan Organisasi Mahasiswa), Duta Baca, HIMA (Himpunan Mahasiswa), dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Rangkaian acara Motivational Day ini meliputi seminar kewirausaan, talk show motivasi, perkenalan satria muda, dan pemberian penghargaan. Seminar kewirausahaan bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan baru kepada mahasiswa tentang dunia bisnis dan bagaimana memulai serta mengembangkan usaha. Sementara itu, talk show motivasi yang diisi oleh Brili Agung Zaku Pradika, seorang pengusaha inspiratif, petani, sekaligus penulis, diharapkan dapat memberikan dorongan semangat dan motivasi kepada para mahasiswa. Dengan pengalamannya yang luas dan inspiratif, Brili Agung Zaku Pradika mampu memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan dalam berwirausaha. Selain memberikan motivasi, dalam kegiatan tersebut IT Telkom Purwokerto juga memberikan apresisasi kepada mahawiswa yang berprestasi dalam berbagai bidang kegiatan. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan mengembangkan diri dalam berbagai bidang. Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan mahasiswa akan lebih termotivasi untuk terus berinovasi dan berkreasi dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan. Monitoring dan evaluasi kegiatan dilakukan oleh Bapak Halim Qista, selaku Kaur Aktivitas Kemahasiswaan pada tanggal 17 Juli 2024. Evaluasi ini meliputi penilaian terhadap kerapihan, kesiapan, penyampaian materi, dan sesi tanya jawab dalam setiap presentasi yang dilakukan.  Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, PKM-RE Teknologi Pangan dengan judul “Fabrikasi Resistant Starch Tipe 3 Berbasis Pati Umbi Gembili Dan Kacang Tunggak Sebagai Ingredient Pangan Fungsional Bagi Penderita Diabetes Melitus” meraih penghargaan “Best Presentation”. Prestasi ini menunjukan kemampuan dan dedikasi tim dalam mempresentasikan ide dan hasil kerja mereka dengan sangat baik. Dengan adanya acara Motivational Day ini, diharapkan semangat kreativitas dan inovasi di kalangan mahasiswa IT Telkom Purwokerto semakin meningkat. Acara ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi institusi serta masyarakat luas.  

TIM PKM-RE TEKNOLOGI PANGAN RAIH “BEST PRESENTATION” DI MOTIVATIONAL DAY Read More »

PRESTASI GEMILANG! 3 DOSEN TEKNOLOGI PANGAN RAIH PENDANAAN DIKTI UNTUK PENGABDIAN MASYARAKAT

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi memiliki banyak sekali program hibah untuk penelitian dan masyarakat. Beberapa program yang dikeluarkan adalah Program pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat dan kedaireka yaitu pendanaan berupa program dana padanan. Program penelitian dan pengabdian masyarakat merupakan upaya untuk terus memperbaiki mutu penelitian dan pengabdian masyarakat kepada masyarakat dan berkomitmen dalam pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan inovasi menguntungkan bagi pemerintah, industri, dan instansi terkait. Dalam surat yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada tanggal 30 Mei 2024 dengan nomor 0667/E5/AL.04/2024 mengumumkan bahwa sebanyak 29 proposal pengabdian masyarakat dosen Institut Teknologi Telkom Purwokerto menerima dana hibah. Dari 29 proposal tersebut, 3 diantaranya merupakan proposal dosen Teknologi Pangan. Berikut daftar dosen Teknologi Pangan yang berhasil mendapat pendanaan program pengabdian masyarakat tahun anggaran 2024: Nama dosen Judul Proposal Pengabdian Ajeng Dyah Kurniawati, S.TP., M.Sc Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk yang berkelanjutan pada UMKM Tahu Desa Kalikidang Melalui Inovasi Teknologi dan Penerapan Digital Marketing Faizah, S.TP., M.Si PKM Peningkatan Kesadaran dan Efikasi Terkait Keselamatan Kerja Petani serta Keamanan Pangan dalam Proses Produksi Gula Kelapa di Kelompok Tani Gendis Asri Desa Pernasidi: Sebuah Langkah untuk Meningkatkan Kualitas Produk dan Kesejahteraan Petani Nurul Latifasari, S.TP., M.P Pemanfaatan IoT untuk monitoring kualitas air kolam dan peningkatan pengelolaan purna panen untuk kelompok masyarakat budidaya perikananan Mina Jaya di Kabupaten Banyumas Selain penelitian dan pengabdian masyarakat, kedaireka juga termasuk dalam program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Kedaireka merupakan program dana padanan dari pemerintah dan  atau sumber dana yang telah disediakan oleh pihak mitra untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam pengembangan riset. Program ini diharapkan dapat mewujudkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra dalam meningkatkan manfaat, relevansi, menyesuaikan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Perguruan Tinggi dengan kebutuhan Mitra dan masyarakat. Berdasarkan surat keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi nomor 0006/E.E1/KS.03.00/2024 pada 3 Januari 2024, salah satu dosen Teknologi Pangan Faizah, S.TP., M.Si meraih bantuan pendanaan program dana padanan tahun anggaran 2024. Ibu Faizah, S.TP., M.Si berkolaborasi dengan dosen Teknik Industri, Informatika, dan Binis Digital membuat “Sijuna: Simpan Jual Nanti, Pengembangan Platform E-Warehousing Berbasis Cold Storage untuk Stabilitas Harga dan Pasokan Komoditas Pertanian”. Prestasi yang membanggakan dosen Teknologi Pangan tersebut semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa-mahasiswi Teknologi Pangan untuk terus berkarya dan menorehkan prestasi.

PRESTASI GEMILANG! 3 DOSEN TEKNOLOGI PANGAN RAIH PENDANAAN DIKTI UNTUK PENGABDIAN MASYARAKAT Read More »

Sensasi Kedokteran di Teknologi Pangan

Sudah tahu belum foodies, kalau mahasiswa teknologi pangan hampir sama seperti mahasiswa kedokteran? Kira-kira apa yang membuat sensasinya terkesan sama? Yuk Simak penjelasannya Pembelajaran yang dipelajarai oleh mahasiswa teknologi pangan termasuk dalam rumpun ilmu terapan. Materi kuliah mahasiswa teknologi pangan erat sekali membahas tentang beragam ilmu yang dipelajari oleh prodi kimia, biologi, industri, gizi, farmasi, dan juga kedokteran. Dari mata kuliahnya saja sudah menggambarkan kalau teknologi pangan terkesan seperti “kuliah kedokteran”. Semakin meningkatnya semester, mata kuliah yang dipelajari akan semakin kompleks dan akan bersinggungan dengan ilmu klinis. Para mahasiswa teknologi pangan juga akan mendapatkan materi terkait penelitian in vitro dan in vivo yang menggunakan hewan coba, jadi sensasi kedokterannya semakin kerasa nih foodies. Para mahasiswa teknologi pangan bisa membuat skripsi terkait klinis juga foodies. Misalnya, membuat cookies dari tepung pisang kepok dan bagaimana pengaruhnya terhadap penderita diabetes. Metode yang digunakan seringnya pengujian kandungan gizi, analisis indeks glikemik, daya terima pada panelis yang biasanya menggunakan hewan coba seperti mencit. Serta masih banyak lagi mahasiswa teknologi pangan yang sangat inovatif dengan parameter pra klinis lainnya. Dari penjelasan tersebut, tidak heran kalau teknologi pangan sering dijadikan pilihan kedua atau ketiga setelah kedokteran. Referensi: Afifah, D. N. et al., 2020. Analisis Kandungan Zat Gizi, Pati Resisten, Indeks Glikemik, Beban Glikemik dan Daya Terima Cookies Tepung Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Termodifikasi Enzimatis dan Tepung Kacang Hijau (Vigna radiate). Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, IX(3), pp. 101-107.

Sensasi Kedokteran di Teknologi Pangan Read More »

Stunning, Metode Penyembelihan Pada Hewan Ternak

Penyembelihan hewan di Indonesia memiliki 2 metode, yaitu dengan pemingsanan (stunning) dan tanpa pemingsanan (penyembelihan cara Islam). Metode tanpa pemingsanan merupakan metode yang sudah lama digunakan. Namun, metode tersebut memerlukan kemampuan teknis yang lebih tinggi, seperti kemampuan untuk mengetahui posisi hewan yang akan disembelih dan mengawasi proses penyembelihan secara langsung, sehingga beberapa rumah potong hewan lebih memilih menggunakan metode stunning. Stunning merupakan suatu teknik penyembelihan hewan ternak dengan perlakuan hewan tersebut dipingsankan sebelum disembelih. Stunning dilakukan untuk menghindari hewan dari rasa takut, stress, dan tidak menderita sakit. Awal mula stunning diberlakukan pada rumah potong hewan yang sering menyembelih dalam jumlah besar, stunning diterapkan untuk mobilisasi penyembelihan agar lebih mudah, cepat dan efisien. Selain itu, stunning juga dapat meningkatkan mutu daging akibat berkurangnya stress pada hewan yang disembelih. Daging yang dihasilkan lebih lembut, warnanya lebih terang, dan berkualitas.erdapat beberapa metode stunning yang digunakan sesuai dengan jenis hewan yang akan disembelih, antara lain: 1. The Captive Bolt Pistol (CBP) Metode ini dilakukan pada bagian tengkorak hewan. Hewan akan mengalami shok pada otak, membuat hewan tidak sadarkan diri, dan dapat langsung disembelih – Electric Head Only Stunning Dilakukan dengan cara menjepitkan aliran listrik dikepala hewan. Kemudian listrik dialirkan ke alat tersebut dengan tujuan membantu hewan pingsan. Biasanya dilakukan pada hewan berkaki 4, seperti, sapi, kambing, dan domba. – Waterbath Stunning Metode ini sering digunakan untuk ungags, seperti ayam, bebek, atau angsa. Dilakukan dengan cara memasukkan kepala ungags ke dalam air yang telah dialiri listrik. Namun, metode ini perlu dilakukan secara hati-hati karena seringnya hewan justru mati setelah melewati prosedur ini. – Gas Stunning Metode ini dilakukan dengan cara memberikan gas CO2 pada hewan yang akan disembelih sehingga hewan tersebut hilang kesadarannya. Menurut (Husna, 2021) menyebutkan bahwa Hasil Rapat Pokja Komisi Fatwa ICU Bidang Pangan, Obat, dan Kosmetika serta Tim LPPOM ICU pada 12 November 2009 menghasilkan keputusan bahwa stunning yang dilakukan untuk menyederhanakan proses penyembelihan hukumnya adalah sah, dengan ketentuan: 1. Pemingsanan hanya menyebabkan hewan pingsan sementara, tidak menyebabkan kematian dan cedera permanen. 2. bertujuan untuk memfasilitasi penyembelihan. 3. pelaksanaannya sebagai bentuk ihsan, bukan penyiksaan hewan. Referensi: Husna, F., 2021. Stunning Dalam Perspektif Sains dan Islam. Journal of Halal Product and Research, IV(1), pp. 8-13.

Stunning, Metode Penyembelihan Pada Hewan Ternak Read More »

Green Tea Vs Matcha: Serupa Tapi Tak Sama

Dalam dunia teh, dua jenis minuman yang sering kali disamakan namun sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda adalah green tea dan matcha. Meskipun keduanya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, namun proses pengolahan dan cara penyajiannya yang berbeda menciptakan perbedaan yang signifikan dalam rasa, tekstur, dan manfaat kesehatan. Mari kita telusuri perbedaan antara green tea dan matcha yang membuat keduanya serupa tapi tak sama. Asal Usul dan Proses Produksi Green tea adalah salah satu jenis teh yang paling populer di dunia. Proses pembuatannya melibatkan pemetikan daun teh segar, diikuti dengan pengeringan dan pemanasan untuk mencegah oksidasi. Proses ini menjaga daun tetap hijau dan mempertahankan kandungan antioksidan. Green tea umumnya diseduh dengan air panas dan memiliki rasa yang ringan dan segar. Matcha adalah bentuk teh hijau yang sangat halus dan bubuk. Untuk menghasilkan matcha, daun teh yang disebut tencha ditanam dalam kondisi teduh selama beberapa minggu sebelum dipetik. Peneduhan ini meningkatkan produksi klorofil dan asam amino, memberikan warna hijau yang kaya dan rasa khas. Setelah dipetik, daun tencha dikeringkan dan digiling menjadi bubuk halus. Proses peneduhan dan penggilingan ini menghasilkan produk dengan kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan green tea biasa. Rasa dan Aroma Perbedaan utama lainnya antara green tea dan matcha adalah rasa dan aroma. Green tea umumnya memiliki rasa yang lebih ringan dan segar dengan sedikit rasa rumput dan manis alami. Aroma green tea juga cenderung lembut dan menenangkan. Sebaliknya, matcha memiliki aroma yang intens dan rasa yang lebih kuat serta kompleks. Rasa matcha bisa digambarkan sebagai kombinasi antara manis, sedikit pahit, dan umami. Tekstur bubuk matcha yang halus juga memberikan rasa lebih kaya dan creamy. Manfaat Kesehatan Green tea maupun matcha dikenal dengan kandungan antioksidan yang tinggi, terutama katekin yang berperan penting dalam melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan jantung. Namun, karena matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk, seluruh daun teh ditelan, sehingga kandungan nutrisinya lebih tinggi dibandingkan dengan green tea yang hanya diseduh dan daunnya dibuang. Matcha mengandung lebih banyak kafein, kaya akan L-theanine, dan asam amino yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus mental tanpa efek gelisah yang biasanya dikaitkan dengan kafein. Meskipun green tea dan matcha berasal dari tanaman yang sama, perbedaan dalam proses produksi, rasa, manfaat kesehatan, dan cara penyajian membuat keduanya unik. Memilih antara green tea dan matcha tergantung pada preferensi pribadi dan tujuan konsumsi. Green tea menawarkan kesederhanaan dan kesegaran, sementara matcha memberikan keunikan rasa dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Referensi : Atmaja M.I.P., Shabri, Harianto A, Maulana H, Rohdiana D. J. Teknologi dan Industri Pangan. Vol. 29(1):77-84 Dalam dunia teh, dua jenis minuman yang sering kali disamakan namun sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda adalah green tea dan matcha. Meskipun keduanya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis, namun proses pengolahan dan cara penyajiannya yang berbeda menciptakan perbedaan yang signifikan dalam rasa, tekstur, dan manfaat kesehatan. Mari kita telusuri perbedaan antara green tea dan matcha yang membuat keduanya serupa tapi tak sama. Asal Usul dan Proses Produksi Green tea adalah salah satu jenis teh yang paling populer di dunia. Proses pembuatannya melibatkan pemetikan daun teh segar, diikuti dengan pengeringan dan pemanasan untuk mencegah oksidasi. Proses ini menjaga daun tetap hijau dan mempertahankan kandungan antioksidan. Green tea umumnya diseduh dengan air panas dan memiliki rasa yang ringan dan segar. Matcha adalah bentuk teh hijau yang sangat halus dan bubuk. Untuk menghasilkan matcha, daun teh yang disebut tencha ditanam dalam kondisi teduh selama beberapa minggu sebelum dipetik. Peneduhan ini meningkatkan produksi klorofil dan asam amino, memberikan warna hijau yang kaya dan rasa khas. Setelah dipetik, daun tencha dikeringkan dan digiling menjadi bubuk halus. Proses peneduhan dan penggilingan ini menghasilkan produk dengan kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan green tea biasa. Rasa dan Aroma Perbedaan utama lainnya antara green tea dan matcha adalah rasa dan aroma. Green tea umumnya memiliki rasa yang lebih ringan dan segar dengan sedikit rasa rumput dan manis alami. Aroma green tea juga cenderung lembut dan menenangkan. Sebaliknya, matcha memiliki aroma yang intens dan rasa yang lebih kuat serta kompleks. Rasa matcha bisa digambarkan sebagai kombinasi antara manis, sedikit pahit, dan umami. Tekstur bubuk matcha yang halus juga memberikan rasa lebih kaya dan creamy. Manfaat Kesehatan Green tea maupun matcha dikenal dengan kandungan antioksidan yang tinggi, terutama katekin yang berperan penting dalam melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan jantung. Namun, karena matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk, seluruh daun teh ditelan, sehingga kandungan nutrisinya lebih tinggi dibandingkan dengan green tea yang hanya diseduh dan daunnya dibuang. Matcha mengandung lebih banyak kafein, kaya akan L-theanine, dan asam amino yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus mental tanpa efek gelisah yang biasanya dikaitkan dengan kafein. Meskipun green tea dan matcha berasal dari tanaman yang sama, perbedaan dalam proses produksi, rasa, manfaat kesehatan, dan cara penyajian membuat keduanya unik. Memilih antara green tea dan matcha tergantung pada preferensi pribadi dan tujuan konsumsi. Green tea menawarkan kesederhanaan dan kesegaran, sementara matcha memberikan keunikan rasa dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Referensi : Atmaja M.I.P., Shabri, Harianto A, Maulana H, Rohdiana D. J. Teknologi dan Industri Pangan. Vol. 29(1):77-84

Green Tea Vs Matcha: Serupa Tapi Tak Sama Read More »

Fruit Leather Si Camilan Sehat dan Praktis

Fruit leather merupakan salah satu camilan sehat yang semakin populer dikalangan Masyarakat modern. Fruit leather terbuat dari bubur buah atau sayur segar yang diolah dengan metode hidrasi (pengeringan) untuk menghasilkan lembaran tipis menyerupai kulit serta dapat digulung, sehingga fruit leather menjadi produk pangan sehat karena tidak ada penambahan bahan aditif. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai fruit leather, mulai dari Sejarah, cara pembuatan dan manfaat untuk Kesehatan. Sejarah Fruit Leather Fruit leather atau sering disebut dengan roll up buah, telah ada sejak jaman kuno. Camilan ini diyakini berasal dari Timur Tengah dan Asia dimana buah-buahan segar dihasilkan dan dijemur dibawah sinar matahari hingga kering. Proses ini memungkinkan buah untuk disimpan dalam waktu yang lebih lama tanpa kehilangan rasa dan nutrisinya. Dalam beberapa dekade terakhir, fruit leather mulai populer di amerika serikat dan negara – negara Barat lainya sebagai camilan sehat dan praktis. Pembuatan Fruit Leather Manfaat Fruit Leather untuk Kesehatan Dengan proses pembuatan yang relatif sederhana dan manfaat kesehatan yang melimpah, fruit leather menjadi pilihan camilan yang sangat menarik. Kelezatan dan kepraktisannya membuat fruit leather cocok untuk segala usia, serta menjadi alternatif yang sehat dibandingkan camilan-camilan konvensional yang sering kali tinggi gula dan bahan pengawet. Jadi mau coba buat fruit leather sendiri gak nih??? Referensi : Taswin N.S., Asmawati, Heryani S. 2022. Kajian Literatur Pembuatan Fruit Leather dari Labu Kuning dan Wortel. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 7(3):263-269.

Fruit Leather Si Camilan Sehat dan Praktis Read More »

Crab Stick Tapi Bukan Kepiting, Terbuat Dari Apasih?!

Hi, foodies, tahukah kamu kalau crab stick sebenarnya tidak terbuat dari kepiting? Yuk Simak penjelasannya! Makanan beku atau frozen food telah ada dan dikenal sejak 3000 tahun sebelum Masehi, diawali dari masyarakat Cina kuno dan Romawi yang menggunakan es atau salju untuk membekukan makanan. Kini, frozen food menjadi makanan andalan bagi mereka yang memiliki waktu terbatas untuk mengolah makanan. Hal ini terus mendorong variasi produk frozen food dari hari ke hari. Menurut BPOM pada tahun 2021, selama pandemi 55% masyarakat Indonesia lebih sering mengonsumsi frozen food karena dinilai lebih praktis dan tahan lama. Frozen food tersebut juga dapat menjadi sumber protein hewani yang memenuhi gizi seimbang. Salah satau frozen food yang sering dijadikan topping dalam suatu makanan adalah crab stick. Meskipun memiliki nama crab stick, bahan baku crab stick sendiri tidak murni dari daging kepiting. Crab stik merupakan salah satu bentuk diversifikasi pangan yang berbahan baku surimi. Surimi merupakan protein miofibril dari ikan daging putih seperti pollock fish. Surimi diolah melalui beberapa tahapan, dimulai dari pemotongan kepala, pembuangan isi perut, filleting, penghilangan tulang dan duri. Daging ikan kemudian dicuci berulang kali, ditekan, dicampur dengan krioprotektan, dan dibekukan. Jadi, surimi tidak hanya dijadikan crab stick tetapi juga dapat dijadikan chikuwa, tempura, sosis, dan sejenisnya. Pada crab stick, surimi dan bahan-bahan lainnya akan ditambahkan juga ekstrak rasa kepiting yang sudah ditakar sehingga rasanya menyerupai daging kepiting. Meskipun demikian, dalam 100gram crab stick memiliki protein sebesar 7,6gram dan lemak 0,4 gram. Tetapi foodies, seperti pangan olahan lainnya crab stick juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan agar tidak berdampak negatif bagi tubuh. Referensi: Putranti, R. T., Anggo, A. D. & Fahmi, A. S., 2020. Pengaruh Surimi Dari Ikan Swanggi (Priacanthus sp.), Ikan Kurisi (Nemipterus sp.), dan Ikan Kuniran (Upeneus sp.) Terhadap Karakteristik Cumi-Cumi Analog. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan, II(1), pp. 43-53.

Crab Stick Tapi Bukan Kepiting, Terbuat Dari Apasih?! Read More »

TEKNOLOGI PANGAN DAN ILMU PANGAN APA BEDANYA?

Hi foodies…. Sudah tahu belum apa perbedaan teknologi pangan dan ilmu pangan? meskipun sama-sama tentang pangan tapi teknologi pangan dan ilmu pangan membahas hal yang berbeda loh, yuk simak apa saja perbedaanya. Ilmu pangan merupakan ilmu yang mempelajari mempelajari tentang kandungan dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh makanan bagi manusia. Ilmu pangan lebih memfokuskan pada teori dan prinsip dasar atau sifat dan perilaku makanan. Ilmu pangan sering diaplikasikan dalam peningkatan baik untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya tahan makanan. Kemudian jika di dunia perkuliahan ilmu pangan lebih banyak mempelajari biologi, kimia, fisika, dan mikrobiologi. Lulusan ilmu pangan dapat bekerja pada industri makanan, farmasi, dan bioteknologi. Teknologi pangan adalah implementasi teknologi dalam menghasilkan produk pangan yang berkualitas dan aman. Pokok bahasan teknologi pangan adalah proses pengolahan, pengawetan, dan distribusi makanan dengan menerapkan aplikasi teknologi dalam setiap pemrosesan.

TEKNOLOGI PANGAN DAN ILMU PANGAN APA BEDANYA? Read More »

TAHUKAH KAMU APA ITU LARUTAN DAN KONSENTRASI? LALU BAGAIMANA CARA MEMBUATNYA?

Larutan dan konsentrasi merupakan 2 hal yang berkesinambungan karena pada dasarnya suatu larutan pasti akan memiliki konsentrasi.  Dalam dunia pangan larutan dan konsentrasi selalu digunakan dalam aplikasi pengolahan suatu produk pangan. Lalu apakah larutan dan konsentrasi? Larutan merupakan merupakan campuran homogen dari 2 zat atau lebih. Zat yang jumlahnya lebih sedikit dari zat lainnya dinamakan zat terlarut dan zat yang jumlahnya lebih banyak dinamakan pelarut.  Larutan ada yang encer dan pekat, dimana larutan dikatakan encer ketika jumlah zat terlarutnya lebih sedikit dibandingkan pelarutnya. Sedangkan larutan dikatakan pekat ketika jumlah zat terlarutnya lebih banyak dari pelarut. Konsentrasi merupakan suatu ukuran dari jumlah zat yang terlarut di dalam larutan. Dapat dikatakan bahwa ketika seseorang akan membuat suatu larutan maka perlu diketahui berapa konsentrasi yang akan dibuat. Konsentrasi larutan dapat dihitung menggunakan rumus mol, Molaritas, ppm, ppb, dan masih banyak lainnya. Lalu bagaimana cara membuat larutan yang memiliki konsentrasi? Misalkan seorang praktikan ingin membuat larutan NaOH dengan konsentrasi 2 Molaritas yang dilarutkan dalam 100 ml aquades. Maka cara menghitungnya yaitu menggunakan rumus: Sehingga dari perhitungan tersebut praktikan perlu menimbang 8 gram NaOH kemudian dilarutkan dalam 100 ml aquades hingga homogen sehingga jadilah larutan NaOH konsentrasi 2 Molaritas. Referensi: Setiawati, M., Martini, R. A. S. & Nurulita, R., 2022. Variasi Molaritas NaOH dan Alkali Aktivator Beton Geopolimer. Jurnal Deformasi, VII(1), pp. 56-64.

TAHUKAH KAMU APA ITU LARUTAN DAN KONSENTRASI? LALU BAGAIMANA CARA MEMBUATNYA? Read More »

MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN LOLOS PENDANAAN P2MW

P2MW atau Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha merupakan program yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek tentang program pengembangan usaha yang dimiliki mahasiswa melalui bantuan dana pengembangan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan dan pelatihan usaha kepada mahasiswa. Berdasarkan nomor surat: 3127/E2/KM.01.01/2023 perihal Penerima Bantuan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2023 yang dikeluarkan pada tanggal 19 Juni 2023 oleh kemndikbudristek mengumumkan bahwa Institut Teknologi Telkom Purwokerto berhasil memperoleh pendanaan sebanyak 13 proposal. Salah satu mahasiswa teknologi pangan berhasil lolos pendanaan dengan judul “Optimalisasi Pengembangan Industri Sablon Desain Graffity Fun Art dengan Unsur Budaya Nusantara Berbasis Teknologi Informasi CENTRAL SABLON”. Seli mengungkapkan bahwa judul yang dibuat didasarkan pada dunia fashion yang saat ini semakin marak digandrungi dan banyak gen Z yang tidak terlalu mengenal dengan kebudayaan nusantara sehingga kami melihat peluang tersebut dan mencoba mengkolaborasikan antara produk fashion dengan kebudayaan nusantara. Seli dan tim mendesain sendiri grafitti fun art untuk kaos dengan unsur kebudayaan nusantara kemudian menyablon sendiri kaosnya. Sebelumnya, seli dan tim telah mensurvei beberapa produsen untuk bahan kaos kami supaya bahan yang dipakai berkualitas dan juga survei beberapa alat sablon sehingga nanti gambar yang dihasilkan tidak cepat luntur dan bagus. Konsumen juga bisa berinovasi desain seperti apa yang diinginkan kemudian kami akan membuat desainnya tanpa meninggalkan kesan unsur nusantara nantinya. Pada P2MW, Seli berperan menjadi model untuk mempromosikan produk yang kami buat. Harapannya seli dapat memberikan kesan new face atau fresh look sehingga menarik konsumen. Kami juga akan memadukan produk kaos kami dengan gaya ootd terkini sehingga makin banyak gen z yang melirik dan produk tidak terkesan monoton. Dengan produk yang telah dibuat gen z masih bisa eksis bergaya dan juga tahu tentang budaya nusantara. Menurutnya kegiatan ini dapat menjadi langkah untuk pengembangan diri dan akan terus mencoba hal-hal baru agar menambah pengalaman serta wawasan. Referensi: https://kesejahteraan.kemdikbud.go.id/p2mw#:~:text=P2MW%20merupakan%20program%20pengembangan%20usaha,usaha%20kepada%20mahasiswa%20peserta%20P2MW.

MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN LOLOS PENDANAAN P2MW Read More »

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN FUNGSIONAL KOMBUCHA DAN DIGITAL MARKETING OLEH DOSEN TEKNOLOGI PANGAN

Pengabdian kepada Masyarakat merupakan kegiatan pengamalan IPTEKS yang dilakukan oleh perguruan tinggi kepada masyarakat yang membutuhkannya, dalam upaya mensukseskan pembangunan dan mengembangkan manusia pembangunan menuju tercapainya manusia Indonesia yang maju, adil dan sejahtera tanpa mengharapkan imbalan apapun. Pada tanggal 10 Mei 2024, dosen teknologi pangan Ibu Faizah S.TP., M.Si  melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Cirebon, Jawa barat bersama anggotanya yaitu  Ibu Ajeng Dyah Kurniawati S.TP., M.Sc, dan 2 mahasiswa teknologi pangan M. Tata Awaludin dan Rhafi. Pengabidan masyarakat tersebut mengusung tema sosialisasi pola hidup sehat, pelatihan pembuatan minuman fungsional kombucha dan digital marketing. Persiapan proses pengabdian masyarakat tersebut dilakukan selama hampir 3 bulan meliputi, sosialisasi pembuatan kombucha, pelatihan pembuatan kombucha, sosialisasi digital marketing untuk produk kombucha, pembagian starter SCOBY, dan dilakukan pre test dan post test untuk mengevaluasi pemahaman peserta terhadap materi pembuatan kombucha. Sasaran dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut merupakan Ibu-Ibu PKK. Kegiatan pertama yang dilakukan yaitu pre test, sosialisasi pembuatan kombucha, mendemonstrasikan pembuatankombucha, bagaimana pemilihan teh terbaiknya, takaran gula, lama fermentasi, dan juga takaran-takaran tiap formulasi kombucha. Selain itu, Tim pengabdian masyarakat juga memaparkan manfaat kombucha bagi tubuh. Tak sampai disitu, tim pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Ibu Faizah juga memberikan cendera mata berupa minuman kombucha dan SCOBY atau starter yang digunakan untuk poembuatan kombucha kepada peserta dengan tujuan peserta mampu membuat kombucha sendiri di rumah. Menurut Tata selaku anggota, kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat menyenangkan karena antusiasme peserta yang menerima dengan baik acara tersebut. Tata berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang telah disampaikan terkait pembuatan kombucha. Referensi: Emilia, H., 2022. Bentuk dan Sifat Pengabdian Masyarakat Yang Diterapkan Oleh Perguruan Tinggi. PKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka, II(3), pp. 122-130.

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN FUNGSIONAL KOMBUCHA DAN DIGITAL MARKETING OLEH DOSEN TEKNOLOGI PANGAN Read More »

EDIBLE COATING : Inovasi Untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah

kombinasi dari bahan-bahan tersebut. Polimer alami ini dipilih karena sifatnya yang aman, biodegradable, dan ramah lingkungan. Bahan dan Metode Pembuatan Edible Coating Beberapa bahan yang umum digunakan dalam pembuatan edible coating meliputi: Protein: Contohnya adalah kasein, whey protein, dan gelatin. Protein membentuk film yang kuat dan fleksibel, serta memiliki sifat penghalang yang baik terhadap gas. Karbohidrat: Seperti pati, pektin, dan kitosan. Karbohidrat efektif dalam membentuk lapisan yang mengurangi kehilangan air dan memperlambat respirasi buah. Lipid: Misalnya lilin lebah dan asam lemak. Lipid memiliki sifat penghalang yang baik terhadap uap air, sehingga membantu mengurangi kehilangan kelembaban pada buah. Proses pembuatan edible coating melibatkan pencampuran bahan-bahan tersebut dengan pelarut (seperti air atau alkohol) dan aditif (seperti plasticizer untuk meningkatkan fleksibilitas). Campuran ini kemudian diaplikasikan pada permukaan buah dengan cara mencelupkan, menyemprot, atau mengoleskan, dan dikeringkan untuk membentuk lapisan tipis. Manfaat Edible Coating Penggunaan edible coating pada buah-buahan menawarkan beberapa manfaat, di antaranya: Memperpanjang Umur Simpan: Edible coating memperlambat proses respirasi dan transpirasi, serta mengurangi aktivitas mikroorganisme penyebab pembusukan, sehingga memperpanjang umur simpan buah. Meningkatkan Kualitas Buah: Dengan mengurangi kehilangan air dan melindungi dari kerusakan fisik, edible coating membantu mempertahankan tekstur, warna, dan rasa buah. Keamanan dan Ramah Lingkungan: Bahan-bahan yang digunakan aman untuk dikonsumsi dan biodegradable, sehingga tidak menimbulkan masalah lingkungan. Penghantaran Bahan Aktif: Edible coating dapat diperkaya dengan bahan aktif seperti antioksidan, antimikroba, dan vitamin untuk meningkatkan nilai gizi dan melindungi buah dari oksidasi dan serangan mikroba. Kekurangan dan Tantangan Meskipun menawarkan banyak manfaat, penggunaan edible coating juga memiliki beberapa kekurangan dan tantangan: Biaya Produksi: Proses pembuatan edible coating bisa lebih mahal dibandingkan dengan pengawet sintetis konvensional, terutama dalam skala besar. Kompatibilitas: Tidak semua buah cocok dengan semua jenis edible coating. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan kombinasi bahan yang optimal untuk berbagai jenis buah. Persepsi Konsumen: Edukasi dan penerimaan konsumen terhadap produk dengan edible coating masih menjadi tantangan. Konsumen perlu diyakinkan bahwa edible coating aman dan bermanfaat. Edible coating adalah inovasi yang menjanjikan untuk memperpanjang umur simpan buah dan menjaga kualitasnya. Meskipun masih menghadapi beberapa tantangan, perkembangan teknologi dan penelitian yang berkelanjutan di bidang ini diharapkan dapat mengatasi hambatan tersebut dan memberikan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi industri pangan. Dengan demikian, edible coating berpotensi menjadi alat penting dalam mengurangi pemborosan makanan dan mendukung keberlanjutan pangan di masa depan. Referensi : Khairun nisah & Yati Mardianti Barat. (2019). Efek Edible Coating Pada Kualitas Alpokat (Persea America Mill ) Selama Penyimpanan. Amina (Ar-Raniry Chemistry Journal). 1(1):11-17.

EDIBLE COATING : Inovasi Untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Read More »

Kangina: Tradisi Pengawetan Anggur yang Ramah Lingkungan dari Afrika

Anggur telah menjadi buah yang tidak hanya dinikmati karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena potensi manfaat kesehatannya. Dari zaman kuno hingga masa kini, manusia telah mencari cara untuk menjaga buah anggur tetap segar dan berkualitas. Salah satu tradisi kuno yang masih bertahan hingga saat ini adalah Kangina, sebuah praktik pengawetan anggur yang berasal dari benua Afrika. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih jauh tentang Kangina, tradisi ini, cara kerjanya, dan dampaknya terhadap lingkungan. Apa Itu Kangina? Kangina adalah tradisi pengawetan anggur yang telah ada sejak zaman kuno di Afrika, terutama di negara-negara di wilayah Afrika Utara seperti Maroko, Aljazair, dan Tunisia. Secara tradisional, anggur dipanen pada musim panen dan kemudian disimpan untuk dikonsumsi sepanjang tahun. Kangina adalah salah satu metode yang digunakan untuk menjaga anggur tetap segar, bahkan setelah musim panen berakhir. Cara Kerja Kangina Proses Kangina dimulai dengan memilih anggur yang sudah matang sepenuhnya tetapi belum terlalu matang. Anggur kemudian dipanen secara hati-hati dan disimpan dalam bejana tradisional yang terbuat dari tanah liat atau beton. Bejana tersebut kemudian ditutup rapat dan disimpan di tempat yang sejuk dan gelap, seperti gua atau ruang bawah tanah. Dalam bejana tersebut, anggur akan mengalami fermentasi alami yang dikendalikan, di mana gula dalam buah akan berubah menjadi alkohol. Proses fermentasi ini membantu menjaga anggur tetap segar dan memberikan citarasa yang unik. Setelah beberapa minggu atau bulan, anggur siap untuk dikonsumsi dan dapat bertahan selama beberapa tahun dalam kondisi yang baik. Keunggulan Kangina Ramah Lingkungan: Kangina menggunakan metode pengawetan alami tanpa bahan kimia tambahan, sehingga lebih ramah lingkungan daripada beberapa metode pengawetan modern. Penghormatan Tradisi: Kangina merupakan bagian dari warisan budaya Afrika yang telah ada selama berabad-abad, dan praktik ini memungkinkan penghormatan terhadap tradisi lokal serta mendorong keberlanjutan budaya. Kualitas dan Kelezatan: Proses fermentasi Kangina memberikan rasa dan aroma yang khas pada anggur, menjadikannya tidak hanya segar tetapi juga lezat. Dampak Terhadap Lingkungan Salah satu aspek yang menarik dari Kangina adalah dampaknya terhadap lingkungan. Dibandingkan dengan metode pengawetan modern yang menggunakan energi dan bahan kimia tambahan, Kangina menggunakan sumber daya alami yang tersedia secara lokal dan tidak menyebabkan polusi atau limbah berbahaya.

Kangina: Tradisi Pengawetan Anggur yang Ramah Lingkungan dari Afrika Read More »

Superfood Lokal: Menggali Kekayaan Nutrisi dari Tanah Air

Superfood sering kali diasosiasikan dengan makanan eksotis dari luar negeri, namun, Indonesia memiliki beragam bahan makanan lokal yang kaya akan nutrisi dan memiliki potensi sebagai superfood. Makanan super atau superfood merupakan pilihan buah-buahan, biji-bijian dan tumbuhan (atau bagian dari tumbuhan) yang kaya akan kandungan nutrisi secara alami. Dari berbagai jenis buah, sayuran, hingga rempah-rempah, superfood lokal tidak hanya menyediakan nutrisi yang penting untuk kesehatan tubuh, tetapi juga memainkan peran penting dalam keberlanjutan lingkungan dan perekonomian lokal. Artikel ini akan mengulas beberapa superfood lokal Indonesia, manfaat kesehatannya, dan bagaimana kita dapat mengintegrasikannya ke dalam pola makan sehari-hari. Potensi Superfood Lokal Daun kelor : Kaya akan vitamin A, C, E, dan K, serta mineral seperti kalsium, magnesium, dan zat besi. Manfaat dari daun kelor yaitu meningkatkan kekebalan tubuh, mendukung kesehatan tulang, dan membantu mengatur kadar gula darah. Tempe : sebagai sumber protein nabati lengkap, serat, vitamin B, dan mineral seperti tembaga dan mangan. Mengkonsusmsi tempe dapat menyokong pertumbuhan otot, menjaga kesehatan pencernaan, dan menurunkan risiko penyakit kronis. Ikan gabus : Dengan kandungan protein tinggi, rendah lemak, dan asam lemak omega-3, ikan ini memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk mendukung kesehatan jantung, meningkatkan fungsi otak, dan menjaga kesehatan tulang. Selain itu kadar albumin, glisin, dan seng (Zn) mempercepat proses penyembuhan luka pasca- operasi. Beras Merah: Mengandung serat, protein, vitamin B, mineral, dan antioksidan. Dengan mengkonsumsi beras merah dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan pencernaan, dan menjaga kesehatan kulit. Sagu: Kaya akan karbohidrat kompleks, serat, dan protein. Memberikan energi yang tahan lama, menjaga kesehatan pencernaan, dan membantu menurunkan berat badan. Dengan memanfaatkan potensi superfood lokal ini dan mengintegrasikannya ke dalam pola makan sehari-hari, kita tidak hanya memperkuat kesehatan tubuh kita, tetapi juga memberikan dukungan yang berarti bagi lingkungan dan masyarakat lokal.   Referensi: Laily Nur Affini et al . (2021). IbM Daun Kelor Sebagai Super Food Kelurahan Bongsari Kecamatan Semarang Barat. Seminar Nasional Hasil Pengabdian Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pgri Semarang Robert Tungadi. (2019). Potensi Ikan Gabus (Ophiocephalus Striatus) Dalam Mempercepat Penyembuhan Luka. Jambura Fish Processing Journal. 1(1):46-57

Superfood Lokal: Menggali Kekayaan Nutrisi dari Tanah Air Read More »

Glukomanan: Serat Alami dengan Beragam Manfaat Kesehatan

Glukomanan adalah jenis serat larut yang diekstrak dari akar tanaman konjak (Amorphophallus konjac), yang tumbuh di Asia. Dalam beberapa tahun terakhir, glukomanan telah menarik perhatian besar sebagai suplemen kesehatan karena beragam manfaatnya. Selain digunakan dalam industri makanan sebagai bahan pengental dan penggelling, glukomanan juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk penurunan berat badan, pengendalian kadar gula darah, dan peningkatan kesehatan pencernaan. Apa Itu Glukomanan? Glukomanan adalah polisakarida yang terdiri dari unit-unit glukosa dan manosa. Serat ini memiliki kemampuan menyerap air yang sangat tinggi, dapat mengembang hingga 50 kali lipat dari beratnya saat dalam kondisi kering. Karena kemampuannya ini, glukomanan dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama, yang sangat bermanfaat dalam program penurunan berat badan. Manfaat Kesehatan Glukomanan Penurunan Berat Badan: Glukomanan mengembang dalam perut dan usus, menciptakan rasa kenyang yang membantu mengurangi asupan kalori. Pengendalian Gula Darah: Serat larut ini memperlambat penyerapan karbohidrat di usus, yang dapat membantu mengendalikan kadar gula darah setelah makan. Menurunkan Kolesterol: Glukomanan mengikat kolesterol dalam usus, mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Kesehatan Pencernaan: Sebagai serat larut, glukomanan membantu meningkatkan volume tinja dan mencegah sembelit. Kesehatan Jantung: Dengan menurunkan kadar kolesterol dan membantu mengendalikan berat badan, glukomanan berkontribusi pada kesehatan jantung yang lebih baik.   Kekurangan dan Efek Samping Meskipun glukomanan memiliki banyak manfaat, ada beberapa kekurangan dan potensi efek samping yang perlu diperhatikan: Efek Samping Pencernaan: Penggunaan glukomanan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, dan diare, terutama pada dosis tinggi. Interaksi Obat: Glukomanan dapat mengganggu penyerapan obat-obatan tertentu. Disarankan untuk mengambil glukomanan setidaknya satu jam sebelum atau empat jam setelah mengonsumsi obat. Risiko Tersedak: Karena glukomanan mengembang saat terkena air, ada risiko tersedak jika tidak dikonsumsi dengan cukup cairan. Suplemen glukomanan harus selalu diminum dengan banyak air. Referensi : Setyono R.N, Wasi’ A, Rahmawati Y, dan Taufany F. (2021). Pra-Desain Pabrik Konnyaku dari Tepung Glukomanan Umbi Porang (Amorphophallus Oncophyllus). Jurnal Teknik ITS. 10(2):171-176

Glukomanan: Serat Alami dengan Beragam Manfaat Kesehatan Read More »

KULIAH TAMU : NUTRIFIKASI DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU BUBUK

Kuliah tamu merupakan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi yang menghadirkan narasumber dari luar kampus. Narasumber biasanya seorang ahli atau praktisi yang memiliki keahlian dibidang tertentu. Tujuan diadakanya kuliah tamu yaitu untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa. Dengan dihadirkanya narasumber dari luar kampus, mahasiswa diharapkan bisa mendapatkan perspektif yang lebih luas dan terkini di bidang yang sedang dipelajari, dan menjadi wadah untuk mahasiswa berinteraksi dengan para ahli. Pada hari Senin 22 April 2024, prodi Teknologi Pangan ITTP mengadakan kuliah tamu dengan narasumber dari luar kampus, Bpk. Cahyo Budiantoro S.TP., M.P., seorang pakar di bidang pengembangan produk UHT & GUM, menjadi bukti komitmen Prodi Teknologi Pangan ITTP dalam menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi. Dengan mengangkat tema “Nutrifikasi dan Teknologi Pengolahan Susu Bubuk”, kuliah tamu ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam bagi mahasiswa tentang berbagai aspek penting terkait susu bubuk. Lebih dari sekadar menambah wawasan, kuliah tamu ini bertujuan untuk: Memberikan perspektif yang lebih luas dan terkini: Bpk. Cahyo Budiantoro, dengan keahlian dan pengalamannya di industri pengolahan susu, dapat menghadirkan informasi dan sudut pandang yang up-to-date terkait susu bubuk. Hal ini membantu mahasiswa untuk memahami perkembangan terbaru dalam bidang ini dan memperluas wawasan mereka. Meningkatkan pengetahuan dan keahlian: Kuliah tamu ini membahas secara mendalam tentang definisi susu bubuk, regulasi yang mengaturnya, bahan baku yang digunakan, hingga proses pengolahannya. Dengan memahami hal-hal ini, mahasiswa Teknologi Pangan ITTP diharapkan dapat memiliki pengetahuan dan keahlian yang lebih mumpuni di bidang ini. Mempersiapkan mahasiswa untuk dunia kerja: Industri pengolahan susu merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia. Dengan memahami proses produksi dan regulasi terkait susu bubuk, mahasiswa akan lebih siap untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi dalam industri ini. Dengan demikian, kuliah tamu bukan sekadar sebuah kegiatan tambahan di perguruan tinggi, namun merupakan suatu langkah penting dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Melalui interaksi dengan narasumber yang ahli dan praktisi di bidangnya, mahasiswa dapat menggali pengetahuan lebih dalam, memperluas pandangan, dan mengasah keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Dengan mengambil inspirasi dari kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi profesional yang siap menghadapi tantangan di industri masa depan.

KULIAH TAMU : NUTRIFIKASI DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SUSU BUBUK Read More »

BANGGA!!! 7 MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN DENGAN 3 PROPOSAL PKM LOLOS DIDANAI BELMAWA KEMENDIKBUDRISTEK 2024

PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DIKTI) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). PKM bertujuan untuk meningkatkan keratifitas dan sebagai wadah bagi inovasi mahasiswa agar memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. Berdasarkan nomor surat: 2546/E2/DT.01.00/2024 perihal Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang Tahun 2024 yang dikeluarkan pada tanggal 19 April 2024 oleh kemendikbudristek mengumumkan bahwa Institut Teknologi Telkom Purwokerto berhasil memperoleh pendanaan sebanyak 18 proposal. Program Studi Teknologi Pangan memperoleh pendanaan 3 proposal dengan bidang Riset Eksakta (RE), Kewirausahan (K), dan Karya Cipta (KC). Berikut 7 mahasiswa Teknologi Pangan dengan 3 judul proposal yang lolos didanai: Nama Mahasiswa Bidang PKM Judul Proposal Carantia Raharditya PKM RE Fabrikasi Resisten Starch Tipe 3 Berbasis Pati Umbi Gembili dan Kacang Tunggak Sebagai Ingredient Pangan Fungsional Bagi Penderita Diabetes Melitus Fitranaya Arlian Salsabila Nanda Lestari Giovanni Raharja Rizky Kurniawan PKM KC Sensational Glasses: Alat Bantu Penyandang Tunanetra Menggunakan Machine Learning Terintegerasi Internet of Things Alliza Nabila Walhuda PKM K SiDiA: Sirup Alami dari Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) Sebagai Upaya Meminimalisir Risiko Terkena Penyakit Diabetes Melitus Akmel Lu’lu Nabilah   Ketua Program Studi dan para dosen Teknologi Pangan mengucapkan selamat kepada 7 mahasiswa atas perolehan pendanaan PKM tersebut. Para dosen berharap mahasiswa-mahasiswa yang telah lolos pendanaan dapat melaksanakan seluruh rangkaian program PKM dengan maksimal dan semoga dapat melaju ke PIMNAS. Selain itu, pencapaian yang membanggakan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Teknologi Pangan yang lain untuk terus berprestasi dan berinovasi..

BANGGA!!! 7 MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN DENGAN 3 PROPOSAL PKM LOLOS DIDANAI BELMAWA KEMENDIKBUDRISTEK 2024 Read More »

TEMPOYAK : HASIL FERMENTASI SPONTAN

Apa itu fermentasi spontan? Fermentasi spontan adalah proses fermentasi yang terjadi secara alami tanpa ditambahkan mikroorganisme starter atau ragi. Mikroorganisme yang berperan dalam fermentasi spontan berasal dari lingkungan atau bahan baku itu sendiri. Mikroorganisme yang berperan dalam fermentasi spontan bisa beragam, tergantung pada jenis bahan baku dan lingkungan fermentasi. Karena tidak menggunakan starter khusus, fermentasi spontan sifatnya kurang terkendali dibandingkan fermentasi dengan starter. Tempoyak Tempoyak merupakan salah satu olahan tradisional yang berasal dari Sumatera dan Kalimantan. Tempoyak berbahan dasar durian yang telah melalui proses fermentasi, merupakan salah satu cara yang digunakan oleh masyarakat untuk memperpanjang umur simpan durian, sehingga dapat dinikmati diluar musim panen.  Proses fermentasi tempoyak umumnya berlangsung selama 7 hari, diikuti dengan terjadinya perubahan tekstur durian dari padat menjadi semisolid dan menghasilkan aroma asam yang kuat. Pada prosesnya, fermentasi tempoyak disebabkan oleh aktivitas bakteri asam laktat (BAL). Proses fermentasi yang terjadi pada pembuatan tempoyak adalah fermentasi asam laktat. Karbohidrat dirombak menjadi glukosa kemudian BAL akan memfermentasikan glukosa sehingga menghasilkan asam laktat (produk utama), etanol, dan CO2 (produk sampingan). Proses fermentasi pada tempoyak merupakan proses fermentasi yang terjadi secara anaerob. Fermentasi secara anaerob tidak memungkinkan terjadinya keluar masuk uap air selama fermentasi sehingga kadar air tempoyak tetap terjaga. Tempoyak Aceh Tempoyak Aceh Selatan dibuat dengan memisahkan daging durian dari kulit dan bijinya. Daging durian tersebut kemudian dilumatkan dan dicampur dengan kunyit sebanyak 2% dan garam sebanyak 3%. Setelah dicampur, daging durian yang telah diproses tersebut kemudian ditimbang sebanyak 1 kilogram per wadah dan dimasukkan ke dalam stoples dengan ruang kepala sekitar 30%. Stoples kemudian ditutup rapat dan dibiarkan difermentasi pada suhu ruangan selama 7 hari. Selama proses fermentasi, tempoyak mengalami perubahan baik dari segi kimia maupun mikrobiologis. Kadar air dan asam laktat dalam tempoyak, yang disebut sebagai jruek drien mengalami peningkatan, sedangkan pH dan total gula tempoyak mengalami penurunan. Jumlah bakteri asam laktat mencapai puncak tertinggi pada hari ke 3 fermentasi, sementara khamir tidak ditemukan pada tahap akhir fermentasi. Tempoyak Kalimantan Tempoyak Kalimantan memiliki rasa yang terlalu asam, sehingga ditambahkan gula dalam proses pembuatannya. Penambahan gula ini tidak hanya memberikan rasa manis dan warna cerah, tetapi juga berperan sebagai substrat bagi pertumbuhan bakteri asam laktat. Bakteri ini mengubah gula menjadi alkohol dan CO2, sehingga mempercepat proses fermentasi. Penambahan gula dapat menurunkan kadar air tempoyak, tetapi tidak signifikan secara statistik karena gula memiliki sifat humektan yang mengikat air. Semakin banyak gula, semakin rendah aktivitas air (Aw) tempoyak. Konsentrasi gula yang tinggi menyebabkan air keluar dari bahan pangan melalui osmosis, membuat sebagian air tidak tersedia bagi mikroba dan mengurangi Aw bahan pangan Referensi : Erfisa W, Arpi N & Asmawati. 2022. Literature Review of Tempoyak Processed Product Manufacturing (Durian Fermentatiotn). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. Vol (7), No(1). Pp.420-428

TEMPOYAK : HASIL FERMENTASI SPONTAN Read More »

BIR PLETOK “WINE”ASAL BETAWI

Bir pletok asal Betawi memiliki filosofi pada namanya, dimana bir berasal dari kata bi’run yang berarti abyar dan beberapa versi arti nama pletok salah satunya karena terbuat dari bambu dan saat dituangkan akan berbunyi pletok. Deskripsi lain mengenai bir pletok yaitu ‘pletok’ diambil dari bunyi kapulaga (Amomumcompactum), salah satu rempah dalam ramuan Bir Pletok, yang ‘pecah’ saat direbus sehingga menimbulkan bunyi mirip ‘pletok’. Bir pletok telah terdaftar dalam Warisan Budaya Tak Benda dari Jakarta dan erat kaitannya dengan budaya Betawi. Bir pletok dibuat pada masa penajajahan Belanda akibat adanya kebiasaan para penjajah Belanda meminum wine saat menyelenggarakan pesta. Keingintahuan masyarakat Betawi akan rasa wine membuat mereka mencari alternatif minuman yang dirasa mirip dengan wine namun masih halal untuk dikonsumsi karena mayoritas masyarakat Betawi merupakan penganut agama islam. Oleh karena itu, terciptalah Bir Pletok yang terbuat dari gula merah, kayu manis, secang, jahe, serai, dan daun pandan sehingga Bir Pletok memiliki rasa manis, berwarna merah, dan sensasinya hangat. Minuman khas Betawi tersebut diyakini dapat menambah daya tahan tubuh dan termasuk dalam minuman fungsional. Hal tersebut disebabkan adanya efek kesehatan yang dihasilkan dari rempah yang digunakan pada Bir Pletok. Jahe dapat memberikan efek anti inflamasi, kemudian serai memiliki sifat antifungi, antibakteri, antidiare, antioksidan, antiinflamasi dan berkhasiat sebagai peluruh keringat, pengencer dahak, obat kumur, dan penghangat badan karena kendungan sitronela, geraniol, dan sitronelol di dalamnya yang bersifat antiseptik. Kayu manis dalam Bir Pletok mengandung kolin yang dapat membantu otak mensintesa asetilkolin. Senyawa ini berguna dalam komunikasi antar sel saraf, metabolisme lemak, menjaga kondisi membran sel yang baik dan untuk berlangsungnya beberapa reaksi kimia di dalam sel. Pandan mengandung senyawa antidiabetes dan dapat dijadian sebagai salah satu obat herbal untuk penyakit diabetes. Kayu secang memiliki kandungan asam galat dan tanat yang dapat mengobati penyakit seperti gangguan pencernaaan seperti diare dan disentri. Keunggulan lain dari Bir Pletok adalah dapat mencegah terjadinya oksidasi akibat radikal bebas karena mengandung antioksidan. Rempah-rempah dalam Bir Pletok mampu menghambat radikal bebas karena adanya senyawa fenolik. Meskipun banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari Bir Pletok, namun saat ini Bir Pletok kurang diminati oleh masyarakat karena tidak dapat mengikuti perkembangan minat konsumen. Referensi: Putra, A. Y. T., Defri, I., Saputro, E. A. & Widyastuti, R., 2023. Potensi Bir Pletok Sebagai Minuman Fungsional Komersial. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, VII(1), pp. 82-91.

BIR PLETOK “WINE”ASAL BETAWI Read More »

FORTIFIKASI

Fortifikasi merupakan sebuah kata yang mungkin masih asing bagi sebagian orang namun memiliki peran penting dalam meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat. Fortifikasi didefinisikan sebagai penambahan satu atau lebih zat gizi ke dalam bahan pangan, dengan tujuan untuk: Mencegah defisiensi mikronutrien: Kekurangan mikronutrien, seperti vitamin dan mineral, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti anemia, gondok, dan rabun senja. Fortifikasi membantu mengatasi masalah ini dengan menambahkan zat gizi yang dibutuhkan tubuh ke dalam makanan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat luas. Meningkatkan kualitas gizi masyarakat: Fortifikasi bukan hanya tentang mencegah defisiensi, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas gizi secara keseluruhan. Dengan menambahkan zat gizi penting ke dalam bahan pangan, fortifikasi membantu masyarakat mendapatkan asupan gizi yang lebih seimbang dan optimal. Memperkuat ketahanan pangan: Fortifikasi dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dengan menyediakan akses ke makanan bergizi bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan orang tua. Hal ini dapat membantu mengurangi angka stunting dan gizi buruk. Contoh fortifikasi di Indonesia: Beberapa contoh bahan pangan yang difortifikasi di Indonesia antara lain: Garam beryodium: Mencegah defisiensi yodium yang dapat menyebabkan gondok dan kretinisme. Tepung terigu berzat besi: Mencegah anemia gizi besi yang dapat menyebabkan kelelahan, pusing, dan penurunan daya tahan tubuh. Minyak goreng bervitamin A: Membantu menjaga kesehatan mata dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Manfaat fortifikasi: Efektif: Fortifikasi merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan asupan mikronutrien pada populasi besar. Berkelanjutan: Fortifikasi dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak memerlukan perubahan besar dalam kebiasaan makan masyarakat. Terjangkau: Fortifikasi merupakan cara yang relatif murah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Tantangan fortifikasi: Pemantauan: Diperlukan sistem pemantauan yang efektif untuk memastikan bahwa fortifikasi dilakukan dengan benar dan aman. Edukasi: Masyarakat perlu diedukasi tentang manfaat fortifikasi dan cara memilih produk fortifikasi yang berkualitas. Referensi : Setyaningrum C.H.,  Fernandez I.E., dan Nugrahedi R.P.Y., 2017. FORTIFIKASI GUAVA (Psidium guajava L.) JELLY DRINK DENGAN ZAT BESI ORGANIK DARI KEDELAI (Glycine max L.) DAN KACANG HIJAU (Vigna radiate L.). Jurnal Argoteknologi. 11(1):10-16

FORTIFIKASI Read More »

MENGAPA HARUS GLUTEN FREE?

Gluten adalah protein berserat dan elastis yang ditemukan dalam beberapa jenis serealia. Sifat elastis pada gluten dapat membuat adonan roti menjadi kenyal dan mudah dibentuk. Gluten juga membantu makanan untuk mempertahankan bentuknya saat dipanggang. Beberapa contoh makanan yang mengandung gluten adalah: pasta, kue, biskuit, dan muffin, pizza, dan masih banyak lainya. Meskipun gluten merupakan protein yang umum ditemukan dalam gandum, ternyata gluten dapat memberi dampak negatif pada kesehatan. Salah satu contohnya adalah penyakit celiac diaeces. Penyakit yang harus menghindari Gluten Celiac Diaeces: Celiac diaeces adalah penyakit autoimun yang menyerang usus kecil ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap gluten. Reaksi ini menyebabkan peradangan dan kerusakan pada usus kecil, sehingga tubuh tidak dapat menyerap nutrisi penting. Kurangnya penyerapan nutrisi dapat mengakibatkan tertundanya pertumbuhan pada anak-anak, kekurangan zat gizi seperti anemia dan osteoporosis, serta risiko lebih tinggi terkena diabetes, penyakit tiroid autoimun, dan kanker usus. Penanganan utama untuk celiac diaeces adalah dengan menerapkan diet ketat bebas gluten Sensitivitas gluten non-celiac, kondisi di mana orang mengalami gejala seperti kembung, sakit perut, dan kelelahan setelah mengonsumsi gluten. Gejalanya tidak separah penyakit celiac, dan tes celiac negatif. Menghindari gluten dapat membantu meredakan gejala. Alergi gluten, reaksi alergi yang parah terhadap gluten. Gejalanya termasuk gatal-gatal, ruam, dan kesulitan bernapas. Orang dengan alergi gluten harus menghindari gluten sepenuhnya Pentingnya Memilih Makanan Bebas Gluten: Bagi orang dengan penyakit celiac, sensitivitas gluten non-celiac, atau alergi gluten, memilih makanan bebas gluten sangatlah penting. Berikut beberapa tips: Baca label makanan dengan cermat: Pastikan tidak ada bahan yang mengandung gluten. Cari simbol bebas gluten: Banyak produk makanan yang memiliki simbol bebas gluten. Masak di rumah: Ini adalah cara terbaik untuk mengontrol bahan-bahan dalam makanan. Pelajari tentang sumber gluten tersembunyi: Gluten dapat ditemukan dalam berbagai produk, seperti saus, sup, dan kosmetik.   Referensi: Salsabila, Ansori M, dan Paramita O,. 2019. Eksperimen Pembuatan Cupcake Free Gluten Berbahan Dasar Tepung Biji Kluwih dengan Campuran Tepung Beras Khonsa. Jurnal TEKNOBUGA. 7(1): 31-38

MENGAPA HARUS GLUTEN FREE? Read More »

PEYEBAB BROWNING ENZIMATIS PADA BUAH

Pernahkah kamu mengamati perubahan warna pada buah yang menjadi coklat setelah dipotong? Atau bintik hitam pada buah yang muncul seiring waktu? Kedua fenomena ini memiliki penyebab yang sama, yaitu pencoklatan enzimatik. Pencoklatan ini dipicu oleh enzim polifenol oksidase (PPO). Buah apel merupakan salah satu buah yang mudah mengalami perubahan warna menjadi coklat setelah dipotong. Hal ini disebabkan oleh proses oksidasi yang terjadi pada permukaan buah. Browning atau pencoklatan ini menjadi salah satu kelemahan karena memiliki dampak signifikan terhadap nilai jual sehingga mengurangi estetika dan mempengaruhi rasa serta tekstur, hal ini menyebabkan penurunan nilai jual karena konsumen lebih memilih buah yang segar dan menarik. Oksidasi adalah reaksi kimia yang melibatkan pelepasan elektron dari suatu atom atau molekul. Pada buah apel, enzim polifenol oksidase (PPO) bereaksi dengan senyawa fenolik di dalam buah ketika terpapar oksigen. Reaksi ini menghasilkan melanin, pigmen berwarna coklat yang menyebabkan perubahan warna pada permukaan buah. Selain PPO, enzim yang menyebabkan reaksi pencoklatan enzimatis adalah oksidase yang disebut fenolase, fenoloksidase, tirosinase, polifenolase, atau katekolase. Faktor yang mempercepat browning:  Kecepatan browning pada buah apel potong dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti: Suhu: Suhu yang hangat mempercepat proses oksidasi. Kadar oksigen: Semakin tinggi kadar oksigen, semakin cepat browning terjadi. Varietas apel: Beberapa varietas apel lebih mudah mengalami browning dibandingkan varietas lainnya. Solusi untuk mencegah browning: Cara untuk mengurangi perubahan warna menjadi coklat dapat dilakukan dengan merendam buah atau sayuran dalam larutan yang mengandung sulfit, asam askorbat, asam sitrat, dan garam. Rendaman ini bertujuan untuk menghambat interaksi antara enzim polifenolase, oksigen, dan senyawa polifenol yang bertanggung jawab atas perubahan warna coklat pada buah dan sayuran. Penggunaan antioksidan melalui perendaman setelah pengupasan dan pemotongan merupakan cara yang umum dalam mengendalikan perubahan warna coklat pada buah dan sayuran. Asam askorbat merupakan salah satu bahan antioksidan yang sering digunakan untuk mencegah perubahan warna coklat. Selain penggunaan antioksidan penyimpanan dalam wadah kedap udara, penggunaan gas inert, dan modifikasi atmosfer dapat dilakukan untuk memperlambat atau pencegah terjadinya proses browning. Referensi: Purwanto, et al. 2016. Penggunaan Asam Askorbat dan Lidah Buaya untuk Menghambat Pencoklatan pada Buah Potong Apel Malang. Jurnal Keteknikan Pertanian. 4(2):203-210

PEYEBAB BROWNING ENZIMATIS PADA BUAH Read More »

Merajut Relasi, Menjalin Silaturahmi:

STUDI BANDING HMTP ITTP X HMPS Agribisnis UMP Purwokerto, 24 Maret 2024 – Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) ITTP dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Agribisnis (HMPSAgri) UMP menyelenggarakan kegiatan studi banding pada hari Minggu, 24 Maret 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk saling bertukar informasi dan pengetahuan, serta mempererat hubungan antara kedua himpunan. Kegiatan studi banding diawali dengan kunjungan pengurus HMTP dari Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) menuju ke Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Setelah tiba di kampus UMP, kedua himpunan mengadakan acara pembukaan. Alif hafizhi sebagai ketua HMTP memberikan sambutan “Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja HMTP dan HMPSArgri yang bertujuan untuk menjalin kerjasama dan meningkatkan kualitas organisasi. Pada kesempatan ini, kami ingin saling belajar dari pengalaman HMTP dan HMPSArgi dalam mengelola organisasi dan melaksanakan program kerja. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk menjalin persahabatan dan kerjasama antar organisasi mahasiswa di bidang teknologi pangan dan agribisnis. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi semua peserta”. Setelah proses pembukaan selesai, kedua himpunan saling mempresentasikan program kerja (PROKER) selama satu periode. Melalui pemaparan materi, dilakukanlah Forum Group Disscusion (FGD) antar divisi yang selaras dari kedua himpunan untuk saling berbagi informasi, permasalahan, dan solusi yang dihadapi dalam pengelolaan organisasi. Setelah diskusi kelompok, HMTP dan HMPSAgri mengadakan kegiatan pembagian takjil. Jumlah pengurus yang mengikuti kegiatan studi banding ini mencapai 57 orang, sehingga pembagian takjil dibagi menjadi dua jalur berbeda dengan tujuan akhir yang sama, yaitu di ITTP. Sesampainya di kampus IT Telkom Purwokerto, kedua HIMA melaksanakan buka bersama di Gedung Rektorat lantai 2. Acara studi banding HMTP dan HMPSAgri ditutup dengan sambutan dari kedua Ketua Himpunan dan diakhiri dengan saling bersalaman Studi banding ini diharapkan membawa manfaat bagi HMTP ITTP dan HMPSAgri UMP dengan peningkatan pengetahuan, pengelolaan organisasi yang lebih baik, kerjasama dan jaringan yang luas, serta motivasi dan semangat anggota. Dengan demikian, diharapkan kedua organisasi tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi anggotanya.

Merajut Relasi, Menjalin Silaturahmi: Read More »

PENGALAMAN MANIS: MAHASISWA DAN DOSEN TEKNOLOGI PANGAN MELAKUKAN KUNJUNGAN INDUSTRI KE COKLAT MONGGO  

Mahasiswa bersama dosen Teknologi Pangan melakukan kunjungan industri ke coklat monggo Jogjakarta, kamis 21 Maret 2024. Dalam kegiatan tersebut para mahasiswa dan dosen mendapatkan pemahaman terkait sejarah didirikannya coklat monggo. Selain itu, dijelasakan bagaimana proses pengolahan coklat monggo dari mulai fermentasi biji kakao, sortasi, roasting, grinding, pengepresan, lalu dihasilkan 2 cocoa butter dan cocoa mass. Cocoa butter yang dihasilkan merupakan hasil yang nantinya ditambahkan berbagai tambahan kondimen dan jadi coklat yang dipasarkan setelah distempering dan dikemas. Disampaikan juga bahwa produksi coklat monggo tidak menggunakan campuran cocoa butter substitute atau lemak nabati sehingga coklat monggo tersebut murni coklat dan hal tersebut menjadi keunggulan coklat monggo. Keunggulan lainnya adalah varian rasanya yang sangat beragam dan jarang ditemukan dicoklat lainnya. Selain dijelaskan pembuatan dan keunggulannya, mahasiswa dan dosen diajak mengunjungi museum coklat dan diajak mencetak coklat dengan berbagai bentuk. Kunjungan industri yang dilakukan bertujuan mengenalkan produk UMKM yang dapat bersaing dengan industri coklat besar serta memberikan edukasi tentang pembuatan coklat monggo.

PENGALAMAN MANIS: MAHASISWA DAN DOSEN TEKNOLOGI PANGAN MELAKUKAN KUNJUNGAN INDUSTRI KE COKLAT MONGGO   Read More »

HIMPUNAN MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN GELAR BAKTI SOSIAL DALAM PERINGATAN DIESNATALIS KE-2

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan telah melaksanakan kegiatan bakti sosial pada tanggal 24 Maret 2024 yang dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB – 17.00 WIB menjelang buka puasa. Kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu rangkaian diesnatalis ke-2 Teknologi Pangan. Bakti sosial dilakukan dengan membagikan kurang lebih 150 takjil kepada warga yang melintas sepanjang arah Merci dan sepanjang arah Margono, Purwokerto. Kegiatan bakti sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian HIMA terhadap masyarakat. Melalui bakti sosial yang dilakukan, para pengurus HIMA berharap dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan sesama, sekaligus mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan empati mahasiswa. Setelah dilakukannya bakti sosial, pengurus hima menuju area kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto tepatnya pada selasar rektorat lantai 2 untuk melakukan buka bersama.

HIMPUNAN MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN GELAR BAKTI SOSIAL DALAM PERINGATAN DIESNATALIS KE-2 Read More »

KUNJUNGAN INDUSTRI KE AGRADAYA, MAHASISWA DAN DOSEN TEKNOLOGI PANGAN KENALI REMPAH-REMPAH INDONESIA

Kunjungan industri merupakan suatu kegiatan yang diharapkan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Kunjungan industri ke Agradaya pada hari kamis, 21 Maret 2024 dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Teknologi Pangan. Agradaya merupakan UMKM yang memproduksi rempah-rempah khusunya tanaman biofarmasi yang berkolaborasi dengan petani-petani. Dalam kunjungan tersebut mahasiswa dan para dosen dijelaskan proses pengolahan rempah dari pemanenan dan pengeringannya. Pemanenan perlu dilakuakan disuhu yang sesuai agar tidak timbul toksin Aspergilus flavus yang dapat menyebabkan produk rempah dikembalikan karena jumlah toksin yang melebihi batas. Kemudian proses pengeringan yang dilakukan bertujuan untuk menentukan kualitas produk akhir rempah sehingga perlu hati-hati dalam pengeringan agar komponen bioaktifnya tidak rusak akibat panas. Mahasiswa dan para dosen diajak untuk meninjau tempat pengeringan dan cara membungkus rempah-rempah tersebut. Agradaya juga dapat dijadikan sebagai tempat magang bagi yang tertarik.

KUNJUNGAN INDUSTRI KE AGRADAYA, MAHASISWA DAN DOSEN TEKNOLOGI PANGAN KENALI REMPAH-REMPAH INDONESIA Read More »

SERAH TERIMA JABATAN PENGURUS HMTP 2024/2025

Serah Terima Jabatan (Sertijab) Himpunan Mahasiswa merupakan sebuah proses penyerahan tanggung jawab dan pengukuhan kepengurusan baru dalam organisasi kemahasiswaan, khususnya himpunan mahasiswa. Acara ini menandai akhir masa jabatan pengurus lama dan mulai berlakunya masa jabatan pengurus baru. Tujuan diadakanya serah terima jabatan yaitu untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, menjaga kelangsungan organisasi dengan memastikan transisi yang mulus, memperkenalkan pengurus baru, dan menyusun program kerja pengurus baru. Serah terima jabatan HMTP periode 2024/2025 yang dilaksanakan pada hari minggu 25 Februari 2024 merupakan re-organisasi pengurs HMTP yang ke-dua. Setelah dilakukan pemilihan raya pada tanggal 23 Januari 2024, Alif Hafizhi dan Muhammad Tata Awaludin terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua HMTP periode 2024/2025 seteleh melalui rangkaian pemilihan. Kedua pemimpin baru ini dipilih oleh anggota HMTP sebagai wakil mereka untuk mengemban tanggung jawab besar dalam mengarahkan dan mengelola organisasi demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan visi dan misi mereka.   VISI DAN MISI HIMPUNAN MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN 2024 – 2025 VISI Menjadikan HMTP ITTP sebagai wadah komunikasi dan aspirasi sehingga terbentuknya SDM yang berkompeten dan berkualitas serta ruang berkembang di bidang akademik maupun non akademik dengan alur yang adaptif, inovatif dan solutif.   MISI Menjadikan HMTP yang S.I.N.G.K.A.T. (Solidaritas, Inovasi, Nusantara, Gaya, Kreativitas, Akrab, Tuntas) Menjadikan HMTP sebagai lingkungan yang aman dan tentram dalam menjalankan program kerja selama satu periode kepengurusan Membangun hubungan dan kerja sama yang baik dengan pihak Internal dan Eksternal Setelah dilakukanya acara sertijab ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi anggota untuk terus berkontribusi dalam kemajuan organisasi, terwujudnya pencapaian prestasi mahasiswa teknologi pangan, meningkatkan kualitas program kerja yang diselenggarakan oleh HMTP, dan sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan diri bagi mahasiswa teknologi pangan,

SERAH TERIMA JABATAN PENGURUS HMTP 2024/2025 Read More »

SEMINAR NASIONAL : PELUANG DAN TANTANGAN PENGOLAHAN KOPI DAN CACAO DI ERA MODERN

Dalam rangka memeriahkan rangkaian acara Dies Natalis Prodi Teknologi Pangan yang ke-2, sebuah seminar nasional menjadi puncak acara yang meriah dan penuh makna. Acara ini diikuti oleh para mahasiswa teknologi pangan ITTP dan terbuka untuk umum. Mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Pengolahan Kopi dan Cacao di Era Modern”, seminar ini menghadirkan narasumber ternama, yaitu Pak Noor Ariefandi Febrianto, Ph.D. seorang peneliti pasca panen dari Pusat Penelitian Kopi Kakao Indonesia (Puslitkoka). Pak Noor Ariefandi Febrianto, Ph.D. merupakan seorang pakar teknologi pascapanen yang memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun. Dedikasi beliau di bidang ini dibuktikan dengan keahliannya dalam penerbitan laporan penelitian dan jurnal ilmiah, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris di jurnal Q1 dan Q2 ternama. Beliau menempuh pendidikan Ph.D in Food Science di University of Auckland. Sejak 2013 hingga sekarang Pak Noor Ariefandi Febrianto, Ph.D bekerja di PT Riset Perkebunan Nusartara sebagai Post-harvest researcher dan Rivewer di berbagai jurnal Q1 dan Q2 Dengan keahlianmya yang luas, dalam seminar tersebut beliau membagikan wawasannya seperti sejarah kopi dan kakao didunia, proses pengolahan kopi dan kakao yang masih belum banyak orang ketahui hingga berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi industri kopi dan kakao di era modern. Antusiasme peserta seminar sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terjalin. Lebih dari sekadar menambah pengetahuan, seminar ini menjadi titik awal yang membangkitkan semangat dan optimisme baru bagi para calon inovator di bidang teknologi pangan. Seminar ini membangkitkan semangat kewirausahaan dan tekad untuk terus belajar dan berinovasi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri kopi dan kakao di Indonesia. Para mahasiswa teknologi pangan kini memiliki bekal ilmu, membuka peluang baru, dan inspirasi untuk menjadi pelopor kemajuan industri kopi dan kakao.

SEMINAR NASIONAL : PELUANG DAN TANTANGAN PENGOLAHAN KOPI DAN CACAO DI ERA MODERN Read More »

LEBIH DEKAT DENGAN KEFIR

Kefir merupakan minuman fermentasi yang berasal dari pegunungan Kaukasus di Rusia, dimana minuman ini telah dinikmati selama berabad-abad. Kata “kefir” sendiri berasal dari bahasa Turki “keif” yang berarti “perasaan senang”, mencerminkan efek positif yang dirasakan oleh para pengkonsumsinya. Popularitas kefir tidak hanya terbatas di Kaukasus. Di negara-negara seperti Rusia, Hungaria, dan Polandia, kefir telah menjadi minuman yang sangat populer dan telah dikonsumsi sejak ribuan tahun yang lalu. Di Indonesia, kefir mulai dikenal dan digemari dalam beberapa tahun terakhir karena manfaatnya bagi kesehatan. Kefir merupakan minuman fermentasi yang kaya manfaat dan dapat dibuat dari berbagai jenis susu, termasuk susu kambing. Susu kambing memiliki kandungan gizi yang lengkap, namun aromanya yang khas (goaty flavour) seringkali menjadi alasan orang enggan mengkonsumsinya. Pengolahan susu menjadi kefir merupakan solusi untuk meningkatkan nilai nutrisi dan menghilangkan aroma prengus tersebut. Proses fermentasi menghasilkan probiotik, vitamin, mineral, dan asam amino yang bermanfaat bagi kesehatan. Jika yoghurt hanya menggunakan bakteri dalam proses fermentasinya, berbeda dengan kefir Dimana proses fermentasinya mengunakan grain atau biji kefir yang mengandung ragi, zat polisakarida, dan bakteri asam laktat. Proses fermentasi dilakukan selama 24 jam pada suhu 30oC sehingga menghasilkan minuman yang kaya akan probiotik, vitamin, mineral, dan asam amino. Probiotik dalam kefir membantu menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan melawan berbagai penyakit. Kefir memiliki rasa sedikit asam dengan kekentalan yang lebih rendah dari yoghurt. Berikut beberapa manfaat kefir: Meningkatkan kesehatan pencernaan: Probiotik dalam kefir membantu menyeimbangkan mikroflora usus, meningkatkan pencernaan, dan meredakan masalah pencernaan seperti sembelit, diare, dan perut kembung. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Kefir membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan melawan bakteri dan virus berbahaya. Mencegah osteoporosis: Kefir kaya akan kalsium dan vitamin K, yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Membantu menurunkan berat badan: Kefir dapat membantu menurunkan berat badan karena rendah kalori dan lemak, dan kaya akan protein yang membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Meningkatkan kesehatan kulit: Kefir membantu meningkatkan kesehatan kulit dengan melawan jerawat dan eczema. Referensi: Kinteki G.A, Rizqiati H, dan Hintono A,. 2019. Pengaruh Lama Fermentasi Kefir Susu Kambing Terhadap Mutu Hedonik, Total Bakteri Asam Laktat (BAL), Total Khamir, dan pH. Jurnal Teknologi Pangan. 3(1):42-50

LEBIH DEKAT DENGAN KEFIR Read More »

SINGKONG MENGANDUNG SIANIDA, APAKAH BERBAHAYA?

Ubi kayu atau singkong dengan nama latin Manihot escullenta merupakan tanaman yang mengandung kadar karbohidrat tinggi. Selain mengandung karbohidrat tinggi singkong juga memiliki 161 kalori, air sekitar 60%, pati 25-30%, protein, mineral, serat, kalsium, dan fosfat. Meskipun memiliki kandungan karbohidrat dan gizi yang berguna bagi tubuh, singkong juga mengandung senyawa glukosida sianogenik yang bersifat toksik dan dapat membentuk asam sianida. Kadar sianida dapat menyebabkan keracunan bahkan kematian apabila kadarnya berkisar 50-100 mg dan apabila dikonsumsi terus menerus akan memicu timbulnya masalah kesehatan, seperti neuropati dan kretinisme. Kadar sianida pada singkong bervariasi sekitar 70 mg-400 mg/kg. Kadar tersebut dikatakan tinggi dan perlu proses pengolahan yang benar agar kandungan sianidanya berkurang. Sianida dapat diturunkan atau dikurangi kadarnya dengan cara pencucian atau perendaman. Cara tersebut dapat menyebabkan sianida larut dan ikut terbuang dengan air karena sianida memiliki sifat mudah larut dan menguap. Penambahan NaCl pada proses perendaman singkong dapat mengurangi kadar sianida lebih banyak dibandingkan dengan perendaman yang hanya menggunakan air. NaCl memiliki kemampuan mengikat molekul CN dengan natrium klorida yang membuat kadar asam sianida pada singkong ikut terbuang bersama dengan air rendaman, sehingga dapat dinyatakan bahwa larutan NaCl lebih efektif menarik keluarnya asam sianida pada singkong. Selain direndam, mengurangi kadar sianida dapat dilakukan dengan diiris kemudian dilakukan perebusan. Proses perebusan tersebut dapat mengurangi kadar sianida hingga 50%. Referensi: N., A. & Apriantari, A., 2021. Uji Kadar Asam Sianida Pada Ubi Kayu Dengan Perendaman NaCl dan NaHCO3 Metode Spektrofotometri. Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, XVIII(2), pp. 138-145.

SINGKONG MENGANDUNG SIANIDA, APAKAH BERBAHAYA? Read More »

MENGENAL MARBLING PADA DAGING SAPI

Daging sapi merupakan sumber protein hewani yang sering dikonsumsi masyarakat. Masyarakat sering melihat visual daging sebagai parameter penentu kualitas daging. Untuk menentukan kualitas daging dapat dinilai dari empat ciri utama seperti luasan lemak seperti berapa banyak bagian lemak yang terkandung pada setiap daging sapi (marbling score), warna daging, warna lemak dan kerapatan daging. Parameter yang sering digunakan dalam menentukan kualitas daging adalah skor marbling atau bisa disebut luasan lemak pada daging sapi. Marbling merupakan sebuah istilah untuk lemak yang terdapat dalam otot daging yang terlihat berwarna putih dan biasanya menyebar pada potongan daging. Marbling pada daging terdapat 3 level yaitu: 1. Marbling halus, adalah Otot tanpa lemak memiliki frekuensi tinggi kurus bahkan gemuk. Bintik-bintik halus ini meleleh saat daging dimasak, menambahkan rasa krim yang enak. Biasanya terdapat pada sapi kobe dan wagyu 2. Marbling sederhana, adalah marbling dengan lemak yang semakin tidak merata 3. Marbling kasar, adalah marbling yang memiliki banyak lemak intramuskular yang tidak merata Marbling memiliki pengaruh pada kualitas daging terutama pada kelembutan (tenderness), kebasahan (juiciness), dan rasa yang khas pada daging. Hal itu dikarenakan saat daging sapi dimasak, lemak intramuskular akan meleleh dan memberikan kelembutan pada daging. Marbling pada sapi dipengaruhi oleh faktor keturunan, jenis sapi seperti angus, kobe, dan wagyu yang memiliki kategori sapi berkualitas tinggi dan tingkat marbling tinggi. daging dari jenis sapi tersebut dikatakan memiliki marbling yang bagus karena rasa dagingnya yang lebih enak serta sensasi sensori yang lebih juicy ketika berada di mulut. Usia sapi juga merupakan faktor marbling karena sapi muda cenderung menghasilkan lebih banyak lemak intramuskular dan kualitas marblingnya lebih baik dari sapi yang memiliki usia lebih tua. Pakan yang diberikan pada sapi juga mempengaruhi tingkat marbling. Referensi : Al-Jabbar, H. M., Fitriyah, H. & Maulana, R., 2021. Sistem Klasifikasi Kesegaran Daging Sapi berdasarkan Citra menggunakan Metode Naïve Bayes berbasis Raspberry Pi. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, V(4), pp. 1646-1653.

MENGENAL MARBLING PADA DAGING SAPI Read More »

REAKSI MAILLARD, APA PENYEBABNYA?

Reaksi maillard adalah reaksi antara gula pereduksi dengan asam amino dengan adanya pemanasan. Reaksi maillard dapat digolongkan sebagai reaksi pencoklatan non-enzimatik. Suhu optimal untuk reaksi ini berkisar antara 140oC hingga 165oC. Reaksi maillard berkaitan dengan pembentukan citarasa dan warna pada olahan-olahan bahan pangan. Reaksi maillard menghasilkan beberapa senyawa berupa oksigen heterosiklik, nitrogen heterosiklik bersulfur, dan nitrogen heterosiklik. Pembentukan senyawa-senyawa tersebut dipengaruhi oleh gula pereduksi, jenis asam amino, rasio antara gula pereduksi dengan asam amino, suhu, pH, kadar air, dan aktivitas air. Apabila terjadi peningkatan suhu maka laju reaksi maillard juga akan meningkat. Contoh reaksi maillard adalah terbentuknya warna coklat pada roti panggang karena oksidasi lipida dan interaksi antara asam amino dengan produk oksidasi lipida. Akumulasi pigmen berwarna coklat merupakan indikasi yang menunjukkan terjadinya reaksi maillard pada makanan yang mengandung protein dan karbohidrat. Contoh lainnya adalah pembetntukan caramel dari gula dan susu, perubahan warna pada daging yang dipanggang, dan perubahan warna selama pembuatan susu kental manis. Reaksi Maillard selain menyebabkan pencoklatan juga mempengaruhi flavor, tekstur, dan rasa dari makanan melalui protein cross linking, dan degradasi Strecker. Terdapat tiga tahapan dalam reaksi maillard, yaitu: Pembentukan glikosilamin Senyawa glikosilamin mengalami dehidrasi menjadi turunan furan, redukton, dan senyawa karbonil lainnya Perubahan furan dan karbonil menjadi senyawa citarasa dan warna Reaksi maillard memiliki beberapa dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Proses pemasakan pada suhu tinggi yang menghasilkan reaksi maillard dapat merusak beberapa zat gizi seperti protein dan vitamin karena protein dan vitamin mudah mengalami kerusakan pada suhu panas sehingga nilai gizinya menurun. Selain itu, makanan yang dibakar terdapat permukaan yang menghitam atau agak gosong yang berbahaya bagi kesehatan manusia karena menimbulkan zat toksik yang bersifat karsinogenik. Zat toksik tersebut jika dikonsumsi akan memicu reaksi radikal bebas dan menyebabkan kanker. Referensi:Hustiany, R., 2016. Reaksi Maillard Pembentuk Citarasa dan Warna Pada Produk Pangan. 1st ed. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.

REAKSI MAILLARD, APA PENYEBABNYA? Read More »

PROSES PASTEURISASI PADA SUSU

Susu merupakan salah satu protein hewani yang bernilai gizi tinggi, kandungan dan komposisi gizinya hampir sempurna. Susu memiliki tingkat peminat yang tinggi terutama bagi bayi. Namun, susu memiliki kekurangan yaitu mudah rusak. Kandungan yang terdapat dalam susu sangat disukai oleh mikroorganisme terutama mikroorganisme pembusuk sehingga mudah basi. Salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan susu adalah dengan perlakuan pemanasan sedang atau pasteurisasi. Pasteurisasi adalah cara memperpanjang umur simpan susu melalui pemanasan pada suhu tertentu dibawah titik didih susu dan hasil produk olahannya masih mempunyai bentuk dan rasa seperti susu segar. Keberhasilan memperpanjang umur simpan susu yang telah dipasteuriasi akan berhasil apabila susu pasteurisasi tersebut disimpan pada suhu dibawah 10˚C. Tujuan pasteurisasi selain untuk memperpanjang umur simpan adalah untuk membunuh bakteri patogen dan non patogen serta meningkatkan mutu susu. Selain itu, proses pasteurisasi dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit akibat bakteri jahat. Proses pasteurisasi terhadap susu dengan perlakuan pemanasan sedang, dapat membunuh sebagian bakteri yang ada di dalamnya. Proses pasteurisasi susu bermanfaat secara ekonomis bagi peternak sapi perah, antara lain: harga ekonomis susu pasteurisasi lebih tinggi daripada susu tanpa pasteurisasi dan daya tahan susu yang lama memungkinkan susu disimpan (tidak perlu dibuang apabila susu tidak dikonsumsi). Terdapat 3 macam pasteurisasi yaitu: Low Temperature Long Time, pemanasan dilakukan pada suhu 62-65 ˚C selama 30 menit-1 jam High Temperature Short Time, pemanasan dilakukan dengan suhu 85-95 ˚C selama 1-2 menit Ultra High Temperature, pemanasan dilakukan pada suhu 135-145 ˚C selama ± 5 detik dan langsung dilakukan proses pendinginan Referensi:Triwidyastuti, Y., Nizar, M., H. & Jusak, J., 2019. Pengendali Suhu Pada Proses Pasteurisasi Susu Dengan Menggunakan Metode Pid dan Metode Fuzzy Sugeno. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, VI(4), pp. 355-362.

PROSES PASTEURISASI PADA SUSU Read More »

APA ITU HIGH HYDROSTATIC PRESSURE (HHP)?

High Hydrostatic Pressure (HHP) merupakan teknologi untuk pengawetan dan sterilisasi produk pangan secara non-thermal yang relatif baru, produk pangan yang sudah dikemas dalam kemasan yang fleksibel dan kedap air diproses dibawah tekanan hidrostatik tinggi yang disalurkan oleh air sehingga menghilangkan beberapa mikroorganisme. High Hydrostatic Pressure (HHP) memiliki 2 prinsip kerja yaitu, isobar dan pascal. Isobar adalah prinsip kerja HHP menggunakan proses termodinamika dimana ketika suhu dan volume berbeda, tekanan akan tetap. Sedangankan pascal adalah prinsip kerja yang memiliki keterkaitan antara tekanan oleh zat cair dalam ruangan tertutup, kenaikan tekanan pada permukaan fluida harus diteruskan ke segala arah fluida arah tersebut. Penggunaan HHP ini memiliki beberapa tujuan, seperti: memperpanjang umur simpan, mempertahankan sifat sensorik, mempertahankan atau meningkatkan zat gizi, dan meningkatkan keamanan produk pangan. Penggunaan High Hydrostatic Pressure (HHP) memiliki keuntungan sebagai berikut: 1. Tidak meninggalkan residu 2. Aman untuk pekerja 3. Menggunakan energi yang sangat rendah 4. Dapat diterima oleh konsumen dan pengecer 5. Tidak menghasilkan senyawa kimia baru Produk pangan yang sudah dikemas, diletakkan dalam bejana bertekanan khusus, ditutup dan diisi dengan air. Sebuah pompa yang dihubungkan ke dalam bejana memberi tekanan pada air yaitu tekanan hidrostatik. Tekanan tersebut kemudian disalurkan ke produk pangan melalui air. Tekanan isostatik yang diterapkan pada produk pangan ditransfer dengan cepat dan didistribusikan secara merata. Perlakuan HHP tidak ditentukan oleh bentuk atau luasnya produk pangan tersebut karena tekanannya seragam, maka bentuknya tidak terpengaruh dan tidak ada hasil pecah yang jelas pada kemasan produk pangan. Tekanan dilakukan beberapa detik hingga 20 menit. Setelah wakktu interval yang ditetapkan selesai, tekanan akan dikurangi dan makanan dapat dikeluarkan. Karena menggunakan tekanan tinggi, maka tidak semua jenis produk pangan dapat dilakukan HHP. Pada makanan yang padat namun terdapat udara seperti roti tidak dpat dilakukan HHP. Begitu juga pada produk yang dikemas menggunakan kemasan kaku dan tidak fleksibel seperti makanan kaleng. Selain itu, pada produk pangan yang memiliki kadar air rendah juga tidak dapat dilakukan HHP seperti bumbu dan buah-buahan kering. Produk pangan yang dapat dilakukan High Hydrostatic Pressure (HHP) yaitu: 1. Keju 2. Makanan Laut 3. Produk yang diasinkan 4. Saus 5. Selai 6. Makanan cair dalam kemasan fleksibel 7. Produk susu 8. Jus-jus buah Referensi : Meloni, D., 2019. Review High-Hydrostatic-Pressure (HHP) Processing Technology as a Novel Control Method for Listeria monocytogenes Occurrence in Mediterranean-Style Dry-Fermented Sausages. Foods, VIII(12), pp. 1-20.

APA ITU HIGH HYDROSTATIC PRESSURE (HHP)? Read More »

METODE PENGAWETAN BAHAN PANGAN, IRADIASI

Iradiasi pada bahan pangan merupakan suatu metode penyinaran menggunakan zat radioaktif ataupun akselerator. Iradiasi dilakukan untuk mencegah pembusukan, kerusakan pada bahan pangan, dan membunuh patogen. Proses tersebut dilakukan dengan mengenai bahan pangan dengan sumber iradiasi yang menyebabkan terjadinya eksitasi dan ionisasi sehingga menghambat sintesis DNA makhluk hidup. Iradiasi, aman bagi bahan pangan karena telah disetujui oleh ± 50 negara di dunia dan sudah diterapakan secara komersial di USA, Jepang, dan beberapa negara Eropa dalam waktu yang cukup lama. Selain itu, proses iradiasi mampu menjaga nutrisi, kesegaran, dan sifat sensori bahan pangan karena iradiasi tidak menerapkan suhu tinggi sehingga kualitas produk bisa dipertahankan. Teknologi iradiasi bahan pangan merupakan green technology yaitu tidak menggunakan bahan kimia dan penggunaanya tidak menghasilkan polusi. Teknologi iradiasi dapat dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam dunia pangan yang sejalan dengan tantangan peningkatan jumlah populasi manusia dan terbatasnya lahan pertanian serta isu globalisasi dan perdagangan internasional yang membutuhkan keamanan dan ketahanan pangan yang baik. Adapun sumber radiasi yang digunakan selama proses pengawetan bahan pangan seperti Cs-137 dan Co-60 yang dapat menghasilkan sinar gamma, mesin berkas elektron dan mesin generator sinar-X. Residu zat radioaktif tidak terjadi pada bahan pangan yang diiradiasi, karena selama proses berlangsung sumber radiasi terkungkung rapat di dalam kapsul yang berlapis sehingga tidak terjadi kontak langsung antara bahan pangan yang diiradiasi dengan sumber radiasi. Referensi : Asiah, N., Kusaumantara, K. N. & Annisa, A. N., 2019. Iradiasi Bahan Pangan: Antara Peluang dan Tantangan untuk Optimalisasi Aplikasinya. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi, XV(1), pp. 25-36. Santosa, S., Khotimah, K., Yasmine, H. & S., 2020. Konsep Penerapan SNI 8352:2017 Proses Radiasi-Pangan Siap Saji Dosis Tinggi (10 Kgy < Dosis ≤ 65 kGy) Untuk Produk Pangan Olahan Siap Saji Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Tangerang Selatan, Prosiding PPIS.

METODE PENGAWETAN BAHAN PANGAN, IRADIASI Read More »

BERAS ANALOG

Keterbatasan lahan untuk menanam padi menjadi hambatan utama, mengakibatkan penurunan produksi beras sementara permintaan terus meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat permintaan beras mencapai 30 juta ton dengan pertumbuhan 1,71% per tahun. Sementara itu, luas total sawah mengalami penurunan karena pembangunan infrastruktur, tidak hanya di perkotaan tetapi juga di perdesaan. Dari permasalahan tersebut, penting dilakukan diversifikasi pangan. Salah satu hasil diversifikasi pangan yaitu beras analog. Beras analog merupakan produk hasil pengolahan yang berbentuk seperti butiran beras, dan dapat diproduksi menggunakan tepung non-beras sebagai bahan utamanya, dengan menerapkan teknologi ekstrusi. Teknologi ekstrusi adalah suatu proses di mana bahan-bahan dicampur di bawah pengaruh kondisi operasi campuran dan dipanaskan dengan suhu tinggi. Penggunaan beras analog sebagai produk diversifikasi pangan bisa menjadi alternatif konsumsi sebagaimana nasi dari beras padi. Memanfaatkan bahan lokal sebagai sumber karbohidrat dapat menghasilkan beras analog dengan nilai gizi yang lebih baik, tidak kalah dengan beras konvensional. Keunggulan beras analog : 1. Kandungan gizi yang lebih lengkap 2. Indeks glikemik yang rendah 3. Tekstur dan aroma yang menarik 4. Kadar lemak yang rendah 5. Kandungan serta yang tinggi 6. Praktis dalam memasak 7. Penggunaan air yang sedikit 8. Modifikasi gizi sesuai kebutuhan 9. Produksi massal dengan kearifan lokal 10. Reduksi impor beras Beberapa contoh beras analog menggunakan : 1. Nasi Jagung: Nasi jagung terbuat dari jagung yang digiling hingga menyerupai nasi, memberikan variasi rasa dan juga manfaat kesehatan kandungan serat dan nutrisi jagung. 2. Nasi Umbi-umbian: Nasi analog dari umbi-umbian seperti singkong atau ubi jalar memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah daripada nasi beras biasa. 3. Nasi Sorghum: Nasi sorghum terbuat dari biji-bijian sorghum yang tumbuh baik di beberapa wilayah Indonesia. Nasi sorgum memiliki keunggulan nutrisi tertentu setelah diolah menjadi nasi analog. 4. Nasi Ganyong: Nasi ganyong menyajikan nasi analog yasng dihasilkan dari olahan umbi ganyong dengan karakteristik yang menyerupai nasi. Referensi : Satrijo Saloko et al,. 2020. Inovasi Teknologi Beras Sehat Analog Fungsional Untuk Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal PEPADU. 1(2). PP.157-165

BERAS ANALOG Read More »

DAUN KELOR

SI PENCEGAH STUNTING Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan fungsional masih kurang dikenal oleh sebagian besar masyarakat. Sebelumnya, daun kelor lebih umum digunakan sebagai sayuran dalam berbagai masakan. Padahal, daun kelor memiliki kandungan nutrisi yang sangat kaya, termasuk kalsium, zat besi, protein, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Ketidak cukupan gizi seringkali menjadi penyebab stunting, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Dengan mengintegrasikan daun kelor ke dalam pola makan sehari-hari, terutama pada kelompok usia anak-anak, dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal. Pemberian daun kelor sebagai suplemen gizi dapat menjadi asyara proaktif dalam mengatasi masalah stunting dan meningkatkan asyaraka anak-anak. Beberapa negara seperti Afrika dan Asia telah lama memanfaatkan daun kelor sebagai suplemen gizi yang sangat bermanfaat, terutama untuk ibu hamil dan anak-anak dalam masa pertumbuhan. Kesadaran akan manfaat nutrisi dari daun kelor semakin berkembang, dan semakin banyak pihak yang mulai menggali potensi penuh daun kelor sebagai bahan pangan fungsional untuk meningkatkan asupan gizi dalam asyarakat. Daun kelor dapat dijadikan olahan tinggi zat besi, seperti cookies daun kelor sebagai pangan fungsional pencegah stunting pada anak. Berikut langkah-langkah pembuatanya : 1. Siapkan mangkuk, lalu tuangkan margarin yang telah dilelehkan, kuning telur, dan gula halus. Aduk hingga rata. 2. Campurkan bahan lainnya, lalu aduk hingga adonan berwarna hijau dan dapat dibentuk 3. Timbang adonan cookies seberat 3-4 gram, kemudian cetak dengan menggunakan cookies cutter dan susun di atas loyang yang telah diolesi margarin. 4. Panggang adonan dalam oven dengan suhu 190°C selama 12 menit. 5. Angkat dan dinginkan sejenak. Cookies dapat dikreasikan sesuai selera dan siap disajikan. Referensi : R.Flora, et al. 2022. Pemanfaatan Tanaman Lokal Sebagai Pangan Fungsional Bagi Balita Stunting. Prosiding Seminar Nasional. 14(1). Pp.1-5

DAUN KELOR Read More »

DANGKE

KEJU KHAS SULAWESI SELATAN Keju dangke merupaka makanan yang sering dihidangkan sebagai lauk pauk khas dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Keju dangke menampilkan karakteristik unik dengan warna wakra putih kekuningan, bentuk oval, tekstur yang padat dan kenyal, aroma susu yang khas, serta cita rasa yang gurih. Meskipun keju dangke memiliki keunikan tersendiri, namun perlu diperhatikan bahwa produk ini memiliki umur simpan yang relatif singkat. Hal ini disebabkan oleh kandungan air yang cukup tinggi, berkisar antara 49,3% hingga 62,4%. Meskipun demikian, kelebihan dalam karakteristik dan rasa membuat keju dangke tetap menjadi sebuah kuliner yang memikat para penikmatnya di Kabupaten Enrekang. Proses pembuatan keju dangke masih dilakukan secara tradisional yaitu dengan cara pemanasan susu yang ditambahkan getah papaya sebagai enzim penggumpalan (koagulasi). Proses pengunggumpalan ini akan menyebabkan terjadinya pembentukan 2 fase, yaitu curd (padatan) dan whey (cairan). Setelah terjadi penggumpalan kemudian dilakukan penyaringan dengan menggunakan tempurung kelapa sekaligus sebagai alat pencetak dangke. Tahap terakhir yaitu pembungkusan dengan menggunakan daun pisang. Bentuk dangke dan pembungkus daun pisang menjadi ciri khas dari produk dangke oleh masyarakat Enrekang. Berdasarkan cara pengolahan dan karakteristiknya, dangke termasuk kedalam golongan keju segar (fresh cheese) tanpa pemeraman. Keju segar merupakan produk susu yang memiliki pH mendekati netral, kadar air dan aktivitasi air yang cukup tinggi membuat mikroorganisme pembusuk dapat tumbuh sehingga mengurangi umur simpan dari keju dangke Dalam proses pembuatan keju dangke, enzim papain yang berasal dari getah papaya digunakan sebagai bahan kunci. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan getah tersebut dapat menyebabkan rasa pahit pada keju, bahkan jika ditambahkan dalam konsentrasi yang rendah. Oleh karena itu, getah papaya yang ideal untuk digunakan dalam pembuatan keju dangke berasal dari buah papaya yang berumur 2,5-3 bulan. Melihat tantangan tersebut, seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini banyak digunakan enzim komersial papain dalam proses pembuatan keju dangke. Penggunaan enzim komersial ini dirancang untuk menghindari timbulnya rasa pahit pada keju, sehingga menghasilkan produk akhir yang lebih berkualitas dan dapat dinikmati oleh para konsumen. Referensi : S. Sulmiyati & N.S. Said. 2018. Karakteristik Dangke Susu Kerbau dengan Penambahan Crude Papain Kering. Jurnal Agritech .38 (3). Pp.345-352

DANGKE Read More »

APA ITU GULA SEMUT?

Penamaan gula semut dikarenakan bentuk dari gula tersebut seperti rumah semut yang bersarang ditanah. Gula semut merupakan gula kelapa berbentuk bubuk yang dapat dibuat dari nira palma yaitu suatu larutan gula cetak palmae yang telah dilebur kembali dengan penambahan air pada konsentrasi tertentu. Bahan dasar dari gula semut adalah nira dari pohon kelapa atau pohon aren. Gula semut memiliki kelebihan dan kekurangan, dimana kelebihannya adalah daya simpan lebih lama dibandingkan gula kelapa cetak karena kadar airnya rendah, harga jual lebih tinggi, indeks glikemiknya rendah, pengemasan lebih ringkas, mudah larut, dan memiliki rasa dan aroma yang lebih khas dari gula kelapa cetak. Kelemahan yang sering ditimbulkan dari pembuatan gula semut adalah proses pembuatnnya tidak mudah dan permasalahan yang terjadi di pasaran yaitu pH-nya terlalu rendah. pH yang terdapat pada bahan baku sangat mempengaruhi proses kristalisasi pembuatan gula semut karena adanya jumlah gula reduksi yang terbentuk. Gula semut juga memiliki banyak kandungan nutrisi, seperti zat besi, kalsium, kalium, magnesium, vitamin A, C, B12, polat, dan beragam zat antioksidan. Kandungan magnesium dan kalium pada gula aren dapat berubah sebagai zat elektrolit yang mampu menyeimbangkan kadar air dalam tubuh dan mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh. Selain itu, di dalam gula semut juga terdapat zat inulin yang merupakan salah satu prebiotik, zat inulin baik bagi bakteri di usus. Di Indonesia terdapat beberapa wilayah yang terkenal dengan produksi gula semutnya, antara lain: Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Lebak Referensi : Tang, M., Gazali, A. & Jumarding, A., 2021. PKM Pembuatan Gula Semut di Desa Mangkawani Kabupaten Enrekang. Jurnal Masyarakat Mandiri, V(6), pp. 3450-3457. Wilberta, N., Sonya, N. T. & Lydia, S. H. R., 2021. Analisis Kandungan Gula Reduksi Pada Gula Semut Dari Nira Aren Yang Dipengaruhi pH dan Kadar Air. BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi, XII(1), pp. 102-108.

APA ITU GULA SEMUT? Read More »

BANGGA!!! MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN LOLOS PENDANAAN PKM

PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) merupakan suatu kegiatan untuk meningkatkan keratifitas dan inovatif mahasiswa, memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. PKM terdapat beberapa bidang salah satunya PM (pengabdian masyarakat). Devi Wulandari merupakan salah satu mahasiswa Teknologi Pangan yang lolos pendanaan PKM-PM. Devi dan tim menyiapkan PKM-PM ini sejak pertengahan semester 1 dari mulai ide-ide yang dapat digunakan untuk PKM-PM di kota Tegal. Kota tegal dipilih karena terdapat masalah yang perlu diselesaikan yaitu banyaknya sampah rumah tangga di desa Ujungrusi Tegal sehingga tim Devi mengembangkan budidaya maggot. Maggot merupakan pengurai dengan makanan utamanya adalah sisa-sisa makanan. Ide tersebut dikembangkan kemudian dilakukan kerja sama dengan ibu-ibu di desa Ujungrusi agar ide yang digagaskan dapat terlaksana. Devi dan tim harus melalui berbagai tahapan agar dapat lolos pendanaan PKM, dari mulai pembuatan proposal, seleksi proposal tingkat fakultas (FTTE), seleksi proposal tingkat institusi, dan terakhir seleksi proposal tingkat nasional oleh kemendikbutristek. Setelah melalui berbagai seleksi yang lebih dari 1 bulan, Devi dan tim lolos pendanaan. Pendanaan tersebut akan diberikan selama program berjalan dengan mengisi logbook kegiatan dan keuangan, dan tahap akhir yaitu menyusun laporan akhir. Meskipun Devi dan tim tidak lolos PIMNAS setelah lolos pendanaan, namun kegiatan tersebut memberikan kesan yang sangat baik dan senang karena dapat mengikuti PKM-PM dan lancar dalam menjalankan program Go-Bestari sehingga sampah rumah tangga dapat berkurang dan menambah mata pencaharian bagi warga desa Ujungrusi.

BANGGA!!! MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN LOLOS PENDANAAN PKM Read More »

BANGGA!!! 3 MAHASISWA TEKPANG LOLOS TOP 10 KRENOVA

KRENOVA merupakan lomba Kreativitas dan Inovasi yang pada tahun 2023 diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan Pemerintah Kabupaten Banyumas kepada para Inovator yang secara nyata mendukung kemajuan produk inovasi untuk masyarakat luas. Lomba KRENOVA diinisiasi oleh Bappedalitbang Kabupaten Banyumas yang berkolaborasi dengan Komunitas dan Akademisi yang pelaksanaannya diorganisasi oleh Tim SABERINA. Lomba KRENOVA ini terdapat tahapan-tahapan dari mulai verifikasi produk oleh juri dimana juri akan menilai kelayakan produk ataupun teknologi yang diusung, kemudian dilakukan presentasi. Presentasi akan dinilai oleh 3 juri bidang ahli, akademisi, dan praktisi, dan pengumuman 10 terbaik. 3 mahasiswa tekpang yaitu Muhammad Tata Awaludin, Lukvinda Asfi Muzakiyah, dan Dimas Santoso berhasil menjadi Finalis TOP 10 KRENOVA Kabupaten Banyumas. Muhammad Tata menjelaskan bahwa mereka mengangkat produk teh kombucha yang dikombinasikan dengan rambut jagung sebagai limbah pertanian yang banyak di Banyumas yang diberi nama produk Zeacus tea. Tim Zeacustea melakukan persiapan lomba dengan dibimbing oleh dosen dari mulai pembuatan produk, pemberian nama produk, dan persiapan presentasi. Meskipun lomba ini dilakukan pada tingkat kabupaten namun peserta lomba diikuti hampir seluruh warga Banyumas dari mulai pelajar SMA/SMK/MA, mahasiswa, bahkan seluruh masyarakat Banyumas yang memiliki UMKM. Menurut Muhammad Tata lomba KRENOVA ini sangat menantang karena pelaksanaan lomba mendekati UTS sehingga harus berbagi waktu untuk membuat video dari awal hingga akhir produk Zeacus tea jadi. Menurutnya, dengan mengikuti lomba ini dapat bertemu orang-orang hebat dibidangnya dan produk Zeacus tea yang dibuat timnya mendapat kritik positif yang menjadikan mereka semangat dalam mengembangkan produk menjadi lebih baik lagi.

BANGGA!!! 3 MAHASISWA TEKPANG LOLOS TOP 10 KRENOVA Read More »

MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN MERAIH MEDALI PERUNGGU PADA OLIMPIADE KIMIA NASIONAL

Septi Adi Cahyani, salah satu mahasiswa teknologi pangan memperoleh medali perunggu pada olimpiade kimia tingkat nasional. Olimpiade kimia merupakan ajang perlombaan bidang akademik. Olimpiade kimia tersebut diselenggarakan oleh CV. Divya Cahaya Prestasi dalam rangka “Divya Competition 6.0”. Lomba tersebut diikuti oleh berbagai mahasiswa dari peruguruan tinggi di Indonesia. Tahap yang dilakukan dalam mengikuti olimpiade tersebut adalah mengisi data diri dan beberapa berkas. Setelahnya, mengerjakan soal yang nantinya akan dilakukan penilaian oleh juri sekitar 2 hari. Saat mengikuti lomba tersebut Septi Adi Cahyani baru saja menjadi maba Teknologi Pangan sehingga belum banyak materi dari kuliah yang ia pelajari dan sebagai persiapan ia mempelajari materi-materi kimia dari buku SMA miliknya. meskipun hanya berbekal materi dari SMA namun Septi dapat menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi lainnya. Meskipun terdapat soal-soal yang kurang dikuasainya, Septi berusaha mengerjakan dengan baik.

MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN MERAIH MEDALI PERUNGGU PADA OLIMPIADE KIMIA NASIONAL Read More »

DUA MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN BERHASIL MERAIH JUARA 1 NASIONAL VIDEOGRAPHY

Dua mahasiswa Teknologi Pangan yaitu Alif Hafizhi dan Fitranaya Arlian berhasil menjadi juara 1 dalam perlombaan videography bertemakan “K3 Laboratorium” dalam acara GALAXNATION yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi D-IV Teknologi Laboratorium Medis Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Lomba videography GALAXNATION ini diikuti oleh mahasiswa seluruh universitas yang ada di Indonesia. Dua mahasiswa Teknologi Pangan tersebut berkolaborasi dengan satu mahasiswa Teknik Industri dimana mereka melakukan take video di Laboratorium Basic Science. Dalam video menjelaskan barang apa saja yang perlu disiapkan untuk masuk ke dalam laboratorium, mengenalkan cara penggunaan alat laboratorium yang benar, penggunaan lemari asam, bahan-bahan kimia beserta symbol-simbol k3-nya, dan hal yang tidak boleh dilakukan saat berada di dalam laboratorium. Video tersebut kemudian diunggah ke instagram dan dilakukan penjurian. Hasilnya, Tim Institut Teknologi Telkom Purwokerto menjadi juara 1 dan hasil videonya diunggah pada instagram hima.tlm.umsida.

DUA MAHASISWA TEKNOLOGI PANGAN BERHASIL MERAIH JUARA 1 NASIONAL VIDEOGRAPHY Read More »

KERIPIK BUAH DAN SAYUR

CEMILAN VIRAL YANG MENYEHATKAN? Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia sedang tergila-gila dengan keripik buah dan sayur. Cemilan ini mengklaim berbeda dengan keripik lainya karena menyehatkan, kok bisa ya? Ketika kita mendengar kata “keripik” pasti terlitas dipikiran kita proses pengolahanya yaitu “di goreng” pasti gak sehat sihhh. Jadi, pada pembuatan kripik buah dan sayur proses pengolahanya berbeda dari pembuatan kripik biasanya, metode yang digunakan yaitu Freeze Drying. Sumber : www://istockphoto.com Apa itu Freeze Drying ? Freeze Drying merupakan salah satu metode pengeringan yang memiliki keunggulan dalam mempertahankan kualitas produk kering dibandingkan dengan metode pengeringan lainnya. Prinsip dari metode Freeze Drying yaitu menghilangkan air beku dari suatu produk melalui proses sublimasi, yang dilakukan pada suhu dan tekanan rendah. Kelebihan dari metode Freeze Drying dapat mempertahankan kandungan gizi, rasa, dan warna, Namun kekurangan dari metode Freeze Drying yaitu biaya oprasional yang mahal. Proses Freeze Drying Sumber : www://istockphoto.com Proses Freeze Drying melibatkan tiga tahap, tahap pertama yaitu pembekuan dengan suhu terbaik -20°C hingga – 30°C, tahap ke-dua yaitu primary drying untuk menghilangkan air dan pelarut dalam keadaan beku melalui sublimasi pada suhu dan tekanan dibawah triple point yaitu suhu 0,01°C dengan tekanan 603 Pa, dan tahap ke-tiga yaitu Secondary drying untuk menghilangkan uap air yang tersublimasi atau air yang terikat dalam lapisan kering dengan suhu 20-30°C dengan tekanan ruang konstan 0,1 mbar. Laju pembekuan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu pembekuan lambat (< 2cm/jam), pembekuan sedang (2-3 cm/jam), dan pembekuan cepat (> 3 cm/jam). Referensi Rokhani Hasbullah., 2022. Study On The Vacuum Pressure And Drying Time Of Freeze-Drying Method To Maintain The Quality Of Strawberry (Fragaria Virginiana). Jurnal Teknik Pertanian Lampung. 11(2). Pp. 79-290 Shifa Syafira., 2021. Studi Literatur Tentang Teknik Liofilisasi Untuk Preservasi Bakteri. Jurnal Teknik ITS. 10(2). Pp. 17-22

KERIPIK BUAH DAN SAYUR Read More »

APA ITU BUAH KLIMATERIK?

Umumnya buah dapat dipanen jika sudah menunjukan tanda-tanda kematangan, seperti perubahan warna, tingkat kemanisan, ataupun ukurannya. Namun terdapat beberapa buah yang dapat di panen meskipun masih mentah seperti pisang, kok bisa? Berdasarkan aktivitas respirasinya buah pisang termasuk kedalam golongan buah klimaterik. Kali ini kita akan membahas apa itu buah klimaterik dan non klimaterik. Buah Klimaterik Sumber : https://www.istockphoto.com Buah klimaterik merupakan buah yang mempu mengalami pematangan meskipun sudah dipetik dari pohonya dalam keadaan mentah. Hal ini dikarenakan buah klimaterik masih mengalami laju respirasi yang terus meningkat dan terjadi proses pematangan. Selain itu terjadinya proses produksi gas etilen pada proses pematangan yang akan mempengaruhi fisik dan kimia seperti perubahan warna, tekstur, aroma, rasa, dan kadar gula. Beberapa contoh buah yang termasuk kedalam golongan klimaterik yaitu mangga, pisang, alpukat, dan tomat. Referensi Inti Mulyo Arti., 2018. Pengaruh Etilen Apel Dan Daun Mangga Pada Pematangan Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca formatypica). Jurnal Pertanian Presisi. 2(2). Pp. 77-88 Buah non klimaterik Sumber : https://www.istockphoto.com Berbeda dengan buah klimaterik yang dapat dipetik dalam kondisi mentah, buah non klimaterik bisa dipanen jika sudah mengalami proses pematangan. Setelah pemanenan buah non klimaterik cenderung mengalami penurunan mutu kearah senescence dan pembusukan. hal tersebut terjadi karena buah non klimaterik tidak mengalami laju respirasi dan produksi etilen setelah dipetik. Beberapa contoh buah yang termasuk golongan non klimaterik yaitu jeruk, anggur, nanas, dan melon.

APA ITU BUAH KLIMATERIK? Read More »

SORGUM, PANGAN ALTERNATIF PENGGANTI BERAS

Beras merupakan makanan pokok orang Indonesia yang permintaannya semakin meningkat. Banyaknya permintaan tersebut tidak sebanding dengan ketersediannya yang semakin lama semakin berkurang sehingga sulit untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia. Dari permasalahan tersebut membuat masyarakat maupun pemerintah harus mencari alternatif beras. Pemerintah kemudian mengeluarkan undang-undang tentang diversifikasi pangan (keamanan pangan) Sumber : www.istockphoto.com Kelompok serealia yang dapat digunakan sebagai alternatif beras yaitu sorgum. Sorgum memiliki beberapa keunggulan, seperti: 1. Kemampuan beradaptasinya luas 2. Dapat tumbuh di lahan kering 3. Seluruh bagian tanaman sorgum mempunyai nilai ekonomis Sorgum merupakan tanaman yang berasal dari Afrika dimana selain memiliki keunggulan keunggulan tersebut, sorgum juga memiliki manfaat sebagai berikut : 1. Dapat digunakan sebagai bahan baku industri kertas, nira, gula, dan MSG 2. Ketahanan pangan sebagai diversifikasi pangan 3. Sebagai bahan baku media jamur merang 4. Sebagai bahan baku pakan Kandungan karbohidrat dalam biji sorgum cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif beras. Biji sorgum memiliki nutrisi yang sebanding dengan jagung dan beras. Kandungan protein sorgum sedikit lebih tinggi dari jagung sedangkan kadar lemaknya lebih rendah. Selain itu, sorgum juga memiliki kandungan kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin B1 yang lebih tinggi dibandingkan beras. Sorgum juga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes karena bijinya mengandung tanin. Tanin tersebut akan menghasilkan enzim yang menghambat terserapnya karbohidrat oleh tubuh sehingga kadar glukosa dan insulannya dapat dikontrol. Namun kandungan tanin tersebut dapat dapat dikurangi dengan memperbaiki teknologi pengolahan. Referensi : Arif, A., 2020. Sorgum: Benih Leluhur untuk Masa Depan. 1st ed. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. Meo, F. & Tokan, F. B., 2023. Pemanfaatan Sorgum Dalam Menunjang Ketahanan Pangan Rumah Tangga Di Desa Lamabelawa, Kabupaten Flores Timur. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, IV(3), pp. 2095-2104

SORGUM, PANGAN ALTERNATIF PENGGANTI BERAS Read More »

EFEK SAMPING KONSUMSI BOBA

Kasus diabetes pada anak menurut kemenkes pada tanggal 31 januari 2023 meningkat 70 kali lipat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Faktor yang menyebabkan adanya diabetes dalam tubuh sangat banyak salah satunya adalah pola makan. Saat ini banyak sekali trend-trend makanan unik yang membuat masyarakat tertarik untuk mencoba. Salah satunya adalah minuman boba Sumber : https://www.istockphoto.com Boba berasal dari Taiwan dan dikenal dengan nama zenzhu naicha. Boba merupakan salah satu topping minuman yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Sebagian besar masyarakat memilih minuman boba karena suka dengan minuman-minuman manis, menghilangkan rasa bosan, dan tertarik untuk mencoba rasa boba. Namun, terlalu banyak mengonsumsi boba tersebut memiliki dampak negatif bagi tubuh karena boba terbuat dari tepung tapioka sehingga kandungan utama boba adalah karbohidrat. Proses pemasakan boba menggunakan gula maupun air minuman yang memiliki rasa manis sehingga dalam boba tersebut memiliki kandungan gula yang berlipat-lipat. Dari penjelasan tersebut maka boba memiliki dampak negatif bagi tubuh seperti peningkatan berat badan dan peningkatan resiko diabetes karena dalam boba terdapat kandungan gula yang sangat tinggi. Meski efek mengonsumsi boba tidak langsung dirasakan namun penyakit yang ditimbulkan nantinya sangat berbahaya dan bukan hanya diabetes saja. Referensi: Izhar, M. D., Kalsum, U. & Wardiah, R., 2022. Edukasi Dampak Negatif Konsumsi Minuman Boba Terhadap Kesehatan Di SMP N 16 Kota Jambi. Jurnal Salam Sehat Masyarakat, IV(1), pp. 46-49.

EFEK SAMPING KONSUMSI BOBA Read More »

TERNYATA NASI KEMARIN BAIK UNTUK PENDERITA DIABETES?

Kesehatan seseorang dipengaruhi oleh gaya hidup, terutama dalam hal pola makan. Jika pola makan tidak tepat, hal ini dapat menyebabkan berbagai gangguan metabolisme dan mendorong munculnya penyakit seperti diabetes. Berdasarkan informasi dari Institude for Health Metrics and Evaluation, diabetes merupakan penyebab kematian tertinggi ke-3 di Indonesia pada tahun 2019 dengan angka kematian sekitar 57,42 per 100.000 penduduk. Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021, jumlah penderita diabetes di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan selama sepuluh tahun terakhir. Sumber : https://www.istockphoto.com/ Sudah tidak asing lagi bagi kita, makanan pokok yang paling sering di konsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah nasi. Namun nasi memiliki angka Glikemiks Indeks yang cukup tinggi, semakin tinggi angka GI maka akan semakin cepat untuk menaikan gula darah. Sehingga pendetita diabetes tidak di anjurkan untuk mengkonsumsi nasi putih. Tapi tau kah kamu, jika nasi yang di dinginkan semalam baik untuk pendetita diabetes? Sumber : https://www.istockphoto.com/ Penurunan suhu yang terjadi selama penyimpanan akan mempengaruhi kadar glukosa pada nasi. Hal ini dikarenakan perubahan suhu yang merubah stuktur pati pada nasi. Nasi atau beras merupakan jenis pati yang memiliki rantai panjang glukosa. Pada pengolahan beras menjadi nasi terjadi proses pemanasan lalu pendinginan. Selama proses pemanasan, butiran pati mengalami gelatinisasi dan kehilangan kristalinitasnya. Kemudian pada proses pendinginan, molekul pati yang terpisah akan membentuk gel lalu ter-retrogradasi secara bertahap hingga menjadi kumpulan semi-kristalin yang bentuknya berbeda dari pati sebelumnya. Pemanasan dan pendinginan kembali akan mengubah pati gelatin menjadi struktur pati lebih lanjut yang mengarah pada pembentukan kristal baru yang tidak larut, dalam bentuk pati retrogradasi. Pati retrogradasi adalah jenis pati resisten yang paling stabil dan sulit dicerna. Hal ini disebabkan karena rantai amilosa lurus mudah bergradasi dan ketika rantai amilosa bergabung kembali (retrogradasi), rantai amilosa tersebut membentuk polimer kompak yang sulit dihidrolisis oleh enzim pencernaan. Perubahan struktur pati yang mengalami retrogradasi menjadi pati resisten menyebabkan kadar glukosa menurun, sehingga baik untuk penderita diabetes. Referensi : Purbowati,. 2020. Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Kadar Glukosa pada Nasi Putih. Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya. 4(1). Pp. 15-24

TERNYATA NASI KEMARIN BAIK UNTUK PENDERITA DIABETES? Read More »

MILK TEA MERUPAKAN MINUMAN SEHAT

Milk tea merupakan minuman campuran susu dengan teh yang dapat dinikmati secara dingin maupun hangat. Saat ini, banyak penjual milk tea yang sangat mudah ditemukan di Indonesia. Rasanya yang manis, penampilan yang menarik, dan harganya yang terjangkau banyak menarik minat pembeli dari berbagai kalangan. Sumber : https://www.unsplash.com/ Meskipun terlihat sehat karena terdapat susu didalam milk tea, nyatanya campuran susu dengan teh tersebut hanya sebagai penghilang dahaga tanpa adanya nutrisi yang diserap tubuh. Hal itu disebabkan karena didalam teh terdapat antigizi berupa tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan saat makan atau satu jam setelahnya. Penelitian yang dilakukan oleh Iwan Sariyanto, menyatakan 78% responden mengkonsumsi teh setelah makan dan 22% responden mengkonsumsi teh kemasan ketika haus. Imam Sariyanto menyebutkan bahwa teh kemasan yang diuji terbukti menyerap larutan Fe dengan tingkat penyerapan yang berbeda-beda. Penyerapan tersebut disebabkan oleh tanin yang berikatan dengan senyawa logam Fe dan membentuk senyawa kompleks. Oleh karena itu, tanin berperan dalam pengurangan daya serap zat besi. Terhambatnya penyerapan Fe dalam tubuh menyebabkan tubuh kekurangan zat besi sehingga tubuh dapat mengalami anemia defisiansi besi. Selain pada zat besi, dalam penelitian dijelaskan bahwa tanin juga dapat berikatan dengan protein dan mineral sehingga protein dan mineral tersebut tidak dapat digunakan lagi oleh tubuh. Dapat disimpulkan bahwa milk tea tidak memberikan nutrisi dalam tubuh karena nutrisi dalam susu terikat oleh tanin dalam teh. Selain itu, terlalu sering mengkonsumsi milk tea mengakibatkan tubuh mengalami anemia defisiansi besi akibat kurangnya zat besi. Oleh karena itu, kurangilah konsumi milk tea dan tidak mengkonsumsi minuman teh bersamaan dengan waktu makan. Referensi : Sariyanto, I., 2019. Serapan Zat Besi Dalam Minuman Teh Kemasan Menggunakan Spektrofotometer. Jurnal Analis Kesehatan, VIII(1), pp. 7-12.

MILK TEA MERUPAKAN MINUMAN SEHAT Read More »

DIALOG KEPRODIAN TEKNOLOGI PANGAN

Setiap tahunnya program studi S1 Teknologi Pangan Institut Teknologi Telkom Purwokerto mengadakan dialog keprodian. Dialog keprodian ini memiliki tujuan untuk menyalurkan aspirasi, berdiskusi, dan mempererat hubungan kekeluargaan antara dosen dengan mahasiswa ataupun mahasiswa dengan mahasiswa Pada tanggal 25 November 2023, S1 Teknologi Pangan menyelenggarakan dialog keprodian dengan Ibu Nurul Latifasari, S.T.P., M.P. sebagai pemateri. Dalam acara tersebut Ibu Nurul Latifasari, S.T.P., M.P. memaparkan materi tentang visi dan misi institusi serta prodi Teknologi Pangan, mata kuliah-mata kuliah yang akan didapatkan oleh mahasiswa, dan penjelasan tentang pengambilan mata kuliah berdasarkan IPK. Selain itu, Ibu Nurul Latifasari, S.T.P., M.P menjelaskan tentang konsep pembelajaran yang menjadikan mahasiswa mau untuk explore secara mandiri tentang teknologi pangan meskipun dosen sudah memberikan suatu arahan. Kelebihan dari konsep pembelajaran tersebut menjadikan mahasiswa lebih banyak wawasan, responsif, dan membentuk mahasiswa yang kompeten. Setelah pemaparan materi, terdapat pula sesi diskusi. Sesi diskusi ini merupakan wadah mahasiswa untuk mengusulkan pendapat atau berdiskusi secara langsung dengan dosen. Selain itu, antara mahasiswa angkatan 2022 dan 2023 juga dapat saling bertanya sehingga dapat berbagi pengalaman dan menambah kesan kekeluargaan.

DIALOG KEPRODIAN TEKNOLOGI PANGAN Read More »

PELAKSANAAN FOODTECHATION #1

Foodtechation merupakan salah satu program kerja tahunan divisi esksternal Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) dalam menyambut mahasiswa baru Teknologi Pangan Angkatan 2023, Foodtechation# yang dilaksanakan tahun ini bertemakan “Creating Harmony For The Synergy Of Food Technology”. Program ini dilaksanakan setiap awal perkuliahan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa dan dosen, serta membangun rasa solidaritas, meningkatkan kerja sama dan kebersamaan sesama mahasiswa teknologi pangan. Terdapat 3 rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Foodtechation#1 diantaranya pracation, Day1, Day2, dan Day3 Pracation Pracation merupakan rangkaian acara untuk memberi informasi kepada mahasiswa baru untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan selama acara foodtechation#1 berlangsug. Pracation diselenggarakan secara online pada tanggal 22 November 2023 yang dihadiri oleh seluruh panitia dan peserta foodtechation#1 Day 1 Rangkaian acara selanjutnya dari foodtechation yaitu Day 1 yang diselenggarakan pada tanggal 25 November 2023 di kampus ITTP. Kegiatan yang terdapat di Day 1 yaitu sambutan Kepala Program Studi, ketua pelaksana, ketua HIMA, pengenalan panitia, sharing session dosen dan mahasiswa, dan ice breaking. Dalam kegiatan Day 1 lebih memfokuskan kepada sharing session dosen dan mahasiswa. Day 2 dan Day 3 Selanjutnya kegiatan Foodtechation#1 Day2 diselenggarakan pada tanggal 2 Desember 2023 di kampus ITTP. Isi kegiatan dari Day2 yaitu terdapat pematerian motivation yang di bawakan oleh Bapak Tri Handoko S.TP., M.T.P. selaku Dosen Teknologi Pangan Universitas Nahdatul Ulama Purwokerto. Materi yang dibawakan yaitu “Keseimbangan antara Akademik dan Organisasi Dikampus”, dengan materi yang disampaikan oleh Bapak Trihandoko tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai strategi manajemen waktu yang efektif. Sehingga mahasiswa dapat mempelajari cara mengatur waktu mereka dengan baik, sehingga dapat memenuhi tuntutan akademik dan tetap terlibat dalam kegiatan organisasi tanpa mengorbankan salah satu aspek tersebut. Rangkaian acara terakhir dari kegiatan Foodtechation#1 dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2023 di Homestay Cikalima, Batu Raden. Kegiatan Day3 ini lebih enjoy, karena di isi oleh berbagai game yang menarik sehingga dapat meningkatkan kerjasama antara mahasiswa. Di Day3 ini seluruh panitia akan bergabung dengan peserta dalam menjalankan sebuah permainan, sehingga akan meningkatkan keakraban antar mahasiswa.

PELAKSANAAN FOODTECHATION #1 Read More »

SERTIFIKASI DOSEN

Ibu Ajeng Dyah Kurniawati, S.TP., M.Sc merupakan dosen Teknologi Pangan yang telah mendapatkan sertifikasi HACCP (Hazard Analisis and Critical Control Point) Pada tanggal 15 September 2023 yang diselenggarakan LSP Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan. HACCP merupakan suatu metode atau alat bantu yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi bahaya dalam berbagai tahapan proses pengolahan produk pangan. Proses penerimaan Sertifikasi Pengelola Keamanan Pangan HACCP melibatkan uji kompetensi yang terstruktur dan efektif sesuai dengan standar uji kompetensi kerja (LSP), baik di tingkat nasional maupun internasional. Memiliki sertifikasi kompetensi Pengelola Keamanan Pangan (HACCP) membuktikan secara tertulis bahwa seseorang telah menguasai kompetensi tersebut. Selanjutnya dosen Teknologi Pangan ITTP yaitu Ibu Faizah S.TP., M.Si telah mendapatkan sertifikasi Penjaminan Produk halal pada tanggal 20 September 2023 yang tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi penjaminan produk halal adalah proses yang memastikan bahwa suatu produk memenuhi persyaratan dan standar kehalalan dalam Islam. Proses sertifikasi ini biasanya melibatkan pemeriksaan bahan baku, proses produksi, dan penggunaan fasilitas yang memastikan bahwa tidak ada bahan atau proses yang bertentangan dengan prinsip halal.

SERTIFIKASI DOSEN Read More »

Teknologi Pangan dalam menyongsong Agro-Industry 4.0

Konsep Industri 4.0 pada dasarnya adalah kombinasi sumber daya industri fisik dan teknologi digital. Industri 4.0 mencakup manufaktur cerdas, yang dapat mengubah sumber daya menjadi objek cerdas. Dengan cara ini, sumber daya dapat merasakan, bertindak, dan bertindak bahkan dalam lingkungan yang cerdas. Sistem produksi cerdas pada Industri 4.0 akan mengubah industri menjadi model bisnis dengan rantai nilai produksi yang jauh lebih efisien. Tujuan pengembangan Agro-industry antara lain : 1. Untuk meningkatkan nilai tambah 2. Meningkatkan jaminan mutu dan harga sehingga tercapai efisiensi agribisnis 3. Mengembangkan diversifikasi produk sebagai upaya penanggulangan kelebihan produksi saat panen dan kelangkaan pada periode tertentu, 4. Sebagai wahana pengenalan, penguasaan dan pemanfaatan teknologi sekaligus sebagai wahana peran serta masyarakat dalam budaya industri, melalui penciptaan wirausaha baru. Sumber foto: https://www.freepik.com/free-photo/robot-spraying-fertilizer-vegetable-garden Pengembangan industri pangan tidak dapat dipisahkan dari kepentingan sektoral terkait dalam pengembangan nasional untuk meningkatkan daya saing dan daya tahan di pasaran. Pengembangan industri pangan harus didukung oleh kontinyuitas pasokan bahan baku dan kesinambungan usaha, oleh karena itu peranan Agribisnis dan Agro-industry sangat penting. Agro-industry 4.0 menggabungkan berbagai jenis data dari berbagai sumber untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Transparansi juga penting dalam manajemen rantai pasokan dan rantai nilai bahan mentah, sehingga perencanaan di bidang ini menjadi lebih strategis. Agro-industry 4.0 sendiri mempunyai peranan penting dalam sektor pertanian dan lingkungan hidup karena merupakan model masa depan yang sepenuhnya mengotomatisasi dan otonomi sektor pertanian Agro-industry 4.0 diharapkan segera dimulai, dan industri pertanian akan berkembang menjadi industri berteknologi tinggi. Banyak pemangku kepentingan kini berinvestasi pada teknik pertanian yang didukung oleh teknologi terkini. Konsep Industri 4.0 setidaknya telah menghasilkan tujuh perbaikan, antara lain : 1. Mengubah rute rantai nilai, Banyak pemangku kepentingan kini mengalihkan rantai nilai melalui paket makanan, pengiriman langsung ke konsumen, e-commerce bahan pangan, dan lain-lain untuk meminimalkan inefisiensi rantai pasokan di sektor pertanian. 2. Teknologi efisiensi tanaman, Sudah ada perusahaan rintisan dan inovator lintas industri yang menawarkan drone, robot, platform berbagi data besar, irigasi, tanah, dan teknologi tanaman untuk meningkatkan hasil produk pertanian yang efektif. 3. Biokimia dan Bioenergi, Inovator sedang mengembangkan pestisida, biomaterial, dan bioenergi yang diproduksi secara biologis yang meningkatkan mitigasi risiko ekologi. 4. Teknologi pangan dan daging buatan, Daging dan telur nabati saat ini sedang dikembangkan untuk memanfaatkan “protein berkelanjutan.” 5. Pertanian Vertikal Terkendali, Munculnya inovasi baru yang menawarkan potensi rumah kaca cerdas untuk sektor pertanian terkendali 6. Produk berbasis nano, Misalnya pupuk nano, pelapis nano, pestisida nano, obat-obatan nano, dan berbagai bahan berbasis nano lainnya yang membantu mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, nilai produksi, dan pendapatan pertanian. Produk berbasis nano juga berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kualitas sumber daya alam dalam sistem produksi pertanian 7. Big Data dan Penemuan Gen, Bioinformatika dan pengurutan gen kini juga digunakan untuk menemukan ciri-ciri tanaman tertentu guna meningkatkan produktivitas. Industri 4.0 harus mampu mendukung sektor pertanian, khususnya dalam hal produksi dan perdagangan, melalui serangkaian digitalisasi dan teknologi produk. Pertanian maju meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan dan menghilangkan malnutrisi. Sumber foto: https://www.freepik.com/free-photo/young-woman-controlling-plantation

Teknologi Pangan dalam menyongsong Agro-Industry 4.0 Read More »

Fermentasi Pada Bahan Pangan

Fermentasi merupakan proses pengolahan suatu bahan pangan yang tidak asing lagi. Tapi tau kah kamu bagaimana proses fermentasi itu terjadi? Proses fermentasi merupakan proses penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan dukungan enzim dari mikroorganisme. Selama proses fermentasi, mikroorganisme mengubah substrat menjadi produk akhir dengan menghasilkan berbagai jenis senyawa, seperti asam organik, gas, atau alkohol. Proses ini dapat menghasilkan rasa, aroma, dan tekstur yang khas pada produk akhir, serta memberikan manfaat nutrisi atau kesehatan tertentu Fermentasi berbasis Bakteri Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto/yogurt Yoghurt terbuat dari susu yang difermentasi oleh kombinasi dua jenis bakteri asam laktat: Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermopilus. Pada suhu fermentasi kurang lebih 42°C, kedua bakteri tumbuh secara sinergis menghasilkan asam dengan menurunkan pH menjadi 4,7-4,5. Fermentasi pada pembuatan yoghurt memakan waktu sekitar 6 hingga 8 jam. Untuk menghentikan proses fermentasi, yoghurt dapat disimpan pada suhu rendah untuk mengurangi aktivitas metabolisme bakteri. Fermentasi Berbasis Khamir Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto/sake Sake merupakan minuman beralkohol yang berasal berasal dari jepang. Sake dihasilkan dari proses fermentasi yang berbahan dasar beras. Proses sakarifikasi yang berlangsung pada pembuatan sake adalah dengan penambahan kapang Aspergillus oryzae dan Aspergillus sojae. Setelah proses hidrolisis pati menjadi gula selesai kemudian dilanjutkan fermentasi dengan khamir Saccharomyces cerevisiae, proses fermentasi berlangsung selama 20-24 hari. Fermentasi berbasis Kapang Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto/tempe Tempe merupakan salah satu produk hasil fermentasi yang terbuat dari kacang kedelai dengan menggunakan kapang Rhizopus oryzae. Pada proses fermentasi, Rhizopus oryzae akan menghasilkan misel berwarna putih sehingga akan mengikat kacang kedelai satu sama lain. Enzim amilase yang dihasilkan dari kapang Rhizopus oryzae akan menguraikan protein menjadi peptida sederhana dan asam amino, sehingga akan mudah dicerna oleh tubuh. Lama fermentasi pada proses fertemtasi tempe membutuhkan waktu selama 48 jam dengan suhu optimum 30-35oC. Referensi Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI)., 2020. Perspektif Global Ilmu dan Teknologi Pangan. Jilid 1 ed. Bogor: IPB Press

Fermentasi Pada Bahan Pangan Read More »

BANGGAA!! Mahasiswa Teknologi Pangan Meraih Medali Emas di Ajang Perlombaan INTERNASIONAL BANDUNG CHORAL FESTIVAL

Nadia Arta Mevia, salah satu mahasiswa Teknologi Pangan angkatan 2022 berhasil meraih 2 medali emas dalam kompetisi Internasional Bandung Choral Festival yang diselenggarakan pada tanggal 7-11 November 2023. kategori yang diikuti dalam lomba tersebut adalah Pop&Jazz dan Folksong. Kompetisi IBFC tidak hanya diikuti oleh perguruan tinggi dalam negeri tetapi juga luar negeri, seperti dari Thailand, Kamboja, dan Filipina. Untuk mengikuti perlombaan IBCF 2023, Nadia harus melalui proses seleksi yang diselenggarakan oleh UKM Telcomnica. Selanjutnya ketika lolos seleksi, Nadia akan menjalani masa latihan selama 8-12 bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. “IBCF 2023 akan menjadi momen yang sangat unforgettable pastinya, euphoria nya pas tau kita dapet skor yang bisa dibilang tinggi dan dapet gold medal itu seneng banget pastinya, kita sampe nangis dan teriak-teriak. Pesan dari aku si semoga Telcomnica Voice ini bener-bener bisa aktif terus diacara-acara selanjutnya, dan semoga bisa sampai luar negri. Aamiin. Anak tekpang ayo join, TAK gede, dapet banyak pengalaman. Ayo ayo ayooo,” kata Nadia saat diwawancarai, Kamis (23/11/2023) Terimakasih untuk prestasi yang telah diberikan oleh Nadia Arta Mevia, semoga dapat menjadi motivasi kita khususnya mahasiswa Teknologi Pangan ITTP.

BANGGAA!! Mahasiswa Teknologi Pangan Meraih Medali Emas di Ajang Perlombaan INTERNASIONAL BANDUNG CHORAL FESTIVAL Read More »

Prestasi Mahasiswa Lomba Karya Tulis Ilmiah

Keren! Mahasiswa Teknologi Pangan meraih juara 3 dalam kompetisi Study Program Writing Competition tingkat Institusi yang diselenggarakan oleh BEM KEMA IT Telkom Purwokerto pada tanggal 18 September-28 Oktober 2023. Study Program Writing Competition merupakan perlombaan karya tulis ilmiah antar program studi yang ada di IT Telkom Purwokerto. Ketiga mahasiswa Teknologi Pangan yang mengikuti Study Program Writing Competition adalah Alif Hafizhi sebagai ketua, Fitranaya Arlian sebagai anggota dan Carantia Raharditya sebagai anggota. “Kesan dan pesan dari diadakannya Study Program Writing Competition oleh BEM KEMA IT Telkom Purwokerto sangat berarti untuk kita sebagai mahasiswa yang tertarik dengan Karya Tulis Ilmiah. Kementrian Riset dan Teknologi BEM KEMA IT Telkom mengadakan lomba ini sebagai wadah bagi para mahasiswa/i untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif dan inovasi-inovasi teknologi yang diusulkan. Tim kami merancang alat BBM (BioBricket Maize Dryer) alat pengering jagung dengan pemanfaatan biomassa berbasis IoT. Tim kami memenangkan perlombaan tersebut dengan meraih Juara 3. Semoga pihak kampus IT Telkom Purwokerto bisa bekerja sama dengan BEM KEMA ataupun dari kampus sendiri untuk mewadahi para mahasiswa/i dalam mengembangkan ide kreatifnya,” kata Alif Hafizhi saat diwawancarai, Kamis (23/11/2023).

Prestasi Mahasiswa Lomba Karya Tulis Ilmiah Read More »

Apa Itu Perishable Food?

Bahan pangan jika ditinjau dari ketahanannya dibagi menjadi Perishable Food dan non Perishable Food. Kali ini kita akan membahas apa itu Perishable Food? Perishable Food merupakan bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan jika tidak disimpan tanpa perlakuan dan penanganan yang khusus, sehingga memiliki ketahanan atau daya simpan yang tidak tahan lama. Perishable Food umumnya terdapat pada sumber hewani dan memiliki kandungan air yang tinggi, contoh dari bahan pangan yang memiliki sifat Perishable Food yaitu : daging,  ikan, susu dan telur. Sumber foto: https://www.istockphoto.com/ Kenapa produk hewani mudah mengalami kerusakan? Sumber hewani merupakan bahan pangan yang rentan mengalami kerusakan dengan mudah (Perishable Food) karena memiliki kandungan air dan protein yang tinggi. Kandungan air dan protein yang tinggi merupakan nutrisi bagi pertumbuhan mikroorganisme, sehingga bahan pangan tersebut akan mengalami pembusukan. Sumber foto: https://www.istockphoto.com/ Cara mencegah kerusakan pada bahan pangan yang memiliki sifat Perishable Food? Bahan pangan yang memiliki sifat Perishable Food umumnya rentan terhadap temperatur sehingga akan mengalami kerusakan jika disimpan pada suhu ruang. Untuk meminimalisir terjadinya kerusakan dapat dilakukan dengan cara penyimpanan suhu rendah (pendinginan atau pembekuan) yang dapat menekan laju pertumbuhan mikroorganisme, sehingga dapat memperpanjang umur simpan bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan (Perishable Food).

Apa Itu Perishable Food? Read More »

Serba Serbi Teknologi Pangan ITTP

Teknologi pangan merupakan salah satu program studi di Institut Teknologi Telkom Purwokerto yang merupakan bagian dari Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro. Program Studi Teknologi Pangan didirikan pada tanggal 15 maret 2022. Didirikannya program studi Teknologi Pangan pada Institut Teknologi Telkom Purwokerto memberikan warna pada ITTP yang kebanyakan program studinya menjurus pada IoT. Apa sih bedanya Tekpang di ITTP dengan Tekpang lainya? Teknologi pangan di Institut Teknologi Telkom Purwokerto memiliki perbedaan dibandingkan kampus-kampus lain. Perbedaan tersebut terletak pada mata kuliah yang diberikan. Selain di jelaskan bagaimana cara mengolah pangan, mahasiswa diberi mata kuliah pemrograman yang menjelaskan penggunaan software salah satunya python. Dalam dunia pangan python dapat digunakan untuk menganalisis data terkait data nutrisi suatu bahan pangan.  Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) merupakan organisasi pada program studi Teknologi Pangan yang didirikan pada tanggal 20 maret 2023. Organisasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa Teknologi pangan untuk menyuarakan kepentingan mahasiswa, melatih softskill, menyelenggarakan berbagai kegiatan akademik maupun non akademik, membangun solidaritas, dan sebagai sarana komunikasi antar mahasiswa. 

Serba Serbi Teknologi Pangan ITTP Read More »

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Teknologi Pangan

Teknologi pangan merupakan ilmu yang mempelajari segala proses pengolahan pangan dari proses pemanenan sampai ke tangan konsumen. Teknologi pangan memiliki tujuan untuk memastikan pangan yang diproduksi dan dikonsumsi oleh konsumen aman, bernutrisi, memenuhi syarat mutu dan kemanan yang ditetapkan. Pada jurusan teknologi pangan para mahasiswa akan mempelajari sifat sifat fisik, mikrobiologis, dan kimia dari suatu bahan pangan serta bagaimana cara pengolahannya. Sumber foto: https://www.freepik.com/free-photo/medical-team-discussing-about-petri-dish-with-vegan-meat-analyzing-gmo Apa saja mata kuliah teknologi pangan ? Mata kuliah yang ada dijurusan teknologi pangan tidak akan membuatmu boring, lho! Karena banyak praktikum mulai dari fisika, kimia, mikrobiologi, dan memasak yang dijamin bikin kuliah ga boring. Selain itu, adanya kuliah tamu dengan berbagai narasumber dan kegiatan kunjungan industri ke berbagai pabrik besar yang pastinya menambah wawasan perihal pengolahan pangan. Berbagai mata kuliah yang akan dipelajari nantinya mulai dari ilmu-ilmu dasar fisika, kimia, biologi yang pastinya akan dipelajari di jurusan ini. Selain itu, pemberian mata kuliah pengantar teknologi pangan supaya mahasiswa lebih memahami penerapan teori ke praktik pengolahan pangan. Seiring dengan berjalannya semester, mata kuliah yang diberikan pasti akan lebih khusus termasuk kimia pangan, mikrobiologi pangan, prinsip pengolahan pangan, hingga prosedur pembuatan suatu produk pangan seperti tempe, yogurt, dan lainnya. Bagaimana prospek kerja lulusan teknologi pangan ? Lulusan teknologi pangan memiliki banyak peluang pekerjaan dibidang industri maupun kewirausahaan, diantaranya: Research and Development Quality control Quality assurance Wirausaha Dosen Konsultan pangan Lembaga pemerintahan (BPOM, LIPI, Halal, Departemen Pertanian, dll)

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Teknologi Pangan Read More »

Bridging Technology for Humanity
Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp : 0281-641629

WA  : 0812-2831-9222

Email : [email protected]

Telp

Email

 

: 0281-641629

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University Purwokerto

Scroll to Top
Secret Link