November 30, 2023

SERTIFIKASI DOSEN

Ibu Ajeng Dyah Kurniawati, S.TP., M.Sc merupakan dosen Teknologi Pangan yang telah mendapatkan sertifikasi HACCP (Hazard Analisis and Critical Control Point) Pada tanggal 15 September 2023 yang diselenggarakan LSP Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan. HACCP merupakan suatu metode atau alat bantu yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi bahaya dalam berbagai tahapan proses pengolahan produk pangan. Proses penerimaan Sertifikasi Pengelola Keamanan Pangan HACCP melibatkan uji kompetensi yang terstruktur dan efektif sesuai dengan standar uji kompetensi kerja (LSP), baik di tingkat nasional maupun internasional. Memiliki sertifikasi kompetensi Pengelola Keamanan Pangan (HACCP) membuktikan secara tertulis bahwa seseorang telah menguasai kompetensi tersebut. Selanjutnya dosen Teknologi Pangan ITTP yaitu Ibu Faizah S.TP., M.Si telah mendapatkan sertifikasi Penjaminan Produk halal pada tanggal 20 September 2023 yang tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi penjaminan produk halal adalah proses yang memastikan bahwa suatu produk memenuhi persyaratan dan standar kehalalan dalam Islam. Proses sertifikasi ini biasanya melibatkan pemeriksaan bahan baku, proses produksi, dan penggunaan fasilitas yang memastikan bahwa tidak ada bahan atau proses yang bertentangan dengan prinsip halal.

SERTIFIKASI DOSEN Read More »

Teknologi Pangan dalam menyongsong Agro-Industry 4.0

Konsep Industri 4.0 pada dasarnya adalah kombinasi sumber daya industri fisik dan teknologi digital. Industri 4.0 mencakup manufaktur cerdas, yang dapat mengubah sumber daya menjadi objek cerdas. Dengan cara ini, sumber daya dapat merasakan, bertindak, dan bertindak bahkan dalam lingkungan yang cerdas. Sistem produksi cerdas pada Industri 4.0 akan mengubah industri menjadi model bisnis dengan rantai nilai produksi yang jauh lebih efisien. Tujuan pengembangan Agro-industry antara lain : 1. Untuk meningkatkan nilai tambah 2. Meningkatkan jaminan mutu dan harga sehingga tercapai efisiensi agribisnis 3. Mengembangkan diversifikasi produk sebagai upaya penanggulangan kelebihan produksi saat panen dan kelangkaan pada periode tertentu, 4. Sebagai wahana pengenalan, penguasaan dan pemanfaatan teknologi sekaligus sebagai wahana peran serta masyarakat dalam budaya industri, melalui penciptaan wirausaha baru. Sumber foto: https://www.freepik.com/free-photo/robot-spraying-fertilizer-vegetable-garden Pengembangan industri pangan tidak dapat dipisahkan dari kepentingan sektoral terkait dalam pengembangan nasional untuk meningkatkan daya saing dan daya tahan di pasaran. Pengembangan industri pangan harus didukung oleh kontinyuitas pasokan bahan baku dan kesinambungan usaha, oleh karena itu peranan Agribisnis dan Agro-industry sangat penting. Agro-industry 4.0 menggabungkan berbagai jenis data dari berbagai sumber untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Transparansi juga penting dalam manajemen rantai pasokan dan rantai nilai bahan mentah, sehingga perencanaan di bidang ini menjadi lebih strategis. Agro-industry 4.0 sendiri mempunyai peranan penting dalam sektor pertanian dan lingkungan hidup karena merupakan model masa depan yang sepenuhnya mengotomatisasi dan otonomi sektor pertanian Agro-industry 4.0 diharapkan segera dimulai, dan industri pertanian akan berkembang menjadi industri berteknologi tinggi. Banyak pemangku kepentingan kini berinvestasi pada teknik pertanian yang didukung oleh teknologi terkini. Konsep Industri 4.0 setidaknya telah menghasilkan tujuh perbaikan, antara lain : 1. Mengubah rute rantai nilai, Banyak pemangku kepentingan kini mengalihkan rantai nilai melalui paket makanan, pengiriman langsung ke konsumen, e-commerce bahan pangan, dan lain-lain untuk meminimalkan inefisiensi rantai pasokan di sektor pertanian. 2. Teknologi efisiensi tanaman, Sudah ada perusahaan rintisan dan inovator lintas industri yang menawarkan drone, robot, platform berbagi data besar, irigasi, tanah, dan teknologi tanaman untuk meningkatkan hasil produk pertanian yang efektif. 3. Biokimia dan Bioenergi, Inovator sedang mengembangkan pestisida, biomaterial, dan bioenergi yang diproduksi secara biologis yang meningkatkan mitigasi risiko ekologi. 4. Teknologi pangan dan daging buatan, Daging dan telur nabati saat ini sedang dikembangkan untuk memanfaatkan “protein berkelanjutan.” 5. Pertanian Vertikal Terkendali, Munculnya inovasi baru yang menawarkan potensi rumah kaca cerdas untuk sektor pertanian terkendali 6. Produk berbasis nano, Misalnya pupuk nano, pelapis nano, pestisida nano, obat-obatan nano, dan berbagai bahan berbasis nano lainnya yang membantu mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, nilai produksi, dan pendapatan pertanian. Produk berbasis nano juga berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kualitas sumber daya alam dalam sistem produksi pertanian 7. Big Data dan Penemuan Gen, Bioinformatika dan pengurutan gen kini juga digunakan untuk menemukan ciri-ciri tanaman tertentu guna meningkatkan produktivitas. Industri 4.0 harus mampu mendukung sektor pertanian, khususnya dalam hal produksi dan perdagangan, melalui serangkaian digitalisasi dan teknologi produk. Pertanian maju meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan dan menghilangkan malnutrisi. Sumber foto: https://www.freepik.com/free-photo/young-woman-controlling-plantation

Teknologi Pangan dalam menyongsong Agro-Industry 4.0 Read More »

Fermentasi Pada Bahan Pangan

Fermentasi merupakan proses pengolahan suatu bahan pangan yang tidak asing lagi. Tapi tau kah kamu bagaimana proses fermentasi itu terjadi? Proses fermentasi merupakan proses penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan dukungan enzim dari mikroorganisme. Selama proses fermentasi, mikroorganisme mengubah substrat menjadi produk akhir dengan menghasilkan berbagai jenis senyawa, seperti asam organik, gas, atau alkohol. Proses ini dapat menghasilkan rasa, aroma, dan tekstur yang khas pada produk akhir, serta memberikan manfaat nutrisi atau kesehatan tertentu Fermentasi berbasis Bakteri Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto/yogurt Yoghurt terbuat dari susu yang difermentasi oleh kombinasi dua jenis bakteri asam laktat: Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermopilus. Pada suhu fermentasi kurang lebih 42°C, kedua bakteri tumbuh secara sinergis menghasilkan asam dengan menurunkan pH menjadi 4,7-4,5. Fermentasi pada pembuatan yoghurt memakan waktu sekitar 6 hingga 8 jam. Untuk menghentikan proses fermentasi, yoghurt dapat disimpan pada suhu rendah untuk mengurangi aktivitas metabolisme bakteri. Fermentasi Berbasis Khamir Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto/sake Sake merupakan minuman beralkohol yang berasal berasal dari jepang. Sake dihasilkan dari proses fermentasi yang berbahan dasar beras. Proses sakarifikasi yang berlangsung pada pembuatan sake adalah dengan penambahan kapang Aspergillus oryzae dan Aspergillus sojae. Setelah proses hidrolisis pati menjadi gula selesai kemudian dilanjutkan fermentasi dengan khamir Saccharomyces cerevisiae, proses fermentasi berlangsung selama 20-24 hari. Fermentasi berbasis Kapang Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto/tempe Tempe merupakan salah satu produk hasil fermentasi yang terbuat dari kacang kedelai dengan menggunakan kapang Rhizopus oryzae. Pada proses fermentasi, Rhizopus oryzae akan menghasilkan misel berwarna putih sehingga akan mengikat kacang kedelai satu sama lain. Enzim amilase yang dihasilkan dari kapang Rhizopus oryzae akan menguraikan protein menjadi peptida sederhana dan asam amino, sehingga akan mudah dicerna oleh tubuh. Lama fermentasi pada proses fertemtasi tempe membutuhkan waktu selama 48 jam dengan suhu optimum 30-35oC. Referensi Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI)., 2020. Perspektif Global Ilmu dan Teknologi Pangan. Jilid 1 ed. Bogor: IPB Press

Fermentasi Pada Bahan Pangan Read More »

BANGGAA!! Mahasiswa Teknologi Pangan Meraih Medali Emas di Ajang Perlombaan INTERNASIONAL BANDUNG CHORAL FESTIVAL

Nadia Arta Mevia, salah satu mahasiswa Teknologi Pangan angkatan 2022 berhasil meraih 2 medali emas dalam kompetisi Internasional Bandung Choral Festival yang diselenggarakan pada tanggal 7-11 November 2023. kategori yang diikuti dalam lomba tersebut adalah Pop&Jazz dan Folksong. Kompetisi IBFC tidak hanya diikuti oleh perguruan tinggi dalam negeri tetapi juga luar negeri, seperti dari Thailand, Kamboja, dan Filipina. Untuk mengikuti perlombaan IBCF 2023, Nadia harus melalui proses seleksi yang diselenggarakan oleh UKM Telcomnica. Selanjutnya ketika lolos seleksi, Nadia akan menjalani masa latihan selama 8-12 bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. “IBCF 2023 akan menjadi momen yang sangat unforgettable pastinya, euphoria nya pas tau kita dapet skor yang bisa dibilang tinggi dan dapet gold medal itu seneng banget pastinya, kita sampe nangis dan teriak-teriak. Pesan dari aku si semoga Telcomnica Voice ini bener-bener bisa aktif terus diacara-acara selanjutnya, dan semoga bisa sampai luar negri. Aamiin. Anak tekpang ayo join, TAK gede, dapet banyak pengalaman. Ayo ayo ayooo,” kata Nadia saat diwawancarai, Kamis (23/11/2023) Terimakasih untuk prestasi yang telah diberikan oleh Nadia Arta Mevia, semoga dapat menjadi motivasi kita khususnya mahasiswa Teknologi Pangan ITTP.

BANGGAA!! Mahasiswa Teknologi Pangan Meraih Medali Emas di Ajang Perlombaan INTERNASIONAL BANDUNG CHORAL FESTIVAL Read More »

Prestasi Mahasiswa Lomba Karya Tulis Ilmiah

Keren! Mahasiswa Teknologi Pangan meraih juara 3 dalam kompetisi Study Program Writing Competition tingkat Institusi yang diselenggarakan oleh BEM KEMA IT Telkom Purwokerto pada tanggal 18 September-28 Oktober 2023. Study Program Writing Competition merupakan perlombaan karya tulis ilmiah antar program studi yang ada di IT Telkom Purwokerto. Ketiga mahasiswa Teknologi Pangan yang mengikuti Study Program Writing Competition adalah Alif Hafizhi sebagai ketua, Fitranaya Arlian sebagai anggota dan Carantia Raharditya sebagai anggota. “Kesan dan pesan dari diadakannya Study Program Writing Competition oleh BEM KEMA IT Telkom Purwokerto sangat berarti untuk kita sebagai mahasiswa yang tertarik dengan Karya Tulis Ilmiah. Kementrian Riset dan Teknologi BEM KEMA IT Telkom mengadakan lomba ini sebagai wadah bagi para mahasiswa/i untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif dan inovasi-inovasi teknologi yang diusulkan. Tim kami merancang alat BBM (BioBricket Maize Dryer) alat pengering jagung dengan pemanfaatan biomassa berbasis IoT. Tim kami memenangkan perlombaan tersebut dengan meraih Juara 3. Semoga pihak kampus IT Telkom Purwokerto bisa bekerja sama dengan BEM KEMA ataupun dari kampus sendiri untuk mewadahi para mahasiswa/i dalam mengembangkan ide kreatifnya,” kata Alif Hafizhi saat diwawancarai, Kamis (23/11/2023).

Prestasi Mahasiswa Lomba Karya Tulis Ilmiah Read More »

Bridging Technology for Humanity
Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah – Indonesia

Telp

WA

Email

Website Official

Website PMB

Negara

Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTTE)

Fakultas Informatika (FIF)

Fakultas Rekayasa Industri dan Desain (FRID)

Telkom University Purwokerto, Jl. D.I Panjaitan No. 128 Purwokerto 53147, Jawa Tengah, Indonesia

Telp : 0281-641629

Email : bft-pwt@telkomuniversity.ac.id

Telp : 0281-641629

WA  : 0812-2831-9222

Email : info@ittelkom-pwt.ac.id

D3 Teknik Telekomunikasi

S1 Teknik Telekomunikasi

S1 Teknik Elektro

S1 Teknik Biomedis

S1 Desain Komunikasi Visual

S1 Teknik Industri

S1 Teknik Logistik

S1 Bisnis Digital

S1 Desain Produk

S1 Teknik Informatika

S1 Rekayasa Perangkat Lunak

S1 Sistem Informasi

S1 Sains Data

Copyright ©2024 All Rights Reserved By Telkom University Purwokerto

Scroll to Top
Secret Link